Lompat ke konten utama

Kata Papua

Luar Biasa, Akhirnya STIN BIN Menang Dramatis dari Jakarta Bhayangkara Presisi di Final Proliga 2023 - Kata Papua

Luar Biasa, Akhirnya STIN BIN Menang Dramatis dari Jakarta Bhayangkara Presisi di Final Proliga 2023

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tim voli putra Jakarta STIN BIN menang dramatis atas Jakarta Bhayangkara Presisi pada pertandingan seri pertama final four Proliga 2023 di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Kamis (23/2/2023) malam.

STIN BIN, tim pendatang baru di PLN Mobile Proliga 2023 ini, harus berjuang hingga lima set untuk menundukkan Bhayangkara 3-2 (23-25, 25-18, 25-17, 22-25, 17-15), pada laga perdana final four Proliga 2023.

Bahkan, STIN BIN nyaris kalah ketika pada set penentuan atau kelima mereka tertinggal 11-14. Namun, Bhayangkara Presisi gagal memanfaatkan situasi itu. Mereka melakukan kesalahan hingga STIN BIN bisa merebut empat angka beruntun untuk membalikkan skor menjadi 15-14 pada laga pertama final four Proliga 2023.

Setelah Bhayangkara Presisi menyamakan skor 15-15 lewat smes Randy Tamamilang, STIN BIN menambahkan dua angka beruntun untuk memastikan kemenangan 17-15 lewat aksi Dimas Saputra.

“Ini namanya lucky, keberuntungan. Sudah tertinggal dan hampir kalah, tetapi bisa membalikkan situasi dan menang,” kata asisten Pelatih Jakarta STIN BIN Agoes Jumaidi seusai pertandingan.

Ia menyebut permainan timnya pada set kelima menurun dan sering melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan. Selain itu, para pemain juga sudah kelelahan sehingga fokusnya sedikit menurun.

“Beruntung lawan juga melakukan kesalahan dan kami bisa mengejar hingga memenangi pertandingan,” kata Agoes, seperti dikutip dari Antara.

Pemain Jakarta STIN BIN Farhan Halim mengaku tidak menyangka timnya bisa menang ketika situasi sebenarnya sudah berada di ujung tanduk dan nyaris kalah.

“Ya kalau sudah set kelima dan tertinggal angka seperti itu, kami cuma bisa pasrah. Tetapi, ternyata keberuntungan berpihak ke kami,” kata pemain tim nasional itu.

STIN BIN memulai laga pertama babak empat besar ini dengan motivasi tinggi, kendati mereka sempat kehilangan set pembuka. Pada set berikutnya, mereka bangkit dan bermain agresif menekan pertahanan lawan untuk merebut set kedua dan ketiga.

Permainan STIN BIN masih agresif lewat serangan yang dilancarkan Dimas Saputra, Cep Indra, Farhan Halim, Rozalin Panchev, dan si jangkung Isac Santos. Namun, Bhayangkara Presisi belum mau menyerah dan memberikan perlawanan untuk memenangi set keempat sekaligus memaksa dimainkan set kelima.

Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Alfonso Gonzales Toiran mengatakan permainan anak asuhnya tidak bagus dan di bawah performa terbaik sehingga harus mengakui keunggulan STIN BIN.

Toiran juga tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena kemenangan yang sudah di depan mata justru sirna akibat kesalahan sendiri.

“Nanti kami evaluasi, banyak kesalahan yang dibuat anak-anak, terutama set kelima,” ujarnya.

Tosser Jakarta Bhayangkara Presisi Nizar Julfikar menyebut timnya sedang tidak beruntung karena gagal meraih satu angka penutup saat sudah unggul 14-11.

“Inilah permainan dan bola itu bundar. Kami sudah bermain maksimal, tapi memang ada faktor mental juga yang menentukan,” katanya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah 

Oleh Prasetyo Mulya Percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto kini tidak hanya diarahkan untuk mengejar jumlah hunian, tetapi juga memastikan kualitas rumah yang diterima masyarakat benar-benar layak, aman, nyaman, dan sesuai standar. Fokus terhadap kualitas menjadi penting agar program perumahan rakyat tidak sekadar menghasilkan angka pembangunan yang besar, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah secara nyata. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) untuk mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Kerja sama pemerintah dan pengembang dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih muncul dalam pembangunan hunian, mulai dari aspek teknis, ketersediaan lahan, perizinan, pembiayaan, hingga penerapan standar kualitas bangunan. Dalam koordinasi bersama jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himperra, Menteri Ara menegaskan bahwa percepatan pembangunan rumah subsidi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap kualitas. Pengembang tidak cukup hanya memenuhi target jumlah unit, tetapi juga harus memastikan rumah yang dibangun sesuai spesifikasi dan dapat memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat penerima manfaat. Kontribusi Himperra dalam program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi salah satu gambaran perkembangan positif sektor perumahan. Dari target pembangunan sebanyak 47.000 unit rumah, Himperra telah merealisasikan lebih dari 22.000 unit. Capaian tersebut menunjukkan adanya keterlibatan aktif dunia usaha dalam mendukung agenda pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau. Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan tersebut karena program rumah subsidi tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, khususnya pengembang, memiliki posisi strategis dalam memastikan kebutuhan hunian masyarakat dapat dipenuhi. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang memberikan berbagai kemudahan di sektor perumahan harus diikuti dengan profesionalisme, integritas, dan komitmen pengembang dalam menjaga kualitas pembangunan. Perspektif tersebut menjadi semakin relevan karena keberhasilan Program 3 Juta Rumah seharusnya tidak hanya dihitung berdasarkan berapa banyak rumah yang selesai dibangun. Pemerintah juga perlu melihat apakah rumah tersebut benar-benar memenuhi standar kelayakan dan memberikan kepuasan kepada penerima. Penggunaan anggaran subsidi negara harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Pemerintah selama setahun terakhir menunjukkan upaya memperkuat ekosistem perumahan melalui peningkatan kolaborasi dengan pengembang, dukungan pembiayaan rumah subsidi, serta dorongan untuk menyelesaikan berbagai hambatan administratif dan regulasi. Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target pembangunan hunian sekaligus memperbaiki kualitas pelaksanaan program di lapangan. Maruarar Sirait juga mendorong Himperra agar tidak hanya berkembang sebagai organisasi pengembang, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha yang memiliki karakter kuat dan menjunjung profesionalisme. Pertumbuhan bisnis perumahan, menurutnya, harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial karena produk yang dibangun menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Di sisi lain, Himperra menyampaikan sejumlah usulan yang berkaitan dengan hambatan pembangunan perumahan, termasuk persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, penyediaan lahan, dan proses perizinan. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kelancaran pembangunan rumah sangat dipengaruhi oleh kepastian proses administratif serta kesiapan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan. Penguatan koordinasi juga akan dilakukan melalui jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himperra dengan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu mempercepat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penerapan kebijakan insentif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta fasilitasi pembebasan BPHTB bagi masyarakat sesuai kebijakan daerah dan ketentuan yang berlaku. Saat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengembang berjalan konsisten, berbagai hambatan administratif dapat dikurangi. Dampaknya bukan hanya mempercepat pembangunan rumah, tetapi juga memperluas peluang masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian yang layak. Pemerintah juga perlu menjaga pengawasan agar berbagai kemudahan yang diberikan kepada pengembang tetap menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Ketua Umum DPP Himperra, H. Ari Tri Priyono, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Maruarar Sirait dalam mendorong kemajuan sektor perumahan. Ari Tri Priyono menilai perkembangan sektor perumahan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penilaian dari pelaku industri tersebut menjadi gambaran bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan ruang lebih besar bagi sektor perumahan untuk berkembang. Himperra juga terus memperkuat organisasi melalui kegiatan Rapat Kerja Nasional, pelatihan, dan Milad Himperra yang menjadi ruang konsolidasi antara pengembang dan pemerintah. Forum semacam itu penting untuk menyamakan persepsi, menyerap persoalan di lapangan, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara efektif. Program 3 Juta Rumah harus dipandang sebagai agenda besar