Lompat ke konten utama

Kata Papua

Kelancaran Transportasi Saat Mudik Tuai Apresiasi Publik - Kata Papua

Kelancaran Transportasi Saat Mudik Tuai Apresiasi Publik

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Kelancaran transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Berbagai program dan kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menjaga perjalanan tetap aman, tertib, dan nyaman di tengah tingginya mobilitas nasional.

Salah satu upaya yang menuai respons positif adalah Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2026. Program ini mencatat sebanyak 32.721 peserta yang telah terdaftar untuk diberangkatkan ke berbagai daerah tujuan.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa program ini disiapkan bersama jajaran kepolisian daerah dengan tujuan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.

“Melalui program ini diharapkan perjalanan arus balik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat kembali ke tempat aktivitas dengan selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga dirancang untuk menekan angka kecelakaan serta mengurangi penggunaan sepeda motor dan kendaraan pribadi yang berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas.

Sasaran program mencakup pekerja sektor informal, buruh, perantau berpenghasilan rendah, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa.

Tingginya minat masyarakat terhadap program ini turut mendapat perhatian. Agus menilai partisipasi lebih dari 32 ribu peserta menunjukkan kebutuhan nyata terhadap layanan tersebut.

“Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program ini memberikan manfaat nyata. Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bentuk pelayanan dan kepedulian Polri kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Tingginya angka tersebut mendorong penguatan layanan di berbagai moda transportasi, termasuk sektor penyeberangan.

Untuk mendukung hal tersebut, kolaborasi antara sektor swasta dan BUMN turut dihadirkan. OT Group bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) guna meningkatkan layanan di pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Gilimanuk, dan Ketapang.

CEO OT Group, Donny, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan produk kebutuhan perjalanan dengan harga terjangkau.

“Mudik adalah momentum sosial terbesar di Indonesia. Kami memastikan akses produk yang terjangkau dan mudah dijangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry, Nana Sutisna, menyatakan kerja sama ini memperkuat layanan penyeberangan yang lebih terintegrasi.

“Kami terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Nana.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas

Oleh: Markus Wenda Pembangunan ekonomi Papua memasuki fase yang semakin menjanjikan ketika penguatan ekonomi masyarakat mulai diarahkan hingga tingkat kampung. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan pusat-pusat kegiatan ekonomi kepada masyarakat. Bagi Papua, koperasi bukan sekadar bangunan, gerai, atau tempat transaksi, melainkan dapat menjadi wadah bersama untuk mengembangkan potensi lokal, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi warga kampung. Perkembangan KDMP di Papua Tengah menunjukkan bahwa arah tersebut mulai diwujudkan secara bertahap. Enam gerai KDMP di Kabupaten Nabire dan Mimika telah selesai dibangun, terdiri atas empat titik di Nabire dan dua titik di Mimika. Di Nabire, tiga titik lainnya juga telah mencapai progres pembangunan lebih dari 95 persen. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur ekonomi masyarakat terus bergerak dengan memperhatikan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah. Bagi masyarakat Papua, hadirnya infrastruktur ekonomi hingga kampung memiliki arti penting. Selama ini, tantangan geografis menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam distribusi barang dan pengembangan usaha masyarakat. Dengan adanya KDMP yang ditempatkan secara tepat, masyarakat memiliki peluang memperoleh akses terhadap kebutuhan dan layanan ekonomi dengan lebih dekat. Pada saat yang sama, koperasi dapat menjadi pintu masuk bagi produk masyarakat agar memiliki jalur pemasaran yang lebih terorganisasi. Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa menjelaskan bahwa pengembangan KDMP di Papua Tengah dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah. Empat calon titik baru di Nabire dan tiga titik di Mimika telah masuk dalam pendataan. Ketersediaan lahan, kondisi kependudukan, serta dukungan infrastruktur dasar menjadi bagian dari pertimbangan sebelum pembangunan dilanjutkan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan koperasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Konsep satu desa satu KDMP juga memiliki peluang besar untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat apabila diterapkan dengan memperhatikan karakter masing-masing kampung. Fajar menyampaikan bahwa kondisi jumlah penduduk menjadi salah satu pertimbangan penting, termasuk kebutuhan minimal sekitar 500 kepala keluarga pada calon wilayah prioritas. Ketersediaan lahan sekurang-kurangnya 600 meter persegi dan dukungan listrik 5.500 watt juga menjadi bagian dari persyaratan teknis. Dengan perencanaan seperti itu, pembangunan koperasi diharapkan benar-benar memiliki basis masyarakat yang dapat menggerakkan aktivitas usaha. Kekuatan utama Kopdes Papua sesungguhnya berada pada potensi ekonomi lokal. Papua memiliki kekayaan sumber daya dan produk masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan lokal, hingga berbagai produk kerajinan dapat memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui koperasi. Jika dikelola secara profesional, KDMP dapat berperan sebagai penghubung antara produsen di kampung dengan pasar yang lebih besar. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah telah merekrut, melatih, dan menyatakan lulus 28.626 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Para manajer tersebut dipersiapkan untuk ditempatkan pada koperasi yang infrastrukturnya telah memenuhi persyaratan. Kehadiran sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu berkembang menjadi unit ekonomi yang produktif. Hal tersebut sangat relevan bagi Papua. Koperasi membutuhkan pengelola yang memahami administrasi, keuangan, rantai pasok, pemasaran, sekaligus karakter masyarakat setempat. Karena itu, pendampingan terhadap pengurus dan manajer perlu terus dilakukan setelah fasilitas selesai dibangun. Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari juga menekankan pentingnya pendampingan dalam administrasi, pengelolaan, rantai pasok, penjualan, dan peningkatan kemampuan pengurus. Pendampingan tersebut menjadi fondasi agar koperasi mampu berjalan secara sehat dan memberikan manfaat berkelanjutan. Optimisme terhadap Kopdes Papua perlu dibangun bersama. Pemerintah telah menyediakan arah kebijakan dan infrastruktur, sementara masyarakat memiliki peran sebagai pemilik sekaligus penggerak koperasi. Pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi, pengurus koperasi menjaga profesionalisme dan transparansi, sedangkan masyarakat dapat memanfaatkan koperasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Sinergi tersebut akan membuat KDMP tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi tumbuh sebagai kelembagaan ekonomi yang benar-benar dimiliki dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan Kopdes juga sejalan dengan semangat mempercepat pemerataan pembangunan di Papua. Kehadiran fasilitas ekonomi di kampung memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi terus didorong agar menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah. Infrastruktur koperasi yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi yang lebih besar pada masa mendatang. Enam gerai yang telah selesai di Nabire dan Mimika serta sejumlah calon lokasi baru merupakan langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Kopdes Papua memiliki kesempatan untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperkuat pemasaran produk lokal, memperlancar distribusi kebutuhan, dan membuka ruang usaha baru di kampung. Dengan kerja bersama dan pengelolaan profesional, koperasi dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat Papua yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera. *Penulis merupakan pemerhati pembangunan ekonomi masyarakat Papua