Kata Papua

Banyak Pihak Apresiasi Upaya BIN Melalui PMI Bina Petani Papua untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat - Kata Papua

Banyak Pihak Apresiasi Upaya BIN Melalui PMI Bina Petani Papua untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Banyak Pihak Apresiasi Upaya BIN Melalui PMI Bina Petani Papua untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Banyak pihak memberikan apresiasi sangat tinggi atas upaya yang telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Papua Muda Inspiratif (PMI) dalam rangka melakukan pembinaan untuk para petani Papua supaya bisa terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Para pemuda yang telah tergabung dalam PMI bersama dengan BIN telah melakukan pembinaan terhadap para petani di Papua untuk mengelola lahan jagung.

Mengenai hal tersebut, Koordinator PMI Provinsi Papua, Neil Leonardo Aiwoy mengatakan bahwa seluruh program tersebut bisa berjalan berkat kerja sama yang sangat intens dari pihak PMI dan banyak stakeholder lainnya, termasuk dukungan penuh dari BIN.

“Program ini berjalan atas kerjasama yang intens sekali dari PMI, Pemuda, Mama-Mama, dan Bapa-Bapa yang terlibat dari program ini. Dan tentunya program ini didukung penuh oleh BIN,” katanya.

Bukan hanya melakukan pamanfaatan lahan untuk pengelolaan jagung saja, melainkan pihaknya juga sudah menyiapkan banyak produk turunan lainnya dari jagung.

Seluruh hal tersebut ditujukan supaya terjadi pemanfaatan lahan mati di tanah masyarakat adat untuk menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kita hilirnya sudah menyiapkan beberapa produk turunan dari jagung. Kami PMI didampingi oleh BIN hanya memfasilitasi untuk melakukan pengelolaan lahan yang tidur ini supaya menambah nilai ekonomi untuk masyarakat,” ucap Neil.

Atas seluruh keberhasilan dan tujuan mulia yang diinisiasi oleh BIN melalui PMI tersebut bagi masyarakat Bumi Cendrawasih, sontak banyak sekali apresiasi dari berbagai pihak terus mengalir.

Salah seorang petani jagung, Mama Agustina mengatakan bahwa dirinya sangat senang atas segala perhatian mengenai kesejahteraan yang telah diberikan oleh PMI dan BIN.

Tidak hanya senang, bahkan dirinya menegaskan sudah sangat siap untuk melakukan pengelolaan lahan jagung tersebut.

Pasalnya, dirinya sangat bersyukur bahwa sekarang masyarakat Papua bisa bekerja di tanah mereka sendiri.

“Kami dengan senang hati kami bekerja di tanah kami sendiri. Terima kasih PMI dan BIN telah memperhatikan kami,” tutur Mama Agustina.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, M. Ridwan Rumasukan mengungkapkan bahwa pihak Pemprov Papua sangat mendukung seluruh program mengenai pengolahan jagung tersebut.

Bahkan pihak Pemprov sendiri juga telah memberikan bantuan berupa pembuatan pagar di lahan jagung milik masyarakat serta bantuan lain terkait kebutuhan pertanian.

Dirinya juga turut mengucapkan terima kasih kepada Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN, I Gde Made Kartikajaya karena rela terjun secara langsung untuk melakukan pembinaan pada masyarakat di Papua.

Menurut M. Ridwan, seluruh kegiatan tersebut bisa berjalan dengan sangat lancar berkat dukungan penuh pihak BIN.

“PMI melakukan yang baik, mari kita berpartisipasi. Pemprov Papua akan mendukung penuh. Terima kasih juga atas dukungan Pak Jenderal, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain pertanian jagung di Kampung Sitori Kab. Tambrauw Papua Barat Daya, PMI dan BIN juga melakukan pembinaan di bidang peternakan dibeberapa daerah di Papua, sebagai contoh peternakan Babi Milik Albert Burwas Kabupaten Manokwari Papua Barat dan Bengkel Sapi PMI Distrik Bomberay Kabupaten Fak – Fak.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Sekolah Rakyat dan Keyakinan bahwa Setiap Anak Punya Potensi

Sekolah Rakyat dan Keyakinan bahwa Setiap Anak Punya Potensi Oleh : Andika Pratama Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk menghadirkan keadilan sosial sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun, selama bertahun-tahun masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas karena kondisi ekonomi keluarga. Situasi tersebut tidak hanya membatasi kesempatan belajar, tetapi juga sering kali memengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan mereka terhadap masa depan. Karena itu, kehadiran Program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya.         Gagasan besar Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar menghadirkan sekolah gratis bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dibangun di atas keyakinan bahwa setiap anak memiliki bakat, kemampuan, dan peluang untuk berhasil apabila mendapatkan lingkungan belajar yang tepat. Dengan demikian, fokus utama Sekolah Rakyat bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik agar mampu melihat dirinya sebagai individu yang bernilai dan memiliki masa depan yang cerah.         Pandangan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memberikan motivasi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Kabupaten Magelang. Ia menegaskan bahwa setiap siswa merupakan anak-anak yang berharga dan memiliki potensi yang akan dikembangkan melalui proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Pernyataan tersebut mengandung makna penting bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun karakter, optimisme, dan keberanian anak untuk bermimpi lebih tinggi daripada keterbatasan yang selama ini mereka alami.         Pesan tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat karena salah satu tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga rendahnya rasa percaya diri. Tidak sedikit anak yang tumbuh dengan anggapan bahwa kemiskinan merupakan batas yang sulit ditembus. Akibatnya, mereka merasa tidak pantas bersaing atau bercita-cita tinggi. Sekolah Rakyat hadir untuk mengubah cara pandang tersebut dengan menanamkan keyakinan bahwa keadaan ekonomi bukanlah penentu masa depan seseorang.         Lebih dari itu, Sekolah Rakyat mengembangkan pendekatan pendidikan yang memperhatikan karakteristik setiap peserta didik. Melalui pemetaan minat dan bakat atau talent mapping, tenaga pendidik dapat mengenali potensi masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal dan tepat sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui prestasi akademik semata, tetapi juga kemampuan menemukan kekuatan unik setiap individu untuk dikembangkan secara optimal.