Lompat ke konten utama

Kata Papua

IKN Meningkatkan Taraf Hidup dan Ekonomi Masyarakat Kaltim - Kata Papua

IKN Meningkatkan Taraf Hidup dan Ekonomi Masyarakat Kaltim

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Ahmad Dzul Ilmi Muis

Keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mampu meningkatkan taraf hidup dan juga perekonomian yang dimiliki oleh masyarakat di Kalimantan Timur, sehingga kesenjangan yang selama ini terjadi bisa lebih teratasi lantaran perubahan paradigma pembangunan yang menjadi Indonesiasentris dari Pemerintah ini.

Pembangunan IKN Nusantara memang merupakan sebuah upaya dari Pemerintah untuk bisa mengusung adanya pembangunan ekonomi yang jauh lebih inklusif, termasuk juga turut menyebarluaskan adanya magnet pertumbuan ekonomi baru, sehingga ke depannya, pertumbuhan perekonomian di Indonesia tidak hanya bertumpu dan berpusat di Pulau Jawa saja.

Bukan hanya itu, keberadaan IKN Nusantara sendiri juga menjadi perwujudan dari pengarusutamaan simbol identitas bangsa, green economy, green energy, smart transportation dan juga adanya tata kelola pemerintahan yang jauh lebih efiisen dan efektif sebagai tonggak bagi transformasi besar bangsa Indonesia ke depannya.

Memang dalam perjalanannya, keberadaan IKN Nusantara sejak awal sudah dirancang sebagai sebuah katalis untuk bisa terus membuka potensi ekonomi di Tanah Air secara lebih menyeluruh, mendorong adanya pertumbuhan, menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, hingga mengurangi kemiskinan.

Seluruh upaya tersebut dilakukan tentunya dengan menjadikan keberadaan IKN Nusantara sebagai simbol identitas bangsa serta pusat gravitasi ekonomi baru yang diharapkan oleh banyak pihak mampu membawa banyak dampak dengan menjadikan adanya episentrum pertumbuhan yang jauh lebih merata di wilayah selain Pulau Jawa untuk mendukung adanya pembangunan yang bersifat Indonesiasentris demi menyongsong adanya Indonesia Maju pada tahun 2045 mendatang.

IKN Nusantara diharapkan akan mampu menyebarluaskan manfaat pembangunan ekonomi. Jika IKN dipindah ke provinsi yang memiliki konektivitas dengan provinsi lain yang baik, peningkatan arus perdagangan lebih dari 50% wilayah Indonesia dapat terjadi. Di samping itu juga akan menurunkan kesenjangan antar wilayah karena pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa mendorong perdagangan antar wilayah, mendorong investasi di provinsi ibu kota negara baru dan provinsi sekitarnya serta mendorong diversifikasi ekonomi, sehingga tercipta dorongan nilai tambah ekonomi pada sektor non-tradisional pada berbagai wilayah non Jawa.
Mengenai kebermanfaatan IKN Nusantara dalam peningkatan taraf hidup dan juga perekonomian bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Sekretaris Paguyuban/Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto (KKTJ) Kota Balikpapan, Muslimin Desiga mengaku bahwa memang adanya pemindahan dan pembangunan IKN di Kaltim ini sangatlah positif.
Tidak tanggung-tanggung, bahkan adanya peningkatan taraf kehidupan dan juga perekonomian di masyarakat langsung dirasakan bukan hanya bagi masyarakat lokal saja, melainkan juga untuk masyarakat pendatang di Balikpapan.
Menurutnya, setelah Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) resmi menetapkan wilayah IKN Nusantara berada di Kalimantan Timur, maka dampak positif langsung dirasakan oleh masyarakat, utamanya adalah mengenai adanya peningkatan taraf hidup ekonomi dan juga finansial.
Bukan hanya itu, dampak positif lainnya yang diperoleh dengan adanya pembangunan IKN Nusantara di Kaltim adalah adanya peningkatan daya beli barang, transportasi, penginapan atau hotel-hotel dan juga peningkatan terhadap penjualan banyak produk khas atau asli dari Kalimantan.
Namun, tentunya tatkala pihak Pemerintah sudah mengupayakan dengan semaksimal mungkin agar bisa terjadi pemerataan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di masyarakat, masyarakat sendiri juga harus mampu bersiap untuk menerimanya dengan berbagai daya upaya.
Muslimin Desiga menyatakan pihaknya memang terus melakukan berbagai macam persiapan, utamanya adalah untuk melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada warga Jeneponto sendiri dan juga memberikan berbagai macam pelatihan serta pembekalan akan keterampilan.
Khususnya, upaya peningkatan kualitas SDM tersebut di fokuskan bagi para generasi muda agar mereka bisa dapat lebih bersaing dengan para SDM pendatang yang masuk ke Kalimantan Timur. Muslimin juga menambahkan agar setelah adanya banyak pelatihan keterampilan tersebut, para pemuda di Jeneponto mampu lebih bersaing dan kualitas mereka mampu meningkat agar bisa terlibat dan bekerja di IKN.
Pasalnya, memang tidak hisa dipungkiri lagi bahwa terdapat suatu kendala yang dirasakan oleh masyaraka lokal sendiri, yakni karena terus banyaknya orang yang masuk dan berdatangan, termasuk juga para tenaga kerja dari luas Kaltim sehingga tentunya warga lokal sendiri harus bisa untuk terus meningkatkan daya saing mereka.
Perekonomian masyarakat di Kalimantan Timur serta taraf hidup yang dimiliki oleh mereka terus meningkat dengan keberadaan IKN Nusantara karena memang hal tersebut sudah menjadi tujuan dari Pemerintah RI, yakni agar tercipta adanya pemerataan pembangunan termasuk pemerataan peningkatan taraf ekonomi di seluruh masyarakat Tanah Air.

)* Penulis adalah alumni Fisip Unair

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata