Lompat ke konten utama

Kata Papua

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka - Kata Papua

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Aceh Besar – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai peluncuran kembali Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai penguatan peran AMANAH sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh yang semakin berkembang dan berdaya saing.

Relaunching berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, komunitas pemuda, serta pelaku industri kreatif. Beragam atraksi dan penampilan karya anak muda turut memeriahkan kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, demonstrasi teknologi, hingga pertunjukan kreatif yang menunjukkan potensi besar generasi muda Aceh di berbagai bidang.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengatakan peluncuran kembali AMANAH menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul. “Kita memiliki fasilitas yang lengkap dan representatif. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berinovasi, dan menciptakan karya yang bermanfaat,” ujarnya di tengah kegiatan.

Kemeriahan acara semakin terasa saat para peserta menampilkan berbagai inovasi di sektor digital, pertanian modern, dan industri kreatif. Pengunjung terlihat antusias mencoba berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari studio podcast, ruang kreatif, hingga area pengembangan produk lokal yang menjadi kebanggaan Aceh.

Direktur AMANAH, Safwan Nurdin mengatakan relaunching ini memperkuat posisi AMANAH sebagai pusat pengembangan talenta muda. “Hari ini kita melihat semangat luar biasa dari anak-anak muda Aceh. Ini menjadi energi besar untuk terus melahirkan inovasi dan karya nyata,” katanya.

Tidak hanya menjadi ajang seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaktif, pelatihan singkat, serta diskusi kreatif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Atmosfer kolaboratif terasa kuat, memperlihatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kreatif yang dinamis.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kehadiran AMANAH membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengekspresikan potensi mereka. “Fasilitas ini luar biasa dan menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda yang ingin berkembang dan berkarya,” ungkapnya.

Dengan peluncuran kembali yang berlangsung sukses dan meriah, AMANAH semakin menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda Aceh. Energi kreativitas yang terpancar dari kegiatan ini mencerminkan optimisme baru dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju melalui tangan-tangan muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata