Kata Papua

Investasi dan Hilirisasi sebagai Kunci Wujudkan Pemerataan Ekonomi Nasional - Kata Papua

Investasi dan Hilirisasi sebagai Kunci Wujudkan Pemerataan Ekonomi Nasional

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Investasi dan Hilirisasi sebagai Kunci Wujudkan Pemerataan Ekonomi Nasional

*Jakarta* – Target pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun mendatang bukanlah merupakan impian, tetapi merupakan rencana yang didasarkan pada kajian mendalam dan komitmen untuk membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dendy Apriandi.

“Angka 8 persen yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo itu bukan angka sembarangan, itu adalah angka yang sangat ambisius, tetapi merupakan target yang harus kita capai,” ungkap Dendy.

Dia menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, investasi dan hilirisasi menjadi dua pilar penting yang harus diperkuat, mengingat kontribusi kedua sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 32 persen.

Dendy juga mencatat bahwa sejak 2025 hingga 2029, Indonesia harus menggenjot investasi yang masuk dengan peningkatan tahunan sebesar Rp 300 triliun hingga Rp 400 triliun.

Peningkatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung hilirisasi sebagai strategi utama dalam mempercepat proses industrialisasi dan pemerataan ekonomi.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menambahkan bahwa hilirisasi dan investasi merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi.

Dalam arahannya, Todotua menyatakan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan realisasi target investasi.

“Pemerintah, lewat Kementerian PPN/Bappenas, telah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13.528 triliun dalam lima tahun mendatang. Merealisasikan target ini membutuhkan kerja keras dan kolaborasi antara pusat dan daerah.” Ucapnya/

Konsultan Senior Lembaga Management FEB Ul, Toto Pranoto, dalam kesempatan terpisah, juga menilai bahwa mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukanlah hal yang mustahil.

Menurut Toto, selain dukungan dari investasi domestik, Indonesia juga harus memanfaatkan sumber pembiayaan eksternal.

“Hilirisasi tambang, terutama nikel, telah menunjukkan dampaknya yang luar biasa,” katanya.

Toto mencontohkan bagaimana kebijakan hilirisasi nikel telah meningkatkan nilai ekspor Indonesia secara signifikan. Pada tahun 2013, ekspor bijih nikel dan turunannya hanya mencapai USD 5,4 miliar, namun pada tahun 2022, nilai ekspor tersebut melonjak menjadi USD 35,6 miliar.

“Hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” tegas Toto.

Secara keseluruhan, investasi dan hilirisasi dipandang sebagai kunci utama bagi Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta pemerataan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.