Lompat ke konten utama

Kata Papua

Amanah Aceh Resmi Diluncurkan Kembali, Program Pembinaan Pemuda Diperluas - Kata Papua

Amanah Aceh Resmi Diluncurkan Kembali, Program Pembinaan Pemuda Diperluas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (AMANAH) kembali diluncurkan. Program ini dilakukan melalui pendekatan terpadu dengan basis menggabungkan pembinaan kepemimpinan berkarakter dan penguatan ekosistem kewirausahaan dan potensi lokal.

Dalam rangka perkuat program AMANAH ini, sejumlah anak muda dari berbagai daerah di Aceh mengikuti Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH, di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

Dalam penyampaiannya Ketua Amanah, Dr Syaifullah Muhammad, mengatakan bahwa generasi muda Aceh tidak kekurangan potensi, namun masih terbatas dalam hal ruang pengembangan diri, oleh karena perlu dukungan seluruh pihak untuk memberikan kesempatan menjadikan mereka generasi yang tangguh dan dan berdaya saing global.

“Anak muda Aceh tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi itu menjadi produktivitas dan daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, energi dan kreativitas yang tidak tersalurkan berpotensi mendorong munculnya perilaku destruktif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan Bupati Syech Muharram menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan AMANAH sebagai pusat pengembangan potensi anak muda, khususnya di bidang UMKM, pertanian modern, dan industri kreatif.

“Sudah ada gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Kita berharap AMANAH benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Besar,” ujar Syech Muharram.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan AMANAH dalam mengelola serta menghidupkan fasilitas yang ada, sehingga dapat menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM generasi muda Aceh. Ia mengingatkan bahwa generasi masa depan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Kita ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul dan hebat. Mereka harus kreatif, inovatif, dan tetap memiliki nilai-nilai budaya serta keislaman yang kuat,” tegasnya.

Syech Muharram juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, di antaranya penguatan sektor pertanian melalui program cetak sawah baru, perbaikan irigasi, pembangunan sumur bor dan pipanisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM, perikanan, peternakan dan perkebunan.

Ia bahkan menegaskan komitmennya selama memerintah Aceh Besar untuk menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. “Kita akan menjaga area persawahan. Tidak boleh lagi dibangun rumah atau bangunan lain di atas lahan produktif,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan pentingnya program pendidikan berbasis keagamaan seperti Beut Kitab Bak Sikula sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda Aceh Besar yang unggul dan hebat seperti program AMANAH.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata