Kata Papua

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan - Kata Papua

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

Riau – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi desa berbasis pangan. Program ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, serta pelaku usaha kecil di desa.

 

 

 

 

Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin mengatakan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang optimal.

 

 

 

 

“Program makan bergizi gratis ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal,” ujar Sahidin.

 

 

 

 

Sahidin mengatakan program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Selain memberikan dampak langsung pada kesehatan, MBG juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dengan memanfaatkan bahan pangan lokal serta membuka peluang kerja baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sahidin menjelaskan program MBG melibatkan berbagai sektor strategis, mulai dari UMKM, koperasi, hingga pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Kolaborasi tersebut diyakini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Sahidin, keterlibatan berbagai elemen tersebut akan memperkuat perekonomian desa sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program MBG merupakan investasi strategis pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang sehat dan unggul. Program ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Program ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Mentan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program MBG merupakan kebijakan strategis jangka panjang dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan dalam menekan stunting, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar program MBG berjalan optimal. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, MBG diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Program ini tidak hanya menjawab persoalan gizi, tetapi juga membuka jalan bagi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.