Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ganjar Pranowo Mampu Lanjutkan Pembangunan, Relawan di Surabaya Terus Bergerilya - Kata Papua

Ganjar Pranowo Mampu Lanjutkan Pembangunan, Relawan di Surabaya Terus Bergerilya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

SURABAYA — Sangat percaya kepada sosok Ganjar Pranowo karena dinilai merupakan pemimpin yang tepat dan mampu untuk melanjutkan seluruh program pembangunan Presiden Jokowi, relawan di Surabaya terus bergerilya.

Diketahui bahwa para relawan tersebut tergabung ke dalam Sahabat Indonesia Bersatu (Siber), yang mana mereka menyosialisasikan Capres PDI Perjuangan khususnya dikalangan milenial.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan adalah dengan membagikan minyak goreng kepada warga yang membutuhkan.

Menurut salah seorang warga, kegiatan potong rambut dan pembagian minyak goreng gratis itu memang sangat membantu masyarakat karena saat ini harga sembako dipasaran tengah naik.

“Adanya kegiatan potong rambut gratis dan pembagian minyak goreng gratis sangat membantu sekali, soalnya dapat meringankan biaya belanja keluarga,” ujar Aditya, salah seorang warga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Sahabat Indonesia Bersatu, Tedi Supriadi mengungkapkan bahwa memang kegiatan yang mereka gelar itu untuk membantu para pelaku usaha barbershop.

Selain itu, kegiatan tersebut juga demi membantu masyarakat yang tengah terdampak dengan adanya kenaikan harga sembako.

Lebih lanjut, dirinya berkomitmen akan terus menggencarkan sosialisasi Ganjar Pranowo ke tengah masyarakat lantaran menilai bahwa sosoknya memang sangat tepat untuk bisa menjadi Presiden RI 2024.

Bukan hanya itu, namun Ketum Sahabat Indonesia Bersatu itu juga menilai bahwa pemimpin kelahiran Kabupatan Karanganyar itu juga mampu meneruskan seluruh program kerja milik Presiden Jokowi.

“Siber terus menggelar kegiatan sosial dengan tujuan mengenalkan Ganjar Pranowo kepada masyarakat. Ganjar Pranowo ialah sosok yang tepat menjadi Presiden Indonesia selanjutnya dan bisa meneruskan program kerja Jokowi,” ungkap Tedi.

Relawan pendukung Ganjar Pranowo lainnya yang terus bergerilya di Kota Pahlawan Surabaya tergabung ke dalam Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia.

Sosialisasi dan kegiatan positif yang mereka lakukan menyasar kepada ibu-ibu yang berada di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Jawa Timur.

Koordinator Kowarteg Indonesia, Noehrozi mengaku bahwa kegiatan yang mereka lakukan itu juga bertujuan untuk menyosialisasikan gaya hidup sehat pula, karena menggelar senam bersama.

Dari adanya kegiatan yang terlaksana itu, ternyata masyarakat menerima dengan sangat positif dan penuh antusiasme.

“Hal ini terbukti dari tingginya animo dan semangat peserta yang mencapai 70 orang,” kata Noehrozi.

Dia juga menambahkan dan berharap semoga dengan kegiatan yang dihelat oleh Kowarteg Indonesia tersebut mampu mendatangkan manfaat yang nyata untuk masyarakat.

“Semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata kepada warga yang ada dan hadir langsung,” kata Koordinator Kowarteg Indonesia tersebut

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pangan dan Energi Diperkuat hingga Pelosok

Oleh : Aditya Perdana Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk menilai kemajuan sekaligus pekerjaan rumah di bidang pangan dan energi. Pemerintah mencatat peningkatan produksi beras dan memperkuat agenda transformasi energi. Namun, keberhasilan kebijakan pada akhirnya perlu diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan. Di bidang pangan, Indonesia mencatat produksi beras sebesar 34,69 juta ton sepanjang Januari hingga Desember 2025. Cadangan beras pemerintah mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Dengan perkiraan ketersediaan nasional sebesar 26,91 juta ton, stok beras diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 310 hari. Capaian tersebut memperkuat upaya pemerintah membangun kemandirian pangan dan menjaga pasokan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Perubahan tata kelola pertanian ikut mendukung peningkatan produksi. Pemerintah menyederhanakan penyaluran pupuk bersubsidi agar distribusinya lebih cepat dan tepat sasaran. Alokasi pupuk ditambah 700 ribu ton, sementara harga eceran tertinggi diturunkan hingga 20 persen. Langkah ini dapat membantu petani mengurangi beban biaya dan memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan. Agar kebijakan tersebut benar-benar terasa, pelaksanaannya perlu terus diperiksa dari sudut pandang petani. Pupuk harus tersedia sesuai musim tanam, mudah diakses, dan tidak menyulitkan petani dengan proses administrasi yang berbelit. Pemerintah daerah, kelompok tani, dan koperasi dapat dilibatkan dalam pemantauan distribusi. Saluran pengaduan yang sederhana juga perlu disertai kepastian tindak lanjut, sehingga laporan tentang keterlambatan atau kelangkaan pupuk segera ditangani. Ketahanan pangan tidak berhenti pada ketersediaan beras. Petani juga membutuhkan kepastian pasar, harga jual yang wajar, akses pembiayaan, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas. Perluasan produksi sebaiknya berjalan bersama perlindungan lahan pertanian dan perbaikan sarana irigasi. Pemerintah dapat menggunakan masukan dari petani di tiap daerah untuk mengetahui kendala yang berbeda, mulai dari kondisi lahan hingga jalur distribusi hasil panen. Energi juga menjadi fondasi bagi kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Presiden Prabowo mengarahkan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero), mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta percepatan pemanfaatan tenaga surya dengan ambisi kapasitas 100 gigawatt. Rancangan transformasi PLN akan dikaji bersama Danantara sebelum dipaparkan kepada Presiden. Pembenahan ini penting seiring kebutuhan listrik rumah tangga, industri, dan layanan publik yang terus meningkat. Bagi masyarakat, ukuran kemajuan energi tampak dalam pasokan listrik yang andal dan pelayanan yang tanggap. Listrik yang stabil membantu anak belajar, menjaga kegiatan usaha kecil, serta mendukung layanan kesehatan dan pendidikan. Karena itu, evaluasi kinerja PLN perlu memperhatikan pengalaman pelanggan, termasuk warga di wilayah terpencil yang menghadapi gangguan lebih lama atau akses layanan yang terbatas. Efisiensi perusahaan juga perlu berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan pemberian subsidi yang tepat sasaran. Percepatan energi bersih dapat menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan sekaligus daya saing Indonesia. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 memuat tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan sebesar 69,5 gigawatt, termasuk 17,1 gigawatt tenaga surya. Sementara itu, ambisi pengembangan tenaga surya hingga 100 gigawatt memerlukan tahapan yang jelas. Kesiapan jaringan, kepastian investasi, ketersediaan teknologi, dan pelatihan tenaga kerja perlu dirancang secara terpadu. Pengembangan energi bersih juga sebaiknya membuka manfaat ekonomi di daerah. Pemerintah dapat mendorong pelatihan bagi tenaga kerja lokal, mendukung industri komponen, dan memastikan masyarakat sekitar memperoleh informasi serta kesempatan berpartisipasi. Dengan demikian, proyek energi tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menciptakan keterampilan, lapangan kerja, dan kegiatan ekonomi baru. Pilihan teknologi lain, termasuk tenaga nuklir, memerlukan pembahasan yang terbuka. Pembangkit listrik tenaga nuklir telah tercantum dalam RUPTL 2025–2034 dan pemerintah menerima masukan dari kalangan akademisi serta kelompok cendekiawan. Potensi pasokan listrik rendah emisi dan stabil perlu dinilai bersama persyaratan keselamatan, pengawasan independen, kesiapan teknologi, serta dampaknya bagi masyarakat. Penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu publik ikut menilai kebijakan berdasarkan informasi yang utuh. Pangan dan energi juga saling berkaitan. Produksi dan distribusi pangan membutuhkan energi, sedangkan listrik yang andal mendukung pengolahan hasil pertanian dan kegiatan usaha. Pemerintah dapat memperkuat koordinasi kedua sektor dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga. Masukan mereka sejak tahap perencanaan akan membantu kebijakan lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan mengurangi risiko program tidak berjalan optimal. Memasuki tahun ketiga pemerintahan, pekerjaan berikutnya adalah menjaga capaian sekaligus memperbaiki pelaksanaan yang masih menghadapi kendala. Ketahanan pangan perlu terasa melalui pasokan terjangkau dan kesejahteraan petani. Ketahanan energi perlu tampak dalam listrik yang andal, layanan yang responsif, dan manfaat pembangunan yang menjangkau daerah. Evaluasi berkala, keterbukaan informasi, dan kesediaan mendengar masyarakat akan membantu pemerintah menentukan langkah yang lebih tepat. Pangan dan energi yang kuat hingga pelosok tidak tercapai hanya melalui target nasional. Keduanya membutuhkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat dan kebijakan yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tiap daerah. Jika kemajuan terus diiringi masukan publik dan pembenahan yang terukur, agenda kemandirian pangan dan energi dapat menjadi bagian nyata dari peningkatan kesejahteraan rakyat. )* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis