Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ribuan Warga Sulawesi Tenggara Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo - Kata Papua

Ribuan Warga Sulawesi Tenggara Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

SULAWESI TENGGARA — Terdapat ribuan warga di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng), seluruhnya dengan sangat solid mendeklarasikan dukungan penuh mereka kepada Ganjar Pranowo.

Dalam acara deklarasi tersebut, tampak pula sebanyak ratusan para pemulung hingga tukang becak yang berbondong-bondong menuju ke lokasi deklarasi di Lapangan Eks MTQ Kendari.

Para tukang becak, pemulung dan kaum buruh tersebut terlihat sangat menonjol diantara ribuan relawan lain yang terdiri dari sebanyak 17 kabupaten dan kota di Sulteng.

Perlu diketahui bahwa saat ini sedah terdapat sebanyak 1.500 tim relawan Ganjar Pranowo yang tersebar di 38 provinsi, yang mana sebanyak 33 diantaranya terdapat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Koordinator Tim Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo, Adian Napitupulu menjelaskan bahwa Capres PDI Perjuangan tersbeut mendapatkan dukungan dari mayoritas rakyat Indonesia karena rekam jejaknya.

Bukan hanya rekam jejak yang bagus saja, melainkan mengapa dukungan kian meningkat kepada pemimpin berambut putih itu dikarenakan dirinya juga didukung oleh Presiden Jokowi.

“Dilihat dari rekam jejaknya, sikapnya selama ini, hal ini menjadi penekanan khusus dari presiden Jokowi,” ujar Adian Napitupulu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Lukman Abunawas mengungkapkan bahwa beberapa alasan kuat kenapa dukungan terus mengalir kepada Ganjar Pranowo.

Pertama adalah karena pemimpin berusia 54 tahun itu dianggap sangat berhasil tatkala menjabat sebagai Gubernur di Jawa Tengah, kemudian alasan kedua adalah karena dirinya merupakan sosok yang sederhana dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Kemudian, dia berasal dari keluarga sederhana, taat agama, apalagi kita ketahui bersama istrinya merupakan salah seorang penghafal Al-Qur’an, itu beberapa alasan yang menggugah kami menetapkan pilihan,” kata Lukman.

Pengurus Pusat Tim Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo, Erwin Usman kemudian menambahkan bahwa para relawan di Sulteng merupakan orang-orang yang sudah sangat siap dengan segala infrastruktur hingga fasilitas mereka yang memadai.

“Salah satu alasannya, kantor di wilayah Sulawesi Tenggara paling siap anggotanya, kantor pertama dengan infrastruktur dan fasilitas memadai, setelah ini kami resmikan kantor tim relawan di Jawa Barat,” katanya.

Bukan hanya di Sulawesi Tenggara saja, melainkan deklarasi dukungan juga dilakukan oleh masyarakat di Desa Kepohkidul, Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Desa Kepohkidul Samudi menjelaskan bahwa sosok Ganjar Pranowo mampu membawa perubahan di Indonesia menjadi lebih baik, selain itu figurnya juga yang sangat mengerti kepada masyarakat di desa.

“Ini sudah masuk tahun politik dan adanya deklarasi Ganjar Pranowo ini kita yakini beliau bisa membawa perubahan indonesia yang lebih baik, karena dari tiga calon yang sudah terlihat saat ini cuma Ganjar yang mengerti Desa makanya mendukung Ganjar Pranowo,” ungkapnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri. Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus memacu masuknya investasi di sektor hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan energi terbarukan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menghasilkan devisa ekspor baru bagi negara. Peningkatan fasilitas perizinan berusaha yang terintegrasi secara digital (Online Single Submission) dan jaminan kepastian hukum memberikan kenyamanan bagi para investor untuk merealisasikan komitmen investasinya, sehingga arus modal masuk tidak hanya bertumpu pada pasar keuangan yang sensitif, melainkan pada sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Selain itu, percepatan fasilitasi investasi hilirisasi di luar Pulau Jawa terus diperluas guna mendorong pemerataan struktur pertumbuhan ekonomi antardaerah. Penguatan rantai pasok lokal yang menghubungkan industri skala besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah menjamin bahwa dampak ekonomi dari masuknya modal asing dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan Rupiah merupakan manifestasi nyata dari