Lompat ke konten utama

Kata Papua

⁠Berbagai Pelatihan dalam Program AMANAH Binaan BIN Hadirkan Narasumber Berkompeten - Kata Papua

⁠Berbagai Pelatihan dalam Program AMANAH Binaan BIN Hadirkan Narasumber Berkompeten

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh: Nazwa Putri

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) mampu menghadirkan berbagai narasumber yang sangat berkompeten untuk mengisi banyaknya materi pelatihan serta binaan dalam program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang hebat dalam menghadapi tantangan di masa depan yang begitu kompleks.

Pemilihan siapa narasumber yang akan mengisi sebuah materi tentu menjadi hal yang sangat penting, karena jangan sampai justru pihak yang hadir kurang berkompeten dalam bidang tertentu yang mereka bahas. Karena hal tersebut berkaitan dengan kebaikan banyak pihak, utamanya generasi muda di wilayah berjuluk Negeri Rencong itu.

Maka dari itu, berbagai ajang pelatihan, didikan serta pembinaan paling tepat yang bisa generasi muda Aceh ikuti adalah dalam Program AMANAH binaan lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan tersebut, lantaran di dalamnya banyak sekali menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidangnya demi membantu dan menyebarluaskan ilmu bermanfaat untuk anak muda.
Salah satu pelatihan bermanfaat yang AMANAH berikan adalah berkaitan dengan pemanfaatan perkembangan serta kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi di jaman sekarang ini, yang mana apabila mendapatkan pengelolaan yang baik dan benar, maka bukan tidak mungkin bisa mendatangkan peningkatan kesejahteraan.
Dalam Program AMANAH, terdapat pelatihan akan banyak model bisnis yang sangat relevan pada jaman saat ini, seperti halnya bisnis dropshipping yang memungkinkan para anak muda Aceh mengalami peningkatan kesejahteraan dengan berjualan barang apapun memanfaatkan internet.
Tidak tanggung-tanggung, bahkan pada jaman sekarang ini, bagaimana hasil akan keuntungan bisnis model yang memanfaatkan kemajuan teknologi di dunia digital atau internet sangatlah melimpah.
Bukan hanya itu, namun terdapat pula bisnis sosial media sebagai content creator, sehingga kini sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi para pemuda untuk kesulitan mencari tambahan penghasilan karena mereka bisa menjadi apapun dengan pemanfaatan internet, yakni seperti seorang youtuber, selebgram ataupun menjadi seorang tiktokers.
Dari menjalankan bisnis di sosial media melalui seorang content creator tersebut, maka anak muda bisa mendapatkan keuntungan dari datangnya iklan, sponsor atau hal lainnya. Seluruh hal tersebut merupakan sekilas gambaran dari bagaimana kemajuan teknologi pada jaman sekarang ini mampu menghasilkan uang untuk meningkatkan taraf ekonomi seseorang.
Segala pembahasan tersebut, telah Pemerintah RI siapkan melalui Badan Intelijen Negara dengan adanya Program AMANAH yang di dalamnya menghadirkan banyak narasumber sangat berkompeten serta ahli di bidang itu.
Sebagai salah satu contoh kegiatan yang pernah terlaksana, Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat menggelar talkshow bertajuk ‘Teknologi Jadi Cuan, Kenapa Tidak?’ yang menjadi sebuah ajang diskusi serta memfasilitasi seluruh generasi muda asal wilayah berjuluk Serambi Mekkah itu agar mereka terus mampu mengembangkan teknologi dan kreativitasnya.
Pada kegiatan tersebut, AMANAH menghadirkan beberapa narasumber yang sangat berkompeten di bidang itu seperti Mulkan Fadhil, Fakrullah Maulana, Muhammad Tadjuddin dan Dennis Adhiswara.
Bahkan, juga turut hadir pula influencer tenama di Indonesia seperti Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid yang menjadi representasi dari anak muda serta ratusan pemuda Aceh lainnya.
Dennis Adhiswara yang juga merupakan seorang aktor menyampaikan bahwa dirinya sangat yakin dengan kehadiran Program AMANAH binaan BIN, lantaran menjadi dukungan penuh terhadap perkembangan bisnis rintisan atau start-up lokal kreasi anak muda. Dirinya juga menilai bahwa program tersebut merupakan bentuk langkah sangat strategis dalam memajukan ekosistem teknologi di Aceh.
Pemerintah RI melalui BIN terus memberikan perhatian dan juga sumber daya yang melimpah serta sangat memadai, sehingga bukan tidak mungkin akan terlahir banyak inovasi bahkan berkelas dunia yang bisa muncul dari daerah berjuluk Negeri Rencong tersebut.
Keberadaan Program AMANAH sendiri menjadikan seluruh anak muda setempat terus berinovasi, berkolaborasi dan membangun jaringan. Mereka semua kini memiliki wadah dan fasilitas sangat memadai untuk bisa secara bersama-sama serta saling bergandengan tangan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
Sementara itu, peneliti kendaraan listrik sekaligus dosen Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dari Universitas Syiah Kuala (USK), Muhammad Tadjuddin menilai bahwa keberadaan Program AMANAH binaan BIN mampu mengajak kepada seluruh anak muda Aceh untuk jauh lebih giat lagi di bidang teknopreneur.
Terlebih, sebenarnya pada dasarnya orang Aceh sendiri memang sangat gemar dalam dunia bsinis, sehingga bidang teknologi sebagaimana perkembangan jaman saat ini memang menjadi hal yang sangat penting untuk terus mengalami perkembangan di wilayah itu.
Berbagai macam pelatihan, kegiatan, binaan dan juga didikan dalam Program AMANAH binaan BIN mampu terus mendongkrak terjadinya perkembangan di sana, terlebih karena terus menghadirkan para narasumber yang sangat berkompeten dalam bidang mereka untuk mengisi materi dan membagikan ilmunya kepada para generasi muda.

*) Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tolak Kekerasan Bersenjata, Tokoh Adat Serukan Papua yang Aman dan Damai

Oleh : Yohanes Wandikbo Penembakan terhadap tiga warga sipil yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menegaskan pentingnya perlindungan masyarakat dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di Tanah Papua. Kekerasan terhadap warga sipil tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, serta keberlanjutan pembangunan. Karena itu, penolakan terhadap kekerasan perlu menjadi sikap bersama demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengecam tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, penembakan terhadap warga sipil bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan adat Papua yang menjunjung tinggi kehidupan, persaudaraan, serta keharmonisan. Masyarakat seharusnya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ancaman kekerasan. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi perhatian bersama, sementara setiap persoalan perlu diselesaikan melalui cara-cara yang damai dan sesuai dengan hukum. Nikodemus Yaboisembut juga menilai bahwa tokoh adat mempunyai peran strategis dalam menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah. Kedudukan tokoh adat yang dekat dengan kehidupan warga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, mencegah kesalahpahaman, serta menumbuhkan kepercayaan terhadap upaya menjaga keamanan. Melalui pendekatan persuasif dan penguatan nilai-nilai adat, para pemimpin masyarakat dapat mendorong warga untuk menolak kekerasan serta mengutamakan kepentingan bersama di atas perbedaan. Dalam konteks tersebut, kehadiran pemerintah melalui pelayanan publik dan berbagai program pembangunan perlu didukung dengan partisipasi masyarakat. Pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan anggaran, tetapi juga lingkungan yang aman agar pelaksanaannya berjalan efektif. Ketika masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi akan lebih terbuka. Karena itu, menjaga keamanan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Seruan serupa disampaikan Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, yang menyayangkan penembakan terhadap tiga warga sipil. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, koordinasi antara warga, tokoh adat, dan aparat keamanan perlu diperkuat agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Ia juga mendorong peningkatan patroli kepolisian di wilayah yang membutuhkan penguatan pengamanan sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai. Nikson Marweri berpandangan bahwa upaya menjaga keamanan harus dilakukan melalui pendekatan yang terukur, humanis, dan mengutamakan keselamatan warga. Kehadiran aparat keamanan perlu diiringi komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat agar langkah pengamanan dapat berjalan secara efektif dan memperoleh dukungan publik. Di sisi lain, warga juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Pendekatan tersebut penting karena keamanan bukan semata-mata persoalan penindakan terhadap pelaku kekerasan. Pencegahan konflik, penguatan solidaritas sosial, dan penyelesaian persoalan melalui dialog juga menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas. Dengan demikian, kerja sama masyarakat dan aparat dapat diarahkan untuk membangun rasa aman yang berkelanjutan, tanpa mengabaikan penghormatan terhadap adat, hak warga, dan ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengajak masyarakat adat di 67 desa atau kampung di wilayahnya untuk berperan aktif menjaga ketertiban. Ia juga mendorong dukungan masyarakat terhadap program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga berbagai program dapat berjalan dan memberikan manfaat secara optimal. Bernard Pekei menilai bahwa masyarakat adat memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat persatuan dan mencegah berkembangnya konflik. Nilai gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap kehidupan yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Papua dapat menjadi fondasi untuk membangun perdamaian. Melalui keterlibatan aktif di lingkungan masing-masing, masyarakat dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus menciptakan ruang yang lebih aman bagi generasi muda untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi. Pada akhirnya, masa depan Papua yang aman dan sejahtera membutuhkan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus membangun sinergi dengan mengedepankan perlindungan warga sipil, dialog, serta penghormatan terhadap hukum. Kecaman terhadap kekerasan harus diikuti langkah nyata untuk menjaga kerukunan dan mencegah konflik berulang. Selain itu, penguatan literasi masyarakat dan penyebaran informasi yang akurat perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian di Papua. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan dan memecah persatuan. Tokoh adat, tokoh agama, serta pemimpin lokal dapat berperan aktif menyampaikan pesan perdamaian dan membangun komunikasi yang konstruktif. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya pemerintah dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan di Papua diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. )* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua