Lompat ke konten utama

Kata Papua

Kunjungi Sumata Utara, Rakyat Kalungkan Kain Ulos pada Ganjar Pranowo - Kata Papua

Kunjungi Sumata Utara, Rakyat Kalungkan Kain Ulos pada Ganjar Pranowo

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pematang Siantar — Berkunjung ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut), rakyat menyambut dan mengalungkan kain Ulos pada Ganjar Pranowo, yang merupakan simbol dari kesiapan mereka untuk bekerja dan berjuang bersama menyongsong kemenangan.

Capres yang diusung oleh koalisi PDI Perjuangan tersebut menerima kain ulos dari masyarakat adat tatkala mengunjungi Museum Simalungun di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Siantar Bar, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Bukan hanya itu saja, namun setibanya di lokasi, Ganjar Pranowo juga disambut dengan Tarian Tortor Sombah, yang merupakan sebuah ekspresi penghormatan dari masyarakat Batak Simalungun kepada raja, tamu atau kerabat dekat mereka.

Salah seorang tokoh masyarakat Simalungun, Djomen Purba memberikan kepada mantan Gubernur Jateng dua periode tersebut kain ulos yang diikatkan di pinggangnya.

Kemudian dia menjelaskan bahwa kain ulos itu melambangkan kesiapan rakyat untuk berjuang dan bekerja.

“Biasanya, pakaian adat dipakai secara lengkap, namun kali ini kami memberikan kain ulos yang kami ikatkan pada pinggang Pak Ganjar. Ini sebagai simbol bahwa kita siap untuk bekerja atau berjuang,” ucapnya di lokasi tersebut,” ujar Djomen

Dengan adanya sambutan hangat hingga pemberian kain ulos tersebut, Ganjar mengaku sangat gembira. Dia juga mengatakan bahwa adanya kain ulos yang diikatkan padanya telah menambah semangatnya dalam melayani rakyat.

“Dalam filosofi ini, ada yang diselempangkan, ada yang diikat. Ternyata, jika seseorang benar-benar mau bekerja, maka diselempangkan seperti ini. Masyarakat menyebutnya Hordja, yang berarti kerja,” ujarnya.

“Saya diikatkan, dan hal ini memang memberikan semangat tambahan untuk bekerja,” tambah Capres nomor urut 3 itu.

Tidak lupa pula, Ganjar Pranowo mengucapkan rasa terima kasihnya atas sambutan sangat luar biasa dari masyarakat itu.

Dia sangat berharap agar terus dapat berinteraksi dengan lebih banyak lagi masyarakat untuk mampu mendengarkan aspirasi mereka.

“Semoga nanti kita bisa bertemu dengan lebih banyak masyarakat untuk mendengarkan harapan dan pemikiran warga di Simalungun maupun di kota ini. Saya berharap tercipta komunikasi yang baik,” tandas Ganjar.

Hal serupa juga terjadi, tatkala pria yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dua periode itu datang ke Lapangan Segitiga Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bahkan, Ganjar Pranowo disambut oleh sebanyak ribuan sukarelawan dari Barisan Nasional Bela Ganjar (BNBG).

Ketua DPP BNBG, Paulus Sinambela memberikan apresiasi sangat tinggi dan juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran pemimpin berambut putih itu pada acara senam sehat mereka.

“Terima kasih bapak Ganjar atas kehadirannya pada acara senam sehat ini. Para relawan BNBG ini sudah tidak sabar menanti kehadiran bapak Ganjar untuk bertemu langsung di tempat dan hari yang baik ini,” katanya.

**

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata