Kata Papua

Hari Anak Indonesia, TNI di Perbatasan RI-PNG Lakukan Ini - Kata Papua

Hari Anak Indonesia, TNI di Perbatasan RI-PNG Lakukan Ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia pada tanggal 23 Juli 2021, Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Kali Asin membagikan seragam sekolah dan sarana belajar kepada siswa SD Inpres di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Keerom, Papua, Minggu (25/07/2021).

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani, SH. MTr (Han) melalui keterangan tertulisnya mengatakan seragam sekolah dan sarana  belajar tersebut diberikan kepada siswa-siswi kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD Inpres Kibay.

“Hal ini merupakan salah satu tujuan dari program penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah di wilayah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG),” ungkap Dansatgas.

“Selain itu juga sebagai kado dari TNI dalam rangka memperingati hari anak Indonesia,” tambah Dansatgas.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.