Lompat ke konten utama

Kata Papua

Penguatan Literasi Digital Nasional untuk Lindungi Anak dari Ancaman Siber dan Judi Daring - Kata Papua

Penguatan Literasi Digital Nasional untuk Lindungi Anak dari Ancaman Siber dan Judi Daring

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh: Bara Winatha

Upaya pemerintah dalam menanggulangi maraknya judi daring terus mengalami penguatan seiring meningkatnya ancaman terhadap anak, keluarga, dan masyarakat luas. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan kini bergerak secara lebih terstruktur melalui kebijakan, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan ruang digital tetap aman, sehat, dan bebas dari praktik ilegal yang merusak. Di tengah agresivitas promosi situs judi daring, termasuk jaringan seperti Kingdom Group yang menyasar kelompok rentan, kebutuhan akan ekosistem digital yang terlindungi menjadi semakin mendesak. Berbagai kementerian, lembaga, hingga komunitas literasi mulai menekankan pentingnya pendampingan digital, terutama bagi anak-anak yang menjadi target paling mudah dari konten berisiko.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengatakan bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan mandat yang tidak dapat ditawar. Implementasi Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring menjadi landasan bagi pemerintah dan seluruh mitra strategis untuk memperkuat pencegahan eksploitasi digital anak, termasuk maraknya judi daring yang kini menyusup melalui gim, media sosial, dan platform komunikasi. Pemerintah telah memperkuat koordinasi penegakan hukum terhadap pihak yang memanfaatkan ruang digital untuk memperdagangkan atau mengeksploitasi anak.

Dalam konteks judi daring, keterlibatan anak kerap terjadi secara tidak langsung melalui permainan digital yang memiliki fitur mirip perjudian, skema loot box, hingga iklan terselubung. Orang tua harus memahami bahwa perjudian online modern tidak selalu muncul dalam bentuk situs kasino, tetapi dapat dikemas sebagai aktivitas hiburan yang tampak tidak berbahaya. Selain itu, Satuan pendidikan wajib menciptakan lingkungan yang aman, termasuk dari ancaman penyalahgunaan gawai dan paparan konten berbahaya.

Setiap anak berhak tumbuh tanpa kekerasan, baik di dunia nyata maupun digital, sehingga masyarakat yang mengetahui adanya eksploitasi atau kegiatan ilegal terkait judi daring didorong untuk melapor melalui mekanisme yang tersedia seperti UPTD PPA atau Kepolisian. Bagi Arifah, perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, dan penguatan literasi digital menjadi senjata penting untuk memastikan generasi muda tidak terjerumus pada praktik judi daring yang merusak.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa penanganan judi daring bukan semata urusan pemblokiran situs, tetapi langkah perlindungan serius bagi stabilitas sosial-ekonomi masyarakat. Ia memaparkan bahwa pemerintah menargetkan penurunan signifikan perputaran transaksi judi daring nasional yang sebelumnya diproyeksikan mencapai Rp 1.200 triliun menjadi sekitar Rp 200 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut mencerminkan upaya tegas pemerintah dalam membatasi ruang gerak sindikat kejahatan digital.

Nezar menjelaskan bahwa kerugian akibat judi daring tidak hanya menyangkut finansial, tetapi juga menciptakan tekanan sosial yang berat bagi keluarga. Banyak kasus kriminalitas yang dipicu oleh kekalahan judi, mulai dari pencurian, kekerasan rumah tangga, hingga penyalahgunaan data pribadi untuk meminjam uang secara ilegal. Ia menilai bahwa ancaman terbesar dari judi daring terletak pada sifatnya yang sangat mudah diakses, menjerumuskan, dan menyasar kelompok rentan seperti pelajar, ibu rumah tangga, serta pekerja sektor informal.

Ia menegaskan bahwa sektor jasa keuangan merupakan benteng terakhir dalam memutus mata rantai kejahatan digital, sehingga pengawasan harus dijalankan dengan ketat. Sementara itu, Kemkomdigi terus memberikan sanksi kepada platform digital yang melanggar aturan, termasuk pemutusan akses terhadap konten judi daring. Sejak Oktober 2024 hingga November 2025, lebih dari 2,4 juta konten judi daring telah ditangani, menunjukkan eskalasi ancaman yang tidak dapat dianggap ringan.

Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, mengatakan bahwa orang tua harus menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari paparan negatif ruang digital, termasuk judi daring yang kini semakin masif. Emma menilai bahwa teknologi digital tidak bisa dihindari, namun harus dikuasai dan diarahkan agar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa banyak kerusakan komunikasi, kesehatan mental, hingga identitas diri generasi muda yang bermula dari penggunaan gawai tanpa pendampingan.

Orang tua harus memahami cara bermedia sosial dengan baik, mengajarkan etika digital, serta melakukan filtrasi atas konten yang dikonsumsi anak. Generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi berkualitas hanya jika orang tua aktif memantau aktivitas digital mereka. Ia mengingatkan bahwa judi daring bukan sekadar aktivitas bermain, tetapi merupakan skema predatoris yang dirancang untuk menjerat korban melalui iming-iming keuntungan instan.

Pemerintah juga menekankan kewaspadaan terhadap jaringan seperti Kingdom Group yang memanfaatkan teknik digital canggih untuk menyasar kelompok rentan. Kelompok-kelompok semacam ini menggunakan promosi agresif, manipulasi psikologis, hingga teknik penipuan terstruktur untuk mendorong pengguna masuk ke dalam siklus perjudian. Masyarakat diminta lebih selektif menggunakan bantuan sosial dan memastikan bahwa dana tersebut tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal yang berpotensi merusak kehidupan keluarga.

Upaya pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat literasi digital menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk mencegah maraknya judi daring di Indonesia. Dengan keterlibatan tokoh pemerintahan, pendidikan, hingga komunitas literasi, agenda proteksi digital kini semakin diperkuat pada tataran keluarga, sekolah, dan institusi keuangan. Literasi digital merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks. Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan edukasi publik, Indonesia berupaya menciptakan ruang digital yang aman dan beretika bagi seluruh masyarakat, terutama anak-anak.

*)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan tertinggi justru dicatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni mencapai 11,22 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya hunian kamar hotel serta konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran. Perkembangan ini mencerminkan aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat yang turut menggerakkan industri perhotelan, kuliner, transportasi, serta berbagai usaha kecil di daerah wisata. Selanjutnya, sektor jasa keuangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,47 persen berkat peningkatan intermediasi perbankan. Sementara itu, jasa lainnya tumbuh 8,32 persen, antara lain didorong oleh meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara. Pertumbuhan berbagai sektor jasa tersebut memperlihatkan bahwa permintaan domestik dan mobilitas masyarakat masih menjadi penopang penting perekonomian Indonesia. BPS juga mengungkapkan bahwa industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada kuartal III 2026 dengan kontribusi mencapai 1,20 poin persentase. Edy Mahmud menjelaskan bahwa dari total pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen, sebanyak 1,20 poin persentase berasal dari industri pengolahan. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi 0,62 poin persentase, informasi dan komunikasi 0,49 poin persentase, sedangkan sektor lainnya memberikan kontribusi sebesar 2,22 poin persentase. Dalam setahun terakhir, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan kebijakan fiskal, keberlanjutan pembangunan, serta pemeliharaan aktivitas ekonomi domestik. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi instrumen penting untuk meredam tekanan ekonomi atau shock absorber. Berbagai upaya menjaga konektivitas, memperkuat layanan dasar, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif turut menjadi bagian dari strategi mempertahankan pertumbuhan. Keberhasilan tersebut perlu terus ditingkatkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Meskipun demikian, capaian positif tersebut tidak berarti Indonesia terbebas dari berbagai tantangan. Pertumbuhan sektor pertanian yang masih terbatas, kebutuhan meningkatkan daya saing industri, serta kerentanan terhadap perubahan kondisi ekonomi global tetap membutuhkan perhatian serius. Pemerintah perlu memastikan kebijakan anggaran berjalan tepat sasaran, sementara dunia usaha didorong meningkatkan investasi, inovasi, dan produktivitas agar perekonomian semakin kuat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan menganalisis perkembangan ekonomi terkini sekaligus prospek perekonomian menjelang akhir tahun. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap kuat di sekitar 5,5 persen. Optimisme tersebut didasarkan pada aktivitas ekonomi domestik yang diyakini masih menjadi penopang utama serta peran APBN yang stabil dan kuat dalam menghadapi berbagai guncangan. Suahasil menegaskan bahwa sinergi kebijakan dan momentum aktivitas ekonomi harus terus dijaga untuk mendukung pencapaian target tersebut. Oleh karena itu, koordinasi antarkementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi penting agar berbagai peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen pada kuartal