Lompat ke konten utama

Kata Papua

Generasi Muda Berperan Menciptakan Pemilu Damai - Kata Papua

Generasi Muda Berperan Menciptakan Pemilu Damai

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Janu Farid Kesar

Pemilu 2024 nanti akan menjadi kontestasi politik di mana 60% suara berasal dari kalangan anak muda. Harapannya anak muda saat ini harus aktif untuk terlibat dalam memberikan suaranya untuk menentukan nasib bangsa. Kesadaran politik harus ditumbuhkan pada anak muda apalagi mereka yang menyandang status pemilih pemula (first voters), kesadaran ini penting guna mencegah kampanye yang tidak sehat.

Banyak cara untuk bisa memengaruhi anak muda untuk menyemarakkan pemilu 2024, di era serba digital ini, kampanye tidak melulu pasang baliho atau bagi-bagi kaos, tetapi juga bisa melalui media sosial di mana mayoritas penggunanya adalah kalangan milenial dan pemilih pemula.

Anak muda sudah sepantasnya turut ambil bagian untuk aktif dalam seleksi kepemimpinan nasional yang akan datang. Anak muda sudah tidak lagi waktunya hanya menjadi objek tetapi juga harus berkontribusi dalam menyemarakkan semangat kampanye pemilu yang damai dan adil.

Salah satu gerakan guna mendukung terciptanya pemilu yang berkualitas adalah dengan menggelar diskusi publik seperti yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sahid dan Komunitas Anak Bangsa (ABAS) menggelar diskusi Menguji Reformasi dengan tema “Sudahkah Partai Politik Menjadi Ruang yang Inklusif Bagi Regenerasi Kepemimpinan”.

Geandra Kartasasmita selaku Chairman Anak Bangsa mengatakan, Inilah saatnya anak muda selaku pemilik 60% suara pada pemilu nanti untuk mengambil bagian. Turun tangan dan mau maju bersama dengan menawarkan gagasan demi Indonesia yang lebih baik dari hari ini. Komunitas tersebut juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pesta demokrasi yang akan datang. Geandra menilai bahwa keterlibatan anak muda sangat penting demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik.

Dirinya menuturkan bahwa ABAS akan bergerak mengajak anak muda untuk melek politik. ABAS juga berupaya mengampanyekan pemilu yang adil dan damai. ABAS berharap bahwa negara bisa netral dalam Pemilu 2024 dan membiarkan para calon untuk berkontestasi secara adil. Geandra menambahkan bahwa ABAS akan terus mengkampanyekan kesadaran politik di kalanan anak muda khususnya para firs voters, jangan sampai banyak yang golput karena hal tersebut rawan membuka peluang bagi kecurangan pada pemilu.
Sementara itu, Inisiator gerakan ABAS Gusti Arief menyambut baik progresifitas yang dilakukan oleh Geandra dan juga struktur secara keseluruhan. Apalagi kolaborasi ABAS tersebut rupanya mendapatkan sambutan baik oleh jajaran Universitas Sahid. Dekan FH Universitas Sahid, memberikan arahan kepada ABAS untuk menjadi agen-agen perubahan yang mampu membuat terobosan-terobosan baru.
Dekan FH Usahid menuturkan, organisasi anak-anak muda yang mau membicarakan dan memikirkan bangsa ini harus diperbanyak dan didukung. Pihaknya berharap agar Gerakan ABAS harus ditanamkan sebagai panggilan. Gerakan tersebut juga harus dilakukan berdasarkan pada kerja sama demi kepentingan bersama.
Pada kesempatan berbeda Anggota KPU Mochammad Afifudin menyampaikan pentingnya generasi muda untuk didorong partisipasinya, karena bagaimanapun juga, anak muda merupakan pemangku kepentingan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, para generasi muda juga diharapkan lebih selektif terhadap segala pemberitaan demi memfilter hoaks.
Afifudin juga berujar, bahwa KPU juga membutuhkan energi dari kalangan anak muda untuk menjaga toleransi atas persaingan politik dan memberikan nilai-nilai objektif, kritik yang baik terhadap penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut tentu saja sejalan dengan visi utama yang telah disosialisasikan oleh KPU, yakni Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, bukan pemecah belah bangsa.
Perlu diketahui bahwa terdapat 4 masalah besar yang melingkupi penyelenggaraan pemilu, yakni politik uang, politisasi SARA, Politik Identas dan hoax. Masalah itulah yang harus ditangani secar serius agar penyelenggaraan Pemilu dapat berjalan dengan lancar. Padahal Pemilu sendiri merupakan tahapan yang sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tinggal nanti bagaimana pelaksanaan pesta demokrasi ini dapat terwujud dengan damai, tidak hanya dibebankan pada penyelenggara serta peserta pemilu.
Pemilu 2024 merupakan topik yang sangat erat kaitannya dengan masa depan dan kemajuan Bangsa. Sehingga generasi muda juga harus mengambil perannya demi terpilihnya pemimpin yang kelak akan membawa bangsa Indonesia kepada 5 tahun kedepan. Energi positif dari generasi milenial tentu bisa dimanfaatkan untuk bisa berkolaborasi dengan pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pemilu 2024.
Selain itu, anak muda juga harus paham bahwa pengawasan terhadap pemilu bukan hanya tugas pemerintah, KPU dan Bawaslu saja, tetapi juga seluruh masyarakat termasuk anak muda juga memiliki peran dalam mengawasi jalannya kampanye menuju pemilu 2024. Anak muda yang kritis tidak akan mau menggadaikan pilihan nurani hatinya untuk mendukung wakil rakyat maupun pemimpin yang dikehendaki.
Anak muda dengan segenap energi dan kreativitasnya tentu saja perlu didukung jika mereka hendak terlibat aktif dalam menyukseskan Pilpres 2024. Anak muda juga memiliki pengaruh yang kuat untuk mengajak teman-temannya turut serta dalam hajat nasional bernama Pemilu.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah 

Oleh Prasetyo Mulya Percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto kini tidak hanya diarahkan untuk mengejar jumlah hunian, tetapi juga memastikan kualitas rumah yang diterima masyarakat benar-benar layak, aman, nyaman, dan sesuai standar. Fokus terhadap kualitas menjadi penting agar program perumahan rakyat tidak sekadar menghasilkan angka pembangunan yang besar, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah secara nyata. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Kerja sama pemerintah dan pengembang dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih muncul dalam pembangunan hunian, mulai dari aspek teknis, ketersediaan lahan, perizinan, pembiayaan, hingga penerapan standar kualitas bangunan. Dalam koordinasi bersama jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himperra, Menteri Ara menegaskan bahwa percepatan pembangunan rumah subsidi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap kualitas. Pengembang tidak cukup hanya memenuhi target jumlah unit, tetapi juga harus memastikan rumah yang dibangun sesuai spesifikasi dan dapat memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat penerima manfaat. Kontribusi Himperra dalam program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi salah satu gambaran perkembangan positif sektor perumahan. Dari target pembangunan sebanyak 47.000 unit rumah, Himperra telah merealisasikan lebih dari 22.000 unit. Capaian tersebut menunjukkan adanya keterlibatan aktif dunia usaha dalam mendukung agenda pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau. Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan tersebut karena program rumah subsidi tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, khususnya pengembang, memiliki posisi strategis dalam memastikan kebutuhan hunian masyarakat dapat dipenuhi. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang memberikan berbagai kemudahan di sektor perumahan harus diikuti dengan profesionalisme, integritas, dan komitmen pengembang dalam menjaga kualitas pembangunan. Perspektif tersebut menjadi semakin relevan karena keberhasilan Program 3 Juta Rumah seharusnya tidak hanya dihitung berdasarkan berapa banyak rumah yang selesai dibangun. Pemerintah juga perlu melihat apakah rumah tersebut benar-benar memenuhi standar kelayakan dan memberikan kepuasan kepada penerima. Penggunaan anggaran subsidi negara harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Pemerintah selama setahun terakhir menunjukkan upaya memperkuat ekosistem perumahan melalui peningkatan kolaborasi dengan pengembang, dukungan pembiayaan rumah subsidi, serta dorongan untuk menyelesaikan berbagai hambatan administratif dan regulasi. Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target pembangunan hunian sekaligus memperbaiki kualitas pelaksanaan program di lapangan. Maruarar Sirait juga mendorong Himperra agar tidak hanya berkembang sebagai organisasi pengembang, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha yang memiliki karakter kuat dan menjunjung profesionalisme. Pertumbuhan bisnis perumahan, menurutnya, harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial karena produk yang dibangun menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Di sisi lain, Himperra menyampaikan sejumlah usulan yang berkaitan dengan hambatan pembangunan perumahan, termasuk persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, penyediaan lahan, dan proses perizinan. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kelancaran pembangunan rumah sangat dipengaruhi oleh kepastian proses administratif serta kesiapan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan. Penguatan koordinasi juga akan dilakukan melalui jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himperra dengan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu mempercepat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penerapan kebijakan insentif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta fasilitasi pembebasan BPHTB bagi masyarakat sesuai kebijakan daerah dan ketentuan yang berlaku. Saat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengembang berjalan konsisten, berbagai hambatan administratif dapat dikurangi. Dampaknya bukan hanya mempercepat pembangunan rumah, tetapi juga memperluas peluang masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian yang layak. Pemerintah juga perlu menjaga pengawasan agar berbagai kemudahan yang diberikan kepada pengembang tetap menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Ketua Umum DPP Himperra, H. Ari Tri Priyono, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Maruarar Sirait dalam mendorong kemajuan sektor perumahan. Ari Tri Priyono menilai perkembangan sektor perumahan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penilaian dari pelaku industri tersebut menjadi gambaran bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan ruang lebih besar bagi sektor perumahan untuk berkembang. Himperra juga terus memperkuat organisasi melalui kegiatan Rapat Kerja Nasional, pelatihan, dan Milad Himperra yang menjadi ruang konsolidasi antara pengembang dan pemerintah. Forum semacam itu penting untuk menyamakan persepsi, menyerap persoalan di lapangan, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara efektif. Program 3 Juta Rumah harus dipandang sebagai agenda besar