Kata Papua

Di Tengah Tekanan Global, APBN Dipastikan Tetap Aman - Kata Papua

Di Tengah Tekanan Global, APBN Dipastikan Tetap Aman

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Di Tengah Tekanan Global, APBN Dipastikan Tetap Aman

*Jakarta* – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman dan terjaga di tengah meningkatnya tekanan global. Keyakinan ini didasarkan pada kondisi fiskal nasional yang masih solid, didukung pengelolaan anggaran serta kebijakan yang adaptif dalam merespons dinamika perekonomian global.

 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kekuatan APBN saat ini tidak terlepas dari pengelolaan fiskal yang disiplin serta reformasi kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya. Ia menilai kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin meningkat, termasuk dalam hal pengelolaan defisit anggaran.

 

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa APBN kita tetap aman, bahkan banyak pihak global yang memberikan apresiasi terhadap kondisi ini,” ujarnya.

 

Dari sisi likuiditas, pemerintah juga memastikan posisi kas negara berada dalam kondisi yang memadai. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk menjaga stabilitas, termasuk pengelolaan kas yang proaktif guna mendukung aktivitas ekonomi nasional.

 

“Manajemen kas kita berjalan dengan baik. Dana sekitar Rp300 triliun kita tempatkan di perbankan untuk memperkuat likuiditas agar ekonomi tetap bergerak. Jadi tidak perlu khawatir, APBN kita masih sangat kuat,” jelas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

 

Lebih lanjut, pemerintah terus memperkuat kualitas belanja negara melalui reformasi struktural, seperti optimalisasi sistem perpajakan, perbaikan tata kelola bea cukai, serta peningkatan efisiensi anggaran. Kebijakan subsidi pun diarahkan lebih tepat sasaran.

 

“Subsidi difokuskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan kesehatan fiskal,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

 

Di tengah dinamika global, pemerintah tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia mampu menopang pertumbuhan. Permintaan domestik yang kuat menjadi salah satu faktor utama penyangga.

 

“Fondasi ekonomi kita tetap solid dan akan terus kita dorong agar pertumbuhan semakin cepat serta dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada dalam posisi stabil. Ia menyebut hasil simulasi menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek tetap terjaga.

 

“Dalam tiga bulan ke depan, kondisi perekonomian kita masih aman dan terkendali. Fundamental ekonomi kita tetap kuat,” tuturnya.

 

Pemerintah pun terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko global, termasuk ketegangan geopolitik. Langkah mitigasi disiapkan secara matang agar stabilitas tetap terjaga. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan sektor riil yang semakin kuat, APBN diyakini akan tetap aman serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Oleh: Rahmat Mahesa Masyarakat patut mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui keputusan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG subsidi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global serta fluktuasi harga minyak dunia, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik. Langkah ini juga memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha yang masih bergantung pada energi dengan harga terjangkau.                           Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, serta LPG subsidi tidak mengalami kenaikan meski sejumlah BBM non-subsidi telah disesuaikan mengikuti perkembangan harga pasar. Kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang masih sangat bergantung pada energi bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mendukung kegiatan usaha. Dengan harga energi yang tetap terjangkau, pemerintah berupaya mencegah peningkatan biaya transportasi dan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.