Kata Papua

Ganjar Komitmen Tingkatkan Peluang Pekerjaan bagi Disabilitas dan Siapkan Sekolah Inklusi - Kata Papua

Ganjar Komitmen Tingkatkan Peluang Pekerjaan bagi Disabilitas dan Siapkan Sekolah Inklusi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ganjar Komitmen Tingkatkan Peluang Pekerjaan bagi Disabilitas dan Siapkan Sekolah Inklusi

JAKARTA — Ganjar Pranowo memiliki komitmen yang sangat kuat dalam meningkatkan peluang pekerjaan bagi para kaum penyandang disabilitas dan juga mempersiapkan sekolah inklusi untuk mereka.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam acara temu kangen dengan disabilitas di Jakarta Timur, yang mana dirinya memaparkan mengenai gagasan pentingnya terkait pemberian kuota khusus dalam pemerintahan dan juga perusahaan untuk disabilitas.

Menurut pemimpin berambut putih itu, dengan adanya pemberian kuota khusus pekerjaan tersebut, jelas akan bisa semakin mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi para disabilitas.

Lebih lanjut, Ganjar Pranowo juga menekankan bahwa hendaknya pemerintah harus mampu mengambil tindakan secara afirmatif dengan memberikan kuota pekerjaan secara khusus bagi disabilitas.

“Ya harus ada afirmasi. Maka umpama dalam ketenagakerjaan, mesti ada kewajiban perusahaan, pemerintah, kalau perlu dikasih kuota. Inilah tindakan afirmasi agar mereka (disabiltas) bisa bekerja,” katanya.

Selain mengenai kuota pekerjaan, pemimpin berusia 54 tahun itu juga memandang sangat penting adanya persiapan akan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan disabilitas.

Upaya untuk peningkatan SDM tersebut melibatkan adanya pelatihan dan juga peningkatan keterampilan agar penyandang disabilitas mampu dipersiapkan dalam mengisi posisi yang tersedia.

“Nah, kita bisa menyiapkan mereka agar mereka juga siap. Jadi ketemu, yang disini (pemerintah/perusahaan) dipaksa dengan aturan untuk memberikan kuota, yang sebelah sini (kaum disabilitas) disiapkan untuk dilatih agar nanti bisa mengisi kuota,” kata Ganjar.

Dengan adanya gagasan dan komitmen kuat tersebut, kemudian mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pendamping kaum disabilitas di Jakarta Timur, Mustar Bona Ventura.

Dia menyampaikan bahwa memang selama ini, rekam jejak yang ditunjukkan oleh Ganjar Pranowo sama sekali bukan seorang pemimpin yang pilih kasih.

“Figur Pak Ganjar 10 tahun di Jateng kita amati, ini orang yang betul-betul tidak pilih kasih, kepedulian Pak Ganjar terhadap disabilitas itu langsung betul-betul nyata, mempekerjakan, melatih, dan lebih penting tidak ada jarak,” ungkap Mustar.

Gagasan cemerlang yang dimiliki oleh sosok pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu dalam menyejahterakan penyandang disabilitas juga kemudian mendatangkan doa serta harapan besar dari para disabilitas kepada sosoknya.

Salah satu penyandang disabilitas, Reza Fahmi (40) berharap agar para penyandang disabilitas mampu mendapatkan perhatian dari pemerintah, utamanya terkait dengan pekerjaan, akses pendidikan, pelatihan dan sebagainya.

Bukan hanya itu, mereka juga mendoakan supaya Ganjar Pranowo mampu menjadi pemimpin masa depan bangsa yang mampu peduli pada kelompok disabilitas.

“Banyak di antara kami yang menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan yang tidak mau menerima peyandang disabilitas untuk bekerja,” kata Reza

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.