Lompat ke konten utama

Kata Papua

Distribusi BBM di Sumatra Kian Stabil, Pasokan Energi Masyarakat Semakin Terjamin - Kata Papua

Distribusi BBM di Sumatra Kian Stabil, Pasokan Energi Masyarakat Semakin Terjamin

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatra terus menunjukkan perbaikan. Berbagai langkah percepatan yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan pemangku kepentingan dinilai berhasil memperlancar penyaluran energi, mengurangi antrean di SPBU, serta menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabu Revolusi, meninjau langsung kondisi distribusi melalui Management Walkthrough di Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Kunjungan tersebut mencakup pemantauan Command Center sebagai pusat monitoring distribusi BBM dan inspeksi ke sejumlah SPBU di Kota Medan.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem CCTV maupun peninjauan lapangan, antrean kendaraan mulai berangsur normal dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.

Prabu mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mempercepat normalisasi distribusi BBM.

“Yang paling penting bagi kami adalah masyarakat kembali dapat memperoleh BBM dengan mudah dan nyaman. Hasil pemantauan hari ini menunjukkan kondisi di lapangan semakin baik. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci sehingga proses distribusi dapat kembali berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga memastikan stok BBM di Sumatra Utara berada dalam kondisi aman.

Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengoptimalkan operasional Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam, menambah armada mobil tangki, memperkuat personel Awak Mobil Tangki, serta mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Sementara itu, di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui inspeksi mendadak di sejumlah SPBU di Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kayuagung.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan seluruh sumber daya perusahaan difokuskan untuk mempercepat distribusi BBM.

“Seluruh elemen operasional kami bergerak penuh untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU. Fokus kami adalah memastikan pasokan terus mengalir, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan kondisi layanan segera pulih,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menyatakan hasil pengawasan menunjukkan antrean di SPBU mulai berkurang.

“Kami melihat hasil dari langkah-langkah yang telah disepakati bersama mulai terlihat, termasuk berkurangnya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi. Namun demikian, pengawasan akan terus diperkuat,” kata Herman Deru.

Ia juga mengajak masyarakat melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi agar penyaluran energi tetap tepat sasaran.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Kampung Nelayan Merah Putih: Negara Hadir Angkat Hidup Warga Pesisir

Oleh: Bagas Nurahman Kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir terus diperkuat melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan nelayan melalui pembangunan kawasan yang lebih layak, penyediaan sarana pendukung perikanan, hingga bantuan kapal penangkap ikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengangkat produktivitas dan kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan. Pemerintah kini mematangkan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan tahap pertama di berbagai daerah. Selain pembangunan kawasan, dukungan juga diberikan melalui pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan. Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam mengembangkan kegiatan ekonomi. Pembahasan mengenai perkembangan program tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah untuk memastikan program strategis sektor kelautan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Bagi masyarakat pesisir, pembangunan Kampung Nelayan memiliki arti penting karena kawasan tempat tinggal memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan yang mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertata sekaligus mendukung kegiatan nelayan. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan kawasan pesisir yang lebih produktif, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembangunan kawasan diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak dan produktif. Dukungan terhadap nelayan juga diperkuat melalui penyediaan kapal yang dapat menunjang kegiatan mereka di laut. Bantuan kapal menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produktivitas nelayan. Ketersediaan sarana melaut yang lebih memadai dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan lebih optimal. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh nelayan, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Konsep KNMP sendiri dikembangkan berdasarkan peninjauan langsung ke berbagai kampung nelayan sejak 2020. Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat kebutuhan terhadap penataan kawasan dan sarana penunjang aktivitas perikanan. Pemerintah kemudian mendorong pembangunan yang disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat di setiap wilayah. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pentingnya menjadikan produktivitas sebagai dasar dalam meningkatkan taraf hidup nelayan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Kampung Nelayan tidak berhenti pada perbaikan rumah atau lingkungan, tetapi diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan penghasilan dan kemandirian masyarakat. Pengembangan di Biak menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan masyarakat menjadi dasar perencanaan KNMP. Kawasan tersebut dikembangkan dengan memperhatikan berbagai fasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel, balai pertemuan, kawasan kuliner, hingga kantor pengelola. Kehadiran fasilitas yang saling terhubung diharapkan dapat memperlancar rantai kegiatan perikanan dari proses melaut hingga pengelolaan hasil tangkapan. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Target tersebut memperlihatkan besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir sekaligus potensi sektor kelautan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pengembangan kampung nelayan juga berjalan seiring dengan program budi daya tematik yang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penguatan masyarakat pesisir juga berkaitan dengan agenda swasembada protein. Sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi. Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat, pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian serta sistem pengawasan. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran, objektif, dan didukung sistem pengawasan yang terukur. Koordinasi internal terus diperkuat agar pembangunan dapat berlangsung cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, kehadiran negara diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Rumah dan lingkungan yang lebih tertata, fasilitas perikanan yang semakin lengkap, bantuan kapal, serta penguatan teknologi menjadi bagian dari langkah terpadu untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Program tersebut pada akhirnya tidak hanya membangun kawasan, tetapi