Lompat ke konten utama

Kata Papua

AMANAH Dukung Upaya Presiden Jokowi Kembangkan Kompetensi Pemuda pada Pertanian - Kata Papua

AMANAH Dukung Upaya Presiden Jokowi Kembangkan Kompetensi Pemuda pada Pertanian

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh: Zulfikar Ibrahim

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi pemuda di sektor pertanian. Inisiatif ini mendukung visi besar Presiden RI ketujuh, Joko Widodo, yang fokus pada pengembangan kedaulatan pangan dan pemberdayaan pemuda dalam sektor pertanian.

Melalui berbagai kegiatan dan pelatihan, AMANAH mengintegrasikan inovasi pertanian modern dengan keterampilan teknis, memungkinkan generasi muda Aceh menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian telah menjadi fokus utama pemerintah. Hal tersebut sejalan dengan upaya Presiden Joko Widodo dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Pandemi yang melanda dunia pada 2020 menegaskan pentingnya sektor pertanian, karena terbukti menjadi salah satu sektor yang tetap bertahan dan tumbuh positif ketika sektor lain mengalami kontraksi.

Kepala Negara menekankan bahwa pertanian harus menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan bagi generasi muda, agar Indonesia tidak kekurangan tenaga terampil di bidang tersebut.

Salah satu wujud nyata upaya tersebut terlihat dari kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Sigli dan AMANAH, melalui salah satu ajang seminar UMKM Berbasis Pertanian.

Acara tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, dihadiri oleh pemuda-pemudi Aceh yang antusias mengembangkan keterampilan mereka di sektor pertanian. Ketua Himpunan, Reza Saputra, mengungkapkan bahwa seminar ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan menciptakan peluang usaha di bidang pertanian.

Tema yang diangkat, Bangkitkan Semangat, Ciptakan Peluang Berwirausaha di Bidang Pertanian, mencerminkan upaya AMANAH dalam memberikan wawasan dan motivasi kepada generasi muda.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Jokowi yang kerap menekankan pentingnya regenerasi di sektor pertanian. Saat ini, sekitar 71 persen dari total petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, sedangkan petani muda di bawah 45 tahun hanya mencapai 29 persen.

Presiden Indonesia pertama yang berasal dari kepala daerah dan bukan elite politik atau militer itu berharap lebih banyak generasi muda tertarik terjun ke dunia pertanian. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan sektor yang menjadi tumpuan ekonomi nasional, terutama di masa penuh ketidakpastian global.

Pandangan positif juga datang dari Teuku Hafni, Sub Koordinator Produksi Tanaman dan Pangan Dinas Pertanian Pidie. Menurutnya, meski perekonomian dunia masih bergejolak, sektor pertanian di Indonesia tetap menawarkan peluang besar.

Hafni menilai bahwa keberhasilan di sektor tersebut dapat dicapai melalui tiga langkah strategis yakni penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi budidaya modern, dan pengolahan hasil pertanian. Generasi muda diharapkan mampu mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi peluang, sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Keseriusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dalam membangun sektor pertanian juga terlihat dari penghargaan Agricola Medal yang diterimanya dari FAO. Penghargaan ini, menurut Presiden Jokowi, dipersembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah bahu-membahu mengembangkan pertanian nasional.

Kedaulatan dan kemandirian pangan menjadi fokus utama pemimpin bangsa kelahiran Kota Surakarta itu, yang menegaskan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi.

Capaian sektor pertanian Indonesia yang tumbuh 1,7 persen selama pandemi, dan kontribusinya sebesar 12,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023, menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan tersebut.

Program AMANAH, yang merupakan inisiatif dari Badan Intelijen Negara (BIN), juga berperan penting dalam mengembangkan sektor pertanian di Aceh. Tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, program ini juga berupaya memperkenalkan teknologi modern dan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam jangka panjang, ini akan membantu pemuda Aceh lebih kompeten dalam menghadapi persaingan di pasar lokal dan internasional.

Selain pengembangan SDM melalui pelatihan, AMANAH juga terlibat aktif dalam peningkatan infrastruktur pertanian di desa-desa. Ketua DPC APDESI Kabupaten Tanah Laut, Samsiar, menyatakan bahwa dana desa yang disalurkan pemerintah melalui kebijakan Presiden Jokowi telah membawa perubahan signifikan bagi desa-desa, terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan.

Program-program yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, yang semuanya berasal dari ide Presiden Jokowi, telah mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat desa.

Melalui berbagai upaya tersebut, AMANAH mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah dengan fokus pada regenerasi petani muda. Generasi muda harus memiliki kompetensi tidak hanya dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi dan manajemen bisnis pertanian. Ini penting untuk memastikan bahwa pertanian tetap menjadi sektor yang relevan dan kompetitif di era globalisasi, sesuai dengan harapan Presiden Jokowi.

Komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pemuda melalui sektor pertanian ini akan berlanjut, mengingat pentingnya sektor tersebut dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

AMANAH, dengan segala inisiatifnya, telah menunjukkan perannya dalam mendukung visi besar Presiden Jokowi untuk menciptakan generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.

*) Pengamat Sosial dan Kemanusiaan – Forum Keadilan Sosial Aceh Mandiri

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata