Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pakar Politik Jelaskan Suara dan Dukungan Ganjar di Sumatera Barat Terus Berpotensi Naik - Kata Papua

Pakar Politik Jelaskan Suara dan Dukungan Ganjar di Sumatera Barat Terus Berpotensi Naik

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Raifa Pratista

Pakar politik menjelaskan bahwa suara dan juga dukungan kepada sosok Ganjar Pranowo di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bisa untuk terus berpotensi naik. Hal tersebut dikarenakan mesin partai dari PDI Perjuangan sendiri sangatlah kuat, selain itu para pendukung mereka juga merupakan orang-orang yang sangat loyal.

Guru Besar (Gubes) Ilmu Politik di Universitas Andalan, Prof. Asrinaldi mengungkapkan bahwa ternyata Ganjar Pranowo masih terus memiliki pekuang untuk bisa meraup seluruh suara masyarakat di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan jauh lebih maksimal lagi.

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa pakar tersebut menjelaskan demikian. Pasalnya, menurutnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sendiri memiliki mesin partai yang sangat luar biasa dan bisa digerakkan dibeberapa daerah, termasuk juga bagaimana loyalitas yang luar biasa dimiliki oleh para pendukung serta relawannya.

Beberapa diantaranya jika dilihat di Sumatera Barat sendiri, PDI Perjuangan memiliki suara di daerah Dharmasraya, Pasaman Barat dan juga Mentawai, yang mana ketiga lokasi itu memang merupakan kunci penting bagi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu untuk bisa terus meraup suara dengan maksimal di Sumbar.

Sehingga jelas sekali bahwa didaerah dengan basis loyalis partai berlogo banteng dengan moncong putih itu tentunya akan sangat berpengaruh dan mampu mempengaruhi pula pilihan masyarakat Minang di Sumatera Barat untuk menentukan pilihan dan memantapkan hatinya pada Ganjar Pranowo.

Maka dari itu, bagaimana mesin politik yang dimiliki oleh PDI Perjuangan memang merupakan kunci kemenangan jika mereka semua terus bekerja dengan sangat keras diberbagai daerah, termasuk juga di daerah yang masih menjadi swing voters seperti di Padang. Lantaran keberadaan swing voters sendiri sebenarnya bisa sangat menguntungkan apabila mampu dikelola dengan tepat.

Lebih lanjut, Prof. Asrinaldi memprediksi dan terus optimis meyakini bahwa peluang itu akan mampu untuk dikuasai oleh PDI Perjuangan sehingga suara yang dimiliki oleh pemimpin berambut putih tersebut di perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang mampu terus meningkat, khususnya di Sumatera Barat.

Sebelumnya, masih menyinggung mengenai bagaimana mesin politik dari PDI Perjuangan sendiri, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Puan Maharani terus mendorong agar adanya kegiatan konsolidasi seluruh kader yang dihelat di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu mampu untuk terus menguatkan semangat seluruh kader mereka demi bisa memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 sehingga dirinya terus mendorong agar mesin partai bisa segera bekerja dengan maksimal.

Semangat dan pengorbanan untuk berjuang memang terus digelorakan oleh semua kader dari PDI Perjuangan, sehingga memang mesin partai yang dimiliki oleh parpol berideologi Marhaenisme itu akan bisa sesegera mungkin bekerja dengan luar biasa demi pemenangan mereka.

Kemudian, fakta dilapangan pula bahwa sampai saat ini, seluruh relawan pendukung Ganjar Pranowo memang sangat loyal dan terus bekerja keras untuk melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, khususnya untuk masyarakat di Sumatera Barat. Salah satunya adalah dengan Relawan Mak Ganjar yang berupaya untuk menghadirkan banyak manfaat disetiap kegiatan sosialisasi yang mereka lakukan, khususnya bagi kaum ibu-ibu.

Koordinator Wilayah (Korwil) Mak Ganjar Sumbar, Ulfa Yulida menjelaskan bahwa mereka melakukan rangkaian pelatihan sebagai bentuk komitmennya untuk terus mendorong adanya pemberdayaan peran perempuan di bidang ekonomi. Selain itu, dengan adanya pelatihan tersebut juga mampu meningkatkan produk dari industri rumahan dan meningkatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dukungan terus mengalir kepada Ganjar Pranowo bahkan bukan hanya datang dari para pendukungnya yang memang sudah sebelumnya sangat loyal saja, melainkan dukungan juga datang dari sebanyak ratusan orang yang mengaku dulunya pernah menjadi relawan untuk Prabowo pada Pilpres 2019 silam di Padang Sumatera Barat.

Mereka pada akhirnya memutuskan untuk memindahkan dukungan mereka kepada Capres PDI Perjuangan itu dengan menggelar deklarasi dan diwarnai dengan aksi gantu baju dari kaos bergambar Pranowo menjadi kaos bergambar wajah pemimpin berusia 54 tahun tersebut bertuliskan ‘Ganjar Pranowo 2024 (GP 2024).

Koordinator PS19GP24, Jhon Kenedi menyatakan bahwa perpindahan yang mereka lakukan itu lantaran memang mereka mencari sosok pemimpin yang mampu untuk menjadi simbol regenerasi kepemimpinan nasional, yang mana mereka melihat bahwa sosok tersebut memang ada pada diri Ganjar Pranowo dan sangat percaya dirinya mampu menjadi pemimpin tepat bagi bangsa ini.

Melihat bagaimana antusiasme yang dimiliki oleh para masyarakat Minang di Sumatera Barat (Sumbar), memang jelas terbukti bahwa tentunya perolehan suara dari Ganjar Pranowo akan mampu terus meningkat berkat adanya dukungan yang terus bertambah bahkan dari berbagai daerah serta dari banyak kalangan masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Forum Literasi Padan

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pangan dan Energi Diperkuat hingga Pelosok

Oleh : Aditya Perdana Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk menilai kemajuan sekaligus pekerjaan rumah di bidang pangan dan energi. Pemerintah mencatat peningkatan produksi beras dan memperkuat agenda transformasi energi. Namun, keberhasilan kebijakan pada akhirnya perlu diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan. Di bidang pangan, Indonesia mencatat produksi beras sebesar 34,69 juta ton sepanjang Januari hingga Desember 2025. Cadangan beras pemerintah mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Dengan perkiraan ketersediaan nasional sebesar 26,91 juta ton, stok beras diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 310 hari. Capaian tersebut memperkuat upaya pemerintah membangun kemandirian pangan dan menjaga pasokan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Perubahan tata kelola pertanian ikut mendukung peningkatan produksi. Pemerintah menyederhanakan penyaluran pupuk bersubsidi agar distribusinya lebih cepat dan tepat sasaran. Alokasi pupuk ditambah 700 ribu ton, sementara harga eceran tertinggi diturunkan hingga 20 persen. Langkah ini dapat membantu petani mengurangi beban biaya dan memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan. Agar kebijakan tersebut benar-benar terasa, pelaksanaannya perlu terus diperiksa dari sudut pandang petani. Pupuk harus tersedia sesuai musim tanam, mudah diakses, dan tidak menyulitkan petani dengan proses administrasi yang berbelit. Pemerintah daerah, kelompok tani, dan koperasi dapat dilibatkan dalam pemantauan distribusi. Saluran pengaduan yang sederhana juga perlu disertai kepastian tindak lanjut, sehingga laporan tentang keterlambatan atau kelangkaan pupuk segera ditangani. Ketahanan pangan tidak berhenti pada ketersediaan beras. Petani juga membutuhkan kepastian pasar, harga jual yang wajar, akses pembiayaan, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas. Perluasan produksi sebaiknya berjalan bersama perlindungan lahan pertanian dan perbaikan sarana irigasi. Pemerintah dapat menggunakan masukan dari petani di tiap daerah untuk mengetahui kendala yang berbeda, mulai dari kondisi lahan hingga jalur distribusi hasil panen. Energi juga menjadi fondasi bagi kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Presiden Prabowo mengarahkan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero), mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta percepatan pemanfaatan tenaga surya dengan ambisi kapasitas 100 gigawatt. Rancangan transformasi PLN akan dikaji bersama Danantara sebelum dipaparkan kepada Presiden. Pembenahan ini penting seiring kebutuhan listrik rumah tangga, industri, dan layanan publik yang terus meningkat. Bagi masyarakat, ukuran kemajuan energi tampak dalam pasokan listrik yang andal dan pelayanan yang tanggap. Listrik yang stabil membantu anak belajar, menjaga kegiatan usaha kecil, serta mendukung layanan kesehatan dan pendidikan. Karena itu, evaluasi kinerja PLN perlu memperhatikan pengalaman pelanggan, termasuk warga di wilayah terpencil yang menghadapi gangguan lebih lama atau akses layanan yang terbatas. Efisiensi perusahaan juga perlu berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan pemberian subsidi yang tepat sasaran. Percepatan energi bersih dapat menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan sekaligus daya saing Indonesia. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 memuat tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan sebesar 69,5 gigawatt, termasuk 17,1 gigawatt tenaga surya. Sementara itu, ambisi pengembangan tenaga surya hingga 100 gigawatt memerlukan tahapan yang jelas. Kesiapan jaringan, kepastian investasi, ketersediaan teknologi, dan pelatihan tenaga kerja perlu dirancang secara terpadu. Pengembangan energi bersih juga sebaiknya membuka manfaat ekonomi di daerah. Pemerintah dapat mendorong pelatihan bagi tenaga kerja lokal, mendukung industri komponen, dan memastikan masyarakat sekitar memperoleh informasi serta kesempatan berpartisipasi. Dengan demikian, proyek energi tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menciptakan keterampilan, lapangan kerja, dan kegiatan ekonomi baru. Pilihan teknologi lain, termasuk tenaga nuklir, memerlukan pembahasan yang terbuka. Pembangkit listrik tenaga nuklir telah tercantum dalam RUPTL 2025–2034 dan pemerintah menerima masukan dari kalangan akademisi serta kelompok cendekiawan. Potensi pasokan listrik rendah emisi dan stabil perlu dinilai bersama persyaratan keselamatan, pengawasan independen, kesiapan teknologi, serta dampaknya bagi masyarakat. Penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu publik ikut menilai kebijakan berdasarkan informasi yang utuh. Pangan dan energi juga saling berkaitan. Produksi dan distribusi pangan membutuhkan energi, sedangkan listrik yang andal mendukung pengolahan hasil pertanian dan kegiatan usaha. Pemerintah dapat memperkuat koordinasi kedua sektor dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga. Masukan mereka sejak tahap perencanaan akan membantu kebijakan lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan mengurangi risiko program tidak berjalan optimal. Memasuki tahun ketiga pemerintahan, pekerjaan berikutnya adalah menjaga capaian sekaligus memperbaiki pelaksanaan yang masih menghadapi kendala. Ketahanan pangan perlu terasa melalui pasokan terjangkau dan kesejahteraan petani. Ketahanan energi perlu tampak dalam listrik yang andal, layanan yang responsif, dan manfaat pembangunan yang menjangkau daerah. Evaluasi berkala, keterbukaan informasi, dan kesediaan mendengar masyarakat akan membantu pemerintah menentukan langkah yang lebih tepat. Pangan dan energi yang kuat hingga pelosok tidak tercapai hanya melalui target nasional. Keduanya membutuhkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat dan kebijakan yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tiap daerah. Jika kemajuan terus diiringi masukan publik dan pembenahan yang terukur, agenda kemandirian pangan dan energi dapat menjadi bagian nyata dari peningkatan kesejahteraan rakyat. )* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis