MIMIKA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penguatan akses pendidikan bagi anak-anak Papua melalui program Sekolah Rakyat dan pengembangan Sekolah Garuda. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI diarahkan untuk memperluas kesempatan belajar, membangun sumber daya manusia unggul, serta mempersiapkan generasi muda Papua menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut tercermin dari dukungan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/10/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap program strategis nasional di bidang pendidikan.
Lucky berinteraksi langsung dengan guru dan siswa serta melihat keterlibatan kadet Universitas Pertahanan yang sedang bertugas di sekolah tersebut. Ia mengapresiasi semangat belajar para siswa yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami melihat secara langsung bahwa adik-adik kita ini sangat berpotensi untuk menjadi generasi emas,” ujar Lucky.
Menurut dia, pembinaan siswa perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pendidikan akademis, tetapi juga pengembangan karakter, kedisiplinan, dan kebugaran jasmani. Karena itu, Korem 173/Praja Vira Braja berkomitmen mendukung fasilitas olahraga untuk membantu siswa mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan, termasuk ke sekolah kedinasan dan institusi militer.
Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat keberlanjutan program tersebut. Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan lahan seluas 8,5 hektare yang sedang dibersihkan sebagai persiapan pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum telah meninjau lokasi pembangunan sekolah serupa.
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. “Sekolah Rakyat merupakan program Presiden yang wajib kami dukung,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Pendidikan, Pelatihan, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial Regional VI Maluku dan Tanah Papua, Jhon H. Mampioper, juga mengapresiasi dukungan TNI dalam pembinaan dan pengamanan kegiatan pendidikan.
Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya pemerataan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi Papua. Melalui penguatan Sekolah Rakyat dan pengembangan Sekolah Garuda, pemerintah berupaya membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.




