Kata Papua

Ketua DMI Denpasar Ungkap WWF Jadi Ajang Peningkatan Komitmen Kelola Limbah Air - Kata Papua

Ketua DMI Denpasar Ungkap WWF Jadi Ajang Peningkatan Komitmen Kelola Limbah Air

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ketua DMI Denpasar Ungkap WWF Jadi Ajang Peningkatan Komitmen Kelola Limbah Air

BALI — Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar mengungkap bahwa World Water Forum (WWF) menjadi ajang peningkatan komitmen pada pengelolaan limbah air.

H. Mardi Soemitro selaku Ketua DMI Denpasar menyoroti betapa pentingnya pelaksanaan KTT WWF ke-10 di Bali tersebut.

Pasalnya, forum air tingkat dunia itu mampu mendorong semua pihak menjadi lebih perhatian pada isu kelestarian lingkungan, utamanya pengolahan limbah air, sanitasi dan pesoalan debit air.

Baginya, beberapa isu tersebut memang semakin hari patut menjadi perhatian yang serius.

Pengelolaan kembali air limbah sangat penting agar sumber daya air tidak terbuang secara percuma.

“Kita olah kembali sehingga air ini tidak terbuang sia-sia, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan lain, misalnya untuk menyiram kembang atau bunga, tanaman,” ucap Mardi.

Sehingga tentu ajang KTT WWF menjadi forum menyatukan komitmen dari berbagai pihak untuk mendukung upaya dunia dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya pengelolaan air dan limbahnya.

Ketua DMI tersebut berharap agar ada peran aktif seluruh pihak untuk menjaga bumi secara bersama.

“World Water Forum di Bali ini semoga bisa terselenggara dengan aman, lancar, dan sukses sehingga mencapai tujuan kita bersama,” ucap Mardi Soemitro.

Sementara itu dukungan terhadap pelaksanaan WWF ke -10 di Bali juga datang dari kalangan akademisi yang menganggap bahwa WWF menjadi faktor penting untuk mewujudkan tata kelola air dan lingkungan yang lebih baik bagi dunia.

“Ajang WWF ke – 10 di Bali mampu menggagas berbagai solusi secara konkret mengenai tantangan pengelolaan air, ujar akademisi Universitas Udayana (Unud), Efatha Filomeno Borromeu.

Fokus utama yang penting menjadi pembahasan dalam ajang WWF ke-10 adalah pendekatan ekosentrik manajemen untuk menciptakan sustainable governance. Kebijakan yang terintegrasi mengenai keberlangsungan dapat terjalin melalui gelaran forum ke-10 tersebut. Sehingga, menjadi kunci untuk mengatasi berbagai isu air.

“Fokus WWF harus diarahkan pada isu-isu yang mendesak seperti krisis air bersih dan pencemaran sunber daya air. Sambil memastikan water security, untuk semua pihak,” ucap Efatha.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Demo Mahasiswa dan Komitmen Pemerintah Menjaga Ruang Demokrasi

Demo Mahasiswa dan Komitmen Pemerintah Menjaga Ruang Demokrasi Oleh: Dimas Yanuardi Demonstrasi mahasiswa menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan demokrasi Indonesia. Sejak era reformasi, kampus berperan sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan kritis yang mendorong perubahan kebijakan publik sekaligus menjadi penyeimbang dalam kehidupan bernegara sehingga kehadiran mahasiswa di ruang publik pada dasarnya mencerminkan dinamika demokrasi yang hidup dan memberi ruang bagi partisipasi warga negara.                           Namun, demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari banyaknya kritik yang disampaikan, melainkan juga dari kemampuan seluruh pihak mengelola perbedaan pendapat secara konstruktif. Kritik yang disampaikan melalui jalur konstitusional perlu dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, sementara penyelenggara negara berkewajiban memastikan ruang penyampaian aspirasi tetap terbuka tanpa mengabaikan ketertiban umum dan hak masyarakat lainnya.