Kata Papua

PDI Perjuangan Lampung Gencarkan Sosialisasi, Optimistis Ganjar Pranowo Menangi Pilpres 2024 - Kata Papua

PDI Perjuangan Lampung Gencarkan Sosialisasi, Optimistis Ganjar Pranowo Menangi Pilpres 2024

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

PDI Perjuangan Lampung Gencarkan Sosialisasi, Optimistis Ganjar Pranowo Menangi Pilpres 2024

LAMPUNG — DPD PDI Perjuangan di Lampung terus menggencarkan sosialisasi demi memenangkan Pilpres 2024.

Untuk bisa mencapai hal tersebut, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan agar seluruh parpol pengusung harus terus bergerak hingga ke masyarakat akar rumput.

“Jadi pimpinan partai gak boleh mager, malas gerak. Tak bisa diam tapi harus bergerak. Kita bergerak dengan membawa data, menjelaskan serta meyakinkan rakyat,” katanya.

Bahkan bukan hanya bergerak secara langsung atau door to door saja, melainkan gerakan sosialisasi juga harus digencarkan melalui media sosial.

“Sekarang saatnya bergerak meyakinkan rakyat. Tidak hanya dengan bergerak ke bawah tapi bisa juga dengan aktif di sosial media mensosialisasikan Ganjar. Jadilah pejuang digital,” seru Hasto.

Di Provinsi Lampung sendiri, optimisme untuk Ganjar Pranowo bahkan setidaknya mampu meraih suara 72 persen.

“Kalau DPP PDIP menargetkan bisa meraih 72% di wilayah Lampung,” kata Sekjen PDI Perjuangan itu.

Tentunya modal yang dimiliki oleh pemimpin berambut putih tersebut juga sudah sangat mumpuni untuk terus menggalang dukungan masyarakat.

Dirinya dikenal sebagai sosok yang tegas dan selalu menekankan akan sikap integritas serta anti korupsi.

Hal tersebut ditunjukkannya tatkala meninjau proyek pembangunan Puskesmas Majenang II Cilacap.

“Saya titip, jaga integritas ya. Karena ini untuk masyarakat, tolong jangan dikorupsi. Buatlah yang terbaik, dan kalau ada yang minta-minta, langsung laporkan ke saya,” ucapnya.

Dengan bagaimana sikapnya itu, maka menjadi tidak heran, sebanyak ribuan warga langsung menyambung sosok Ganjar Pranowo dengan sangat antusias tatkala peninjauan pembangunan tersebut.

Masyarakat sekitar mengaku sangat senang, terlebih terdapat pemimpin yang sangat memperhatikan kondisi mereka yang berada di desa terpencil.

“Rasanya senang banget didatangi Pak Ganjar. Apalagi ini dibantu pembangunan puskesmas di sini, jadi kalau mau periksa lebih dekat,” kata Ida (32) warga Majenang.

Pembangunan Puskesmas Majenang II Cilacap itu ditujukan untuk bisa lebih memaksimalkan pelayanan publik yang semakin dekat.

Karena sebelumnya memang sudah ada Puskesmas di Kecamatan, namun letaknya jauh dan bangunannya masih kecil serta fasilitas yang belum lengkap.

Ida pun mengapresiasi tinggi program pembangunan yang digagas Ganjar tersebut karena membuat warga bisa merasakan pelayanan kesehatan secara lebih lengkap dan dekat.

“Rencana kan mau dipindah ke sini. Yang di sana kan kecil, kalau yang baru ini lebih besar. Sepertinya juga bakal lebih megah dan komplit ya. Senang karena ini lebih dekat dan aksesnya juga mudah. Makasih Pak Ganjar,” ucapnya.

****

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.