Lompat ke konten utama

Kata Papua

Dekat dengan Ulama, Suara Ganjar Pranowo Terus Meningkat di Sumbar Berkat Dukungan Para Santri - Kata Papua

Dekat dengan Ulama, Suara Ganjar Pranowo Terus Meningkat di Sumbar Berkat Dukungan Para Santri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

SUMATERA BARAT — Menjadi sosok pemimpin yang sangat dekat dengan para ulama, suara Ganjar Pranowo terus mengalami peningkatan di Sumatera Barat, salah satunya adalah berkat dukungan solid dari para santri.

Sekretaris Wilayah Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) di Provinsi Sumbar, Almaizet Putra terus bergerak untuk memperkenalkan sosok Capres dari PDI Perjuangan tersebut dalam Pilpres 2024.

Bukan hanya itu, namun mereka juga memintakan doa untuk kesuksesan Ganjar Pranowo pada kontestasi politik itu.

“Kami minta do’a supaya bapak Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden Indonesia pada pemilu 2024 mendatang,” harapnya.

Menjawab harapan yang dikemukakan oleh SDG, Pimpinan Majelis Taklim Nurul Iman, Ustadz Alpian juga turut mendoakan agar pemimpin berambut putih tersebut mampu terpilih.

“Semoga Bapak Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden Indonesia pada pemilu 2024,” harapnya.

Dukungan dan harapan bukan hanya berasal dari para sukarelawan saja, melainkan berasal langsung dari masyarakat Sumatera Barat sendiri. Arianto selaku salah satu warga juga sangat berharap supaya Ganjar bisa menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“Semoga bapak H. Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2024 – 2029,” tuturnya

Salah satu alasan mengapa para santri di Sumbar sangat mendukung Gubernur Jateng tersebut, pasalnya dirinya memang dikenal pula sebagai pemimpin yang dekat dengan para ulama.

Capres PDI Perjuangan itu sempat bersilaturahmi ke Ponpes Al Mu’ayyad Surakarta dan merasa sangat bersyukur karena selama ini terus didampingi oleh para santri dan kyai dalam merawat negeri.

Ucapan terima kasih dikemukakan oleh Ganjar kepada sosok KH Abdul Rozaq Shofawi karena banyaknya doa yang selama ini diberikannya.

“Maturnuwun Kiai Abdul Rozaq Shofawi atas segala doa dan pangestunya. Semoga membuka banyak pintu manfaat untuk kita semua. Bismillah,” kata Ganjar.

Tujuan kedatangan Gubernur Jateng yang akan segera habis masa jabatannya tersebut, adalah ntuk bisa mendapatkan banyak petuah dari para ulama.

Bukan hanya itu, namun Ganjar juga sekaligus ingin menyampaikan permintaan maaf apabila selama ini masih ada beberapa hal yang kurang dari kepemimpinannya di Jawa Tengah.

“Saya kesini berbincang mendapatkan banyak petuah. Karena saya mau habis masa jabatan, saya sowan kembali lah kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, mbah kyai,” katanya.

“Untuk bisa menyampaikan banyak hal termasuk tentu mohon maaf kalau selama memimpin Jawa Tengah ada yang kurang,” ungkap Ganjar.

Kemudian, K.H. Muhammad Faishol Razzaq menjelaskan bahwa sosok pemimpin seperti Ganjar sudah tepat lantaran mau meminta maaf kepada rakyatnya tatkala memiliki suatu kesalahan.

“Wajar sebagai seorang pimpinan ada kesalahan ya sesuatu yang wajar. Penting ada permintaan maaf pada rakyatnya, tidak ada yang lebih dari itu,” pungkasnya.

***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata