Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pelaksanaan PON XX Papua Terus Dioptimalkan - Kata Papua

Pelaksanaan PON XX Papua Terus Dioptimalkan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Alfred Jigibalom )*

Pekan Olahraga Nasional ke-XX yang akan diselenggarakan di Papua beberapa bulan lagi, akan tetap dilaksanakan. Walau saat ini masih pandemi, tetapi jadwalnya tidak bisa ditunda lagi. Pasalnya, pelaksanaan PON sudah diundur selama setahun. Jika diundur lagi tentu akan mengacaukan semuanya. Tentu saat dilaksanakan harus sesuai dengan protokol kesehatan.
PON adalah ajang level nasional yang bergengsi, karena para atlet dari seluruh penjuru Indonesia berlaga untuk menunjukkan performa terbaiknya. Tahun 2021, PON XX diselenggarakan di provinsi Papua dan Papua Barat. Masyarakat di Bumi Cendrawasih sangat bangga karena untuk pertama kalinya, ajang sebesar PON diselenggarakan di sana.
Akan tetapi sampai pertengahan tahun 2021 pandemi belum selesai juga, sehingga pelaksanaan PON XX menjadi perdebatan. Akankah ditunda atau dilaksanakan tanpa penonton? Karena bagaimanapun kita harus menaati protokol kesehatan dan dilarang untuk membuat kerumunan.
Kenius Kogoya, Sekretaris Umum KONI Papua menyatakan bahwa PON XX Papua berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi covid. Ia juga tak tahu apakah penyelenggara mengizinkan adanya penonton atau tidak. Karena jika tidak ada penonton, maka sedikit banyak akan mempengaruhi para atlet, mereka jadi kurang bersemangat dalam berlaga karena tidak ada suporter.
Usulan untuk menyelenggarakan PON XX Papua tanpa penonton diungkapkan oleh Marciano Norman, Ketua Umum KONI pusat. Menurutnya, kita harus menyiapkan skenario terburuk alias PON tanpa penonton. Lagi-lagi karena alasan pandemi.
Keputusan untuk menyelenggarakan PON XX tanpa penonton masih belum fix 100%, tetapi ini lebih baik daripada penundaan kembali. Karena sebenarnya acara olahraga ini seharusnya diselenggarakan di akhir tahun 2020, tetapi ditunda jadi tahun 2021 karena alasan pandemi. Jika ditunda lagi maka jadawal akan kacau-balau karena banyak yang di-cancel.
Selain itu, ketika PON XX ditunda, maka akan berpengaruh pada psikologis atlet. Mereka sudah berlatih keras demi acara ini, dan saat harus ditunda lagi harus kecewa berat. Apalagi persiapan fisik dan mental mereka juga butuh biaya yang tak sedikit. Sehingga jika PON XX digeser jadwalnya jadi tahun 2022, akan membutuhkan lebih banyak uang.
Alasan lain adalah persiapan venue seperti GOR, arena racing, kolam renang, dll sudah hampir siap 100%. Sehingga saat ditunda tentu gedung dan tempat pertandingan olahraga tersebut akan sia-sia. Selain itu, biaya perawatannya juga cukup mahal. Jadi jadwal penyelenggaraan PON XX memang harus ditepati, yakni tahun 2021.
Masyarakat Papua juga menanti apakah penyelenggaraan PON XX jadi pada tahun ini atau tahun depan. Mereka sebenarnya banyak yang ingin agar PON dilaksanakan sesuai dengan jadwal, karena sudah excited menunggu selama lebih dari setahun. Penyelenggaraan PON amat membanggakan karena baru kali ini warga Papua dipercaya jadi panitia.
Jalan tengahnya adalah PON XX bisa diselenggarakan tahun 2021, karena belum tentu tahun depan pandemi sudah usai. Selain itu acara ini juga bisa dilaksanakan dengan penonton, tetapi harus sesuai dengan protokol kesehatan. Para atlet dan official wajib melakukan tes swab. Tiap orang yang masuk venue harus mencuci tangan, memakai masker, dan tidak boleh berkontak fisik walau hanya bersalaman.
Para penonton juga harus menjaga jarak, caranya adalah dengan memberi tanda silang pada kursi-kursi di dalam stadion atau venue lain. Jadi para suporter tidak akan berdampingan dan berdesak-desakan dan tetap menjaga jarak.
Namun resiko dari menjaga protokol menjaga jarak adalah daya tampung venue yang hanya bisa maksimal 50%. Akan tetapi hal ini lebih baik, daripada menyelenggarakan PON tanpa penonton sama sekali atau bahkan ditunda tahun depan. Masyarakat yang tak bisa menonton langsung bisa melihatnya via gawai karena ada siaran langsung.
Pelaksaanaan PON XX Papua tak bisa di-cancel lagi karena harus sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh KONI pusat. Seluruh panitia di Papua juga bersemangat untuk menyelenggarakannya. Tentu dengan menaati protokol kesehatan dan tidak membuat kerumunan.
)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Magang Nasional Membuka Jalan Lulusan Baru Masuk Dunia Kerja  

Oleh: Zhafran Goldwin Memasuki dunia kerja menjadi tantangan bagi lulusan perguruan tinggi. Bekal akademik yang diperoleh selama pendidikan belum selalu diikuti pengalaman kerja yang menjadi salah satu persyaratan umum dalam lowongan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat lulusan baru membutuhkan ruang untuk menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan praktis dunia kerja. Program Magang Nasional atau MagangHub dinilai dapat menjadi sarana bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menilai program tersebut berperan dalam mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan industri. Hal ini mengingat pengalaman kerja menjadi salah satu persyaratan yang umum dicantumkan dalam lowongan pekerjaan dan kerap menjadi kendala bagi para lulusan baru. Kepala Biro Humas Kemenaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan peserta Magang Nasional berkesempatan memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan. Selain pengalaman praktis, peserta mendapat pendampingan mentor, memahami budaya kerja, mengembangkan keterampilan teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional. Durasi enam bulan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal proses kerja secara lebih menyeluruh. Peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, memahami tanggung jawab profesional, sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, dan menyelesaikan persoalan. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bagian dari portofolio ketika peserta mulai memasuki proses rekrutmen. Interaksi dengan mentor dan rekan kerja memungkinkan peserta membangun jejaring profesional sekaligus memahami karakteristik bidang pekerjaan yang diminati. Di sisi lain, pelaksanaan program diarahkan agar tetap berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kompetensi, bukan pengganti tenaga kerja yang telah ada. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan peserta memasuki dunia kerja. Ia menekankan bahwa program tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi pekerja yang telah ada di perusahaan. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan peserta magang oleh perusahaan, termasuk kemungkinan menggantikan tenaga kerja tetap dengan peserta magang untuk menekan biaya. Pada Batch 1 tahun 2026, sebanyak 46 ribu peserta tercatat mengikuti program tersebut. Sementara itu, Batch 2 mencatat 40.962 peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Pemerintah menargetkan jumlah peserta Program Pemagangan Nasional sepanjang 2026 mencapai 150 ribu orang yang pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga batch. Target tersebut menjadi bagian dari perluasan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman sebelum memasuki pasar kerja. Kesempatan berikutnya disiapkan melalui Program Pemagangan Nasional Batch 3 Angkatan 2. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sekitar 70 ribu posisi magang dengan pendaftaran peserta dijadwalkan dibuka pada Oktober 2026. Sebelumnya, pendaftaran bagi perusahaan penyelenggara magang mulai dibuka pada September 2026. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah menyampaikan bahwa tahapan tersebut diawali dengan pendaftaran perusahaan penyelenggara untuk menyiapkan posisi yang akan ditempati peserta. Darmawansyah memastikan pemerintah tetap menanggung sepenuhnya uang saku peserta magang pada Batch 3. Dengan demikian, perusahaan yang menjadi penyelenggara tidak dibebani kewajiban untuk turut membayarkan uang saku peserta. Skema tersebut memberikan dukungan bagi peserta selama mengikuti program sekaligus membuka ruang bagi perusahaan untuk berperan dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, kesesuaian posisi, kualitas pendampingan, serta pengalaman yang diperoleh peserta menjadi aspek penting agar pemagangan benar-benar memberikan manfaat pengembangan kompetensi. Program pemagangan juga menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan dunia pendidikan dan dunia industri. Peserta dapat mengenal standar serta tuntutan pekerjaan secara langsung, sementara perusahaan dapat terlibat dalam pengembangan calon tenaga kerja sesuai bidang yang dibutuhkan. Perubahan kebutuhan industri juga membuat kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting. Perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja menuntut lulusan tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kemampuan nonteknis. Pengalaman langsung di lingkungan kerja dapat menjadi salah satu proses untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Program Magang Nasional tidak secara otomatis menjamin peserta memperoleh pekerjaan setelah program berakhir. Namun, pengalaman kerja, portofolio, keterampilan, serta jejaring yang diperoleh selama program dapat menjadi bekal tambahan ketika peserta mengikuti proses rekrutmen atau mengembangkan karier. Dengan target 150 ribu peserta sepanjang 2026 dan tambahan sekitar 70 ribu posisi pada Batch 3 Angkatan 2, Program Magang Nasional memberikan ruang bagi lebih banyak lulusan baru untuk memperoleh pengalaman profesional. Kehadiran program ini sekaligus memperkuat hubungan antara kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Pada akhirnya, pengalaman kerja menjadi salah