Kata Papua

Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Perkuat Pengembangan Talenta Muda - Kata Papua

Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Perkuat Pengembangan Talenta Muda

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Perkuat Pengembangan Talenta Muda

Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) terus memperkuat langkah strategisnya dalam membina generasi muda Aceh menjelang relaunching program tersebut.

 

Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB), sebuah program pelatihan kepemimpinan intensif yang berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

 

Program ini menjadi sinyal kuat komitmen dalam mencetak talenta muda unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

 

Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti kegiatan bertema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan”.

 

Mereka merupakan hasil seleksi ketat dari puluhan kandidat terbaik, mencerminkan keseriusan program dalam menjaring calon pemimpin muda berkualitas.

 

Selain itu, pendekatan pelatihan dirancang secara intensif dan terstruktur untuk memperkuat kapasitas personal sekaligus profesional peserta.

 

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa keberadaan AMANAH semakin relevan di tengah kebutuhan akan generasi muda yang tangguh dan visioner.

 

“Pentingnya kehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh menjadi semakin krusial, terutama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan pola pikir kepemimpinan dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

 

Lebih lanjut, Dr. Saifullah menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah yang selaras dengan nilai kebangsaan.

 

“Kami mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat cinta tanah air dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” katanya.

 

Menurutnya, AMANAH hadir sebagai platform strategis untuk memastikan anak muda Aceh memiliki bekal memadai untuk menjadi pemimpin di tingkat lokal, nasional, hingga global.

 

Dalam pelaksanaan FLB, peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai narasumber berpengalaman, termasuk Said Muniruddin, akademisi Universitas Syiah Kuala sekaligus praktisi pengembangan diri.

 

Salah satu materi kunci yang disampaikan adalah “Assessing Entrepreneurial Mindset” yang menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan sebagai fondasi kepemimpinan bisnis modern.

 

Materi ini dipadukan dengan sesi mentoring dan simulasi yang aplikatif, sehingga peserta mampu menginternalisasi pembelajaran secara komprehensif.

 

Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan relaunching AMANAH yang akan memperluas jangkauan pembinaan secara lebih masif, sistematis, dan berkelanjutan.

 

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia, langkah ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem kepemudaan yang produktif dan inovatif di Aceh.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang kreatif, unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa terutama dalam menghadapi persaingan global.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.