Lompat ke konten utama

Kata Papua

Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan ekonomi Kian Terbuka - Kata Papua

Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan ekonomi Kian Terbuka

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi sekaligus memperkuat ekonomi desa kian menunjukkan hasil. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, akses listrik di wilayah pelosok kini semakin terbuka, mendorong geliat usaha masyarakat hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng pihak swasta, yakni PT Energy Absolute Green X Indonesia, untuk menghadirkan listrik berbasis energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala mikro. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan listrik yang selama ini menghambat operasional koperasi desa.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan listrik merupakan fondasi penting dalam menggerakkan ekonomi desa.

“Dengan penggunaan energi berbasis tenaga surya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di desa dalam hal akses tenaga listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran PLTS tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru di desa.

“Ini bisa digunakan untuk kegiatan usaha, kegiatan ekonomi mereka,” lanjut Ferry.

Program ini dirancang dengan kapasitas sekitar 0,5 megawatt (MW) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi, sehingga mampu menyediakan listrik secara mandiri dan berkelanjutan bagi koperasi desa, bahkan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Lebih jauh, pemerintah melihat program ini sebagai langkah besar menuju kemandirian energi nasional sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Ferry optimistis implementasi PLTS di Kopdes Merah Putih dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah.

“Kami yakin penggunaan PLTS berskala setengah megawatt ini menjadi solusi yang tepat untuk mendukung operasional koperasi desa Merah Putih,” tegasnya.

Dari sisi mitra swasta, Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia, Justin Joel, menilai kolaborasi ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

“Ini bukan sekadar proyek energi, ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia,” jelas Justin.

Ia juga menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi energi di tingkat akar rumput.

“Kami melihat koperasi sebagai platform yang memiliki potensi luar biasa untuk mendorong transformasi energi sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas dan inklusif,” tambahnya.

Dengan hadirnya listrik di pelosok melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi lokal. Program ini tidak hanya menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerataan SDM Koperasi Merah Putih Menjaga Operasional yang Lebih Kuat

Oleh : Antonius Utomo Pemerataan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi, keberadaan SDM yang kompeten, merata, dan memiliki kapasitas manajerial yang baik menjadi fondasi penting agar setiap koperasi mampu menjalankan fungsi pelayanan, distribusi, hingga pengembangan usaha secara optimal. Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga menempatkan penguatan kualitas pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi penting karena koperasi yang tumbuh secara cepat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerataan SDM yang berkualitas akan memastikan tidak ada kesenjangan kapasitas antarwilayah sehingga seluruh koperasi dapat berkembang dengan standar yang relatif setara. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh modal usaha maupun infrastruktur pendukung, tetapi juga oleh kualitas individu yang menjalankan operasional koperasi setiap hari. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kompetensi terus dilakukan guna memperkuat kemampuan pengurus dalam bidang manajemen usaha, tata kelola keuangan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan jejaring bisnis. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerataan SDM juga memiliki peran strategis dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat. Dengan kapasitas yang merata, setiap koperasi dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional, cepat, dan akuntabel. Masyarakat sebagai anggota koperasi akan memperoleh manfaat yang lebih besar karena pengelolaan usaha berjalan secara efektif serta mampu merespons kebutuhan ekonomi lokal dengan lebih tepat. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata. Langkah pemerintah mendorong pelatihan dan pengembangan SDM sejalan dengan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai penopang keberlanjutan organisasi. Berbagai lembaga dan institusi juga menempatkan program pengembangan SDM sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelolanya. Keberadaan SDM yang merata juga akan memperkuat koordinasi antar-Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Dengan standar kompetensi yang relatif sama, proses berbagi pengalaman, transfer pengetahuan, dan kolaborasi usaha dapat berjalan lebih efektif. Setiap koperasi memiliki peluang untuk belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di daerah lain, sehingga tercipta ekosistem koperasi yang saling mendukung dan tumbuh bersama. Sinergi semacam ini sangat penting untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat lokal hingga nasional. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan  para manajer KDKMP yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) penempatan di luar domisili agar menerimanya. Penempatan lintas daerah untuk mengisi kebutuhan SDM di wilayah yang pembangunan KDKMP-nya telah selesai. KDKMP yang telah selesai pembangunanya membutuhkan manajer untuk segera beroperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan manajer akan mendapatkan gaji antara Rp6,3 juta-8,3 juta yang terdiri dari komponen gaji dan tunjangan sesuai dengan UMK setempat. Gaji tersebut diberikan karena manajer mempunyai tanggung jawab yang berat untuk mengembangkan ekosistem desa. Para manajer ini akan mengelola koperasi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menangani subsidi bantuan pemerintah dan mengembangkan ekonomi desa. Selain itu, pemerataan SDM dapat mendorong lahirnya kepemimpinan koperasi yang adaptif dan visioner. Pengurus yang memiliki pemahaman kuat mengenai tata kelola organisasi akan lebih mampu menyusun strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Mereka juga dapat mengidentifikasi peluang ekonomi baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggota koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, penguatan SDM Koperasi Merah Putih perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Pelatihan yang terstruktur, sistem sertifikasi kompetensi, pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, serta pendampingan langsung di lapangan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga kualitas pengelolaan koperasi. Langkah tersebut akan memastikan bahwa setiap koperasi memiliki kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia. Pemerataan SDM pada akhirnya bukan sekadar upaya meningkatkan kemampuan individu, melainkan