Kata Papua

Pemerintah Berhasil Wujudkan Perayaan Tahun Baru yang Aman dan Nyaman - Kata Papua

Pemerintah Berhasil Wujudkan Perayaan Tahun Baru yang Aman dan Nyaman

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Berhasil Wujudkan Perayaan Tahun Baru yang Aman dan Nyaman

*JAKARTA* — Pemerintah berhasil menciptakan perayaan Tahun Baru 2025 yang aman dan nyaman bagi masyarakat, dengan berbagai langkah koordinasi dan persiapan matang dari berbagai sektor.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pariwisata, PT PLN, dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), memastikan tidak ada kendala berarti dalam menyambut liburan akhir tahun.

Kementerian Pariwisata melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor SE/1/PP.03.00/MP/2024, memperkuat imbauan kepada seluruh pelaku pariwisata di Bali untuk mengutamakan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan wisatawan.

“Karena ini musim liburan akhir tahun yang cukup panjang, penting menghadirkan pariwisata yang nyaman, bersih, dan menyenangkan, salah satunya di Bali,” ujar Ni Made Ayu Marthini, Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar.

Bali, sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia, menerima lonjakan pengunjung baik domestik maupun mancanegara.

Made juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan langkah mitigasi dengan membuka posko Natal dan Tahun Baru, serta menerapkan manajemen pengelolaan arus lalu lintas di area rawan kepadatan.

“Kami memantau cuaca buruk dan bencana alam secara berkala, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk Polda Bali dan Dishub Provinsi Bali,” tambahnya.

Dengan berbagai persiapan ini, pemerintah telah berhasil mewujudkan perayaan tahun baru lancar tanpa gangguan berarti.

Di sektor kelistrikan, PT PLN memastikan pasokan listrik tetap stabil untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

“Kondisi pasokan listrik untuk malam tahun baru ini, alhamdulillah aman dan lancar,” kata Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo.

PLN telah menyiapkan lebih dari 81.000 petugas dan membuka lebih dari 4.300 posko siaga untuk memantau dan memastikan kelancaran sistem kelistrikan di seluruh Indonesia.

Khususnya di lokasi-lokasi vital seperti gereja, katedral, dan pusat perbelanjaan, pasokan listrik dijaga dengan ketat untuk memastikan perayaan tetap berlangsung dengan lancar.

Menteri Koordinator PMK, Pratikno, juga melakukan pantauan langsung di Yogyakarta, dan menilai bahwa situasi di daerah tersebut aman.

“Secara umum, suasananya bagus. Semua pihak sudah maksimal dalam melakukan pengamanan,” kata Pratikno setelah mengikuti konferensi video pengamanan bersama Kapolda dan Pangdam di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, meskipun mayoritas wilayah Indonesia dilanda hujan, keamanan dan kenyamanan perayaan tetap terjaga dengan baik.

Dengan langkah-langkah yang komprehensif dan sinergi antar lembaga, perayaan Tahun Baru 2025 di Indonesia berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.