Lompat ke konten utama

Kata Papua

Tokoh Masyarakat dan Aktivis Sumbar Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo - Kata Papua

Tokoh Masyarakat dan Aktivis Sumbar Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Beryl Hamizan

Dinilai berhasil dalam mengatasi permasalahan mengenai pengangguran dan kemiskinan, hal tersebut membuat para tokoh masyarakat dan juga berbagai lapisan elemen rakyat hingga para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di seluruh Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen penuh memberikan deklarasi untuk mendukung Ganjar Pranowo.

Salah satu kriteria dari sosok pemimpin yang sangat ideal dan tentunya diharapkan oleh masyarakat untuk bisa memimpin adalah dia yang mampu untuk menghadirkan banyak solusi melalui berbagai langkah strategi hingga program dalam mengatasi permasalahan yang terdapat ditengah rakyat, utamanya adalah terkait dengan adanya permasalahan mengenai pengangguran serta kemiskinan.

Berangkat dari adanya kedua isu yang serius tersebut, menjadikan para tokoh masyarakat hingga para aktivis LSM dari berbagai wilayah di seluruh Sumbarmemantapkan dukungan mereka dengan mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar Pranowo pada pesta demokrasi dan kontestasi politik melalui pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, para tokoh masyarakat beserta aktivis LSM dari berbagai daerah di seluruh Sumbar itu mengaku sangat siap untuk terus mengawal kemenangan Calon Presiden (Capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut.

Diketahui bahwa deklarasi yang mereka lakukan, yakni Deklarasi GP 24 dilaksanakan di Kota Padang dan dipimpin oleh 3 (tiga) figur utama yang memang merupakan tokoh masyarakat setempat. Ketiga tokoh tersebut yakni Ardian Nova Chaniago, Jhon Kenedi dan Toni Mardianto.

Antusiasme dan dukungan yang diberikan oleh seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Barat kepada sosok Ganjar Pranowo terus saja meluas seiring berjalannya waktu. Sehingga deklarasi dukungan tersebut juga diikuti oleh banyak sekali masyarakat yang berasal dari berbagai macam kalangan elemen seperti para petani, saudagar di minang, kaum milenial, tokoh agama, ninik mamak, emak-emak hingga para aktivis.
Mereka dengan sangat solid dan kompak menyatukan kekuatan mereka dalam mendukung penuh sosok pemimpin yang identik dengan rambut putihnya tersebut. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara deklarasi itu, Jhon Kenedi menjelaskan bahwa dirinya memberikan dukungan kepada seorang yang memang sudah sangat tepat untuk bisa memimpin Tanah Air ke depannya.
Dia menilai bahwa sosok Ganjar Pranowo merupakan pemimpin yang mampu menjadi simbol regenerasi kepemimpinan nasional. Bukan hanya itu saja, namun dirinya juga dinilai merupakan pemimpin yang sangat memiliki banyak pengalaman sebagai pengawas pemerintah, juga memiliki pengalaman untuk bisa mengendalikan langsung jalannya pemerintahan bahkan juga berhasil atau sukses besar dalam mengatasi adanya permasalahan terkait dengan pengangguran serta kemiskinan.
Seluruh kriteria ideal sebagai sosok pemimpin masa depan bangsa itu memang semuanya telah ada pada diri pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar tersebut. Dalam deklarasi yang disampaikan, tokoh masyarakat di Sumbar sangat berharap agar Ganjar bisa menjadi Presiden 2024 sehingga akan mampu membangun Indonesia dengan jauh lebih baik, khususnya di wilayah Sumbar agar kemiskinan serta pengangguran di Tanah Minang bisa teratasi.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Pejuang GP 24, Adrian Nova Chaniago mengungkapkan bahwa kesuksesan yang dimiliki oleh Ganjar Pranowo dalam memimpin Provinsi Jawa Tengah (Jateng) selama dirinya menjabat sebagai Gubernur selama 2 (dua) periode tersebut lantaran bagaimana kepemilikan dan penerapan berbagai macam programnya sangat unggulan dan terukur dengan baik.
Adrian sangat yakin apabila memang Capres dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bisa terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024 mendatang, maka dirinya jelas sekali akan bisa sangat mengembangkan Provinsi Sumatera Barat menjadi jauh lebih baik lagi.
Upaya pengentasan angka kemiskinan di Jawa Tengah pada era kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo sama sekali tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya sukses besar. Salah satu yang bisa digunakan untuk menjadi indikator adalah dapat terlihat dari jumlah tenaga kerja serta pengangguran di wilayah itu.
Sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng cenderung terus mengalami penurunan dan bahkan selalu berada di bawah angka TPT secara nasional. Hingga bulan Februari 2023 saja, TPT di Jawa Tengah hanya tinggal 5,24 persen saja.
Dengan adanya kesuksesan yang dicatatkan oleh Ganjar Pranowo dalam pengalamannya memimpin selama ini, maka sosoknya banyak mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan termasuk para tokoh masyarakat hingga aktivis LSM di seluruh Provinsi Sumbar yang telah memberikan deklarasi lantaran melihat kinerja dari Ganjar dalam mengatasi permasalahan pengangguran serta kemiskinan.
)* Penulis adalah Gabungan Aksi Ganjar Pranowo Menan

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri. Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus memacu masuknya investasi di sektor hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan energi terbarukan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menghasilkan devisa ekspor baru bagi negara. Peningkatan fasilitas perizinan berusaha yang terintegrasi secara digital (Online Single Submission) dan jaminan kepastian hukum memberikan kenyamanan bagi para investor untuk merealisasikan komitmen investasinya, sehingga arus modal masuk tidak hanya bertumpu pada pasar keuangan yang sensitif, melainkan pada sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Selain itu, percepatan fasilitasi investasi hilirisasi di luar Pulau Jawa terus diperluas guna mendorong pemerataan struktur pertumbuhan ekonomi antardaerah. Penguatan rantai pasok lokal yang menghubungkan industri skala besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah menjamin bahwa dampak ekonomi dari masuknya modal asing dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan Rupiah merupakan manifestasi nyata dari