Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pemerintah Berhasil Bongkar Sindikat Judi Daring Bertaut China-Kamboja, Puluhan Pelaku Ditangkap - Kata Papua

Pemerintah Berhasil Bongkar Sindikat Judi Daring Bertaut China-Kamboja, Puluhan Pelaku Ditangkap

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Aparat kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas praktik judi daring yang meresahkan masyarakat. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berhasil menggerebek sindikat judi daring bertaut jaringan internasional asal China dan Kamboja, yang beroperasi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam operasi serentak yang dilakukan oleh tim Subdit III Jatanras, polisi menangkap 22 tersangka yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, penggerebekan dilakukan di tiga lokasi utama, yakni perumahan Cibubur Country di Bogor, dua rumah di Jatirahayu, Bekasi, serta di perumahan Villa Tangerang Regensi Baru, Banten.

“Situs judi daring yang dikendalikan para tersangka memiliki server yang berada di China dan Kamboja. Adapun domain yang mereka gunakan di Indonesia adalah Akasia899 dan Tanjung899,” ujar Djuhandhani.

Dalam operasinya, para pelaku bertugas menyebarkan promosi dan iklan judi daring kepada masyarakat. Untuk melancarkan aksinya, sindikat ini memanfaatkan kartu perdana yang sudah teregistrasi dan menggunakannya untuk mengaktifkan akun WhatsApp.

“Setidaknya ada 2.648 nomor telepon selular yang digunakan untuk mengirimkan iklan judi daring secara acak melalui broadcast WhatsApp. Masing-masing sindikat bahkan bisa membuat hingga 500 akun WhatsApp per hari,” ungkap Djuhandhani.

Lebih lanjut, komunikasi antara pelaku di Indonesia dan jaringan utama di China-Kamboja dilakukan melalui grup Telegram dan WhatsApp, dengan tujuan berbagi data nomor ponsel dan omset harian dari aktivitas judi daring. Dana hasil operasional haram ini kemudian disamarkan melalui rekening atas nama orang lain (nominee) serta ditransaksikan menggunakan mata uang kripto yang dicairkan lewat sejumlah payment gateway.

“Pelaku menyamarkan aliran uang seolah berasal dari jual beli barang. Keuntungan mereka mencapai ratusan miliar rupiah hanya dalam kurun waktu satu tahun,” jelasnya.

Sementara itu, keberhasilan serupa juga dicapai oleh Polda Bali yang berhasil membongkar sindikat pengumpul data pribadi untuk keperluan judi daring internasional.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Ranefli Dian Candra, mengungkap bahwa sindikat yang dikendalikan oleh pelaku bernama Constantin dan lima rekannya telah beroperasi sejak September 2024.

“Mereka ini mengumpulkan data pribadi korban untuk dikirim ke Kamboja dan digunakan untuk judi daring oleh jaringan di sana,” ungkap Ranefli.

Menurut Ranefli, pelaku menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah, seperti pengemudi ojek daring dan penjaga toko, untuk dijadikan sasaran pembukaan rekening bank.

“Sudah ada ratusan rekening dikirim ke Kamboja, dan sindikat ini meraup keuntungan ratusan juta rupiah dari aktivitas ilegal tersebut,” tambahnya.

Keberhasilan aparat dalam membongkar jaringan judi daring lintas negara ini menegaskan ketegasan dan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif kejahatan digital.

Pemerintah terus mendorong kolaborasi antar-instansi, termasuk kepolisian, OJK, PPATK, dan Kemkomdigi, guna memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan menjaga integritas ruang digital nasional.-

[edRW]

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Optimalkan Mitigasi Bencana, Perkuat Peringatan Dini dan Pendidikan Kebencanaan 

Oleh : Salsabila R  Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim kemarau menuju musim hujan pada akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan terhadap perubahan pola cuaca, penguatan mitigasi di daerah rawan bencana, serta edukasi kebencanaan yang melibatkan sekolah dan masyarakat. Sinergi antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Perubahan musim merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi cuaca dapat berubah dan memengaruhi tingkat risiko di berbagai wilayah. Setelah menghadapi musim kemarau yang relatif panjang dan kering, masyarakat perlu mempersiapkan langkah antisipasi terhadap peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir, tanah longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Kesiapsiagaan sejak dini diperlukan agar pemerintah daerah dan masyarakat memiliki waktu yang memadai untuk mengidentifikasi ancaman, menyiapkan sumber daya, serta menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Nino turut berkontribusi terhadap karakteristik musim kemarau 2026. Dalam menghadapi perubahan kondisi tersebut, kesiapsiagaan perlu disusun secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan informasi cuaca dan prediksi musim. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi musim hujan perlu mulai diperkuat meskipun sejumlah wilayah masih menangani dampak kekeringan. Saat ini kita semua sedang menangani dampak bencana kekeringan. Namun, dalam waktu dekat kita tentunya juga harus bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi saat musim basah tiba. Peringatan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan mitigasi yang adaptif terhadap perubahan ancaman. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan informasi meteorologi untuk meninjau kesiapan infrastruktur pengendali banjir, membersihkan saluran drainase, memetakan kawasan rawan longsor, serta menyiapkan jalur evakuasi. Di tingkat masyarakat, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari pembangunan di kawasan berisiko tinggi, dan mengenali tanda-tanda bahaya dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak bencana. BMKG memprediksi sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal. Meskipun awal musim hujan diperkirakan mundur di banyak wilayah, puncak musim hujan di sebagian besar daerah diproyeksikan tetap berlangsung pada Desember hingga Februari. Kondisi ini menegaskan bahwa perencanaan kesiapsiagaan perlu memperhatikan bukan hanya waktu dimulainya musim hujan, melainkan juga potensi peningkatan intensitas hujan ketika puncak musim tiba. Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, menekankan perlunya kewaspadaan terhadap karakteristik musim tersebut. Satu hal yang perlu kami sampaikan juga bahwa awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama. Artinya puncak musim hujan akan tetap terjadi di Desember, Januari, Februari, namun perlu waspada ketika musim hujan langsung puncak. Informasi prakiraan musim tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah antisipasi yang lebih terarah. Koordinasi antara BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait diperlukan agar informasi cuaca dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Penyebaran peringatan dini melalui berbagai saluran komunikasi juga perlu diperkuat sehingga masyarakat memperoleh informasi yang mudah dipahami, tepat waktu, dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan secara cepat. Selain kesiapan infrastruktur dan sistem peringatan dini, penguatan pengetahuan masyarakat menjadi unsur penting dalam pengurangan risiko bencana. BNPB mendorong pendidikan kebencanaan diterapkan secara konsisten, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat berkegiatan bagi anak-anak setiap hari. Edukasi tersebut tidak hanya mencakup ancaman banjir dan tanah longsor, tetapi juga gempa bumi, potensi megathrust, serta letusan gunung api yang membutuhkan pemahaman dan prosedur penanganan berbeda. BNPB menekankan bahwa pembentukan budaya sadar bencana harus dilakukan melalui pembelajaran berkelanjutan. Abdul Muhari menyampaikan bahwa penguatan kapasitas melalui pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan sepanjang hayat. Dengan pengetahuan yang memadai, peserta didik diharapkan mampu mengenali potensi bahaya, memahami prosedur keselamatan, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Salah satu upaya yang didorong adalah penerapan tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yaitu fasilitas sekolah yang aman, prosedur keselamatan dan evakuasi yang jelas, serta integrasi pendidikan kebencanaan dalam kegiatan pembelajaran. Ketiga pilar tersebut dapat dilaksanakan melalui pemeriksaan kondisi bangunan, pemasangan petunjuk jalur evakuasi, penyediaan titik kumpul, dan simulasi bencana secara berkala. Pelibatan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta unsur kebencanaan daerah akan membantu memastikan prosedur keselamatan dipahami dan dapat diterapkan oleh seluruh warga sekolah. Melalui pendekatan latihan yang terstruktur dan rutin, para siswa diharapkan mampu membentuk memori jangka panjang sehingga dapat mengambil keputusan dan bertindak cepat saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya Pelaksanaan simulasi secara rutin menjadi sarana untuk membangun respons yang terlatih sekaligus mengevaluasi kesiapan sekolah. Hasil latihan dapat digunakan untuk memperbaiki prosedur evakuasi, memperjelas pembagian tanggung jawab, dan mengidentifikasi kebutuhan fasilitas pendukung. Pendekatan ini juga dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat melalui sosialisasi, latihan evakuasi, serta pengenalan jalur aman di sekitar tempat tinggal. Penguatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi membutuhkan kerja sama yang konsisten antara pemerintah, lembaga terkait, satuan pendidikan, dan masyarakat. Dukungan informasi BMKG, koordinasi penanggulangan bencana oleh BNPB dan pemerintah daerah, serta pendidikan kebencanaan yang berkelanjutan dapat membentuk sistem mitigasi yang lebih tangguh. Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan musim, mengurangi risiko korban jiwa, serta menekan kerugian sosial dan ekonomi akibat bencana. )* Pengamat Lingkungan Hidup