Kata Papua

Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif - Kata Papua

Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif

Jakarta, Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren kinerja yang dinilai positif oleh publik, tercermin dari meningkatnya angka kepuasan masyarakat dalam berbagai survei nasional. Sejumlah lembaga riset independen mencatat bahwa mayoritas responden memberikan penilaian baik terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan perlindungan sosial. Tingginya tingkat kepuasan ini menjadi indikator penting bahwa publik merasakan langsung dampak dari kebijakan yang diambil pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.

 

 

 

 

 

Kepercayaan masyarakat tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang diambil pemerintah dalam merespons tantangan global dan domestik. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat melalui intervensi yang tepat sasaran, termasuk menyediakan harga BBM yang stabil dan pengendalian harga bahan pokok. Selain itu, komitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan publik turut memberikan kontribusi terhadap persepsi positif masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

 

 

 

 

 

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi menjelaskan Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 75,1 persen, dinilai menjadi faktor kunci menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global. Angka kepercayaan tersebut menjadi modal strategis bagi pemerintah dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.

 

 

 

 

 

“Kalau kita perhatikan dari angka ini para pemirsa, jadi 75 persen, 75,1 persen publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini tentu menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah karena di tengah ketegangan isu global dan dampaknya terhadap berbagai aspek, baik di ekonomi ataupun aspek-aspek lain yang secara langsung merupakan konsekuensi dari ketegangan politik global yang terjadi,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Di sektor lain, perhatian pemerintah terhadap penguatan sumber daya manusia juga mendapat apresiasi luas. Program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi masyarakat seperti program Makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, serta Sekolah Rakyat dinilai sebagai investasi jangka panjang yang strategis. Publik melihat adanya keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

 

 

 

 

 

Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menilai bahwa pemerintah tepat dalam mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah dinamika harga energi global. Kebijakan ini dianggap mampu menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat.

 

 

 

 

 

“Langkah pemerintah untuk tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi adalah langkah yang sangat tepat karena ini akan menjaga inflasi dan mencegah kenaikan harga-harga lain,” ujarnya

 

 

 

 

 

Kebijakan ini juga dinilai memberikan efek berantai terhadap sektor-sektor strategis lainnya, seperti transportasi, logistik, dan kebutuhan pokok masyarakat yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi. Dengan tetap terkendalinya harga BBM bersubsidi, pelaku usaha kecil dan menengah dapat menjaga biaya produksi, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang berpotensi menekan konsumsi rumah tangga dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

 

 

Dengan dukungan masyarakat yang kuat, pemerintahan Prabowo Subianto diharapkan mampu terus menghadirkan kebijakan yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.