Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan, Koordinasi Energi Primer Diperketat
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan listrik nasional melalui penguatan koordinasi dan perencanaan energi primer yang terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri tetap terpenuhi secara andal di tengah pertumbuhan permintaan energi dan proses transisi menuju energi yang lebih bersih.
PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memproyeksikan kebutuhan energi primer untuk pembangkit listrik hingga tahun 2035 akan tumbuh rata-rata sekitar lima persen per tahun. Dalam proyeksi tersebut, batu bara masih menjadi komponen utama dalam bauran energi primer pembangkitan, sementara gas bumi akan memainkan peran penting sebagai energi transisi guna menjaga fleksibilitas sistem kelistrikan seiring meningkatnya pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI, Anggoro Wisaksono, menegaskan bahwa penguatan pasokan energi primer menjadi salah satu fokus utama untuk menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
“Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia,” ujar Anggoro saat menjadi pembicara dalam acara Hipmi Power Development Forum 2026 di Jakarta.
Menurutnya, perencanaan sektor ketenagalistrikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proyeksi kebutuhan listrik, pembangunan pembangkit, transmisi, distribusi, hingga ketersediaan energi primer sebagai bahan bakar utama pembangkit.
“PLN EPI ada di sektor energi primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable,” katanya.
Pemerintah memandang energi primer sebagai faktor strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dalam masa transisi energi, batu bara dan gas masih akan berperan sebagai penopang utama keandalan sistem kelistrikan nasional.
“Batu bara dan gas tetap berperan menjaga reliability sistem selama masa transisi, terutama untuk memenuhi stabilitas sistem,” tegas Anggoro.
Selain memperkuat pasokan batu bara dan gas, PLN EPI juga mendorong pemanfaatan biomassa melalui program co-firing di PLTU.
“Selain batu bara dan gas, nanti ada biomassa. Ini opportunity juga untuk pengusaha muda,” ujarnya.
Di bidang infrastruktur, PLN EPI menyiapkan berbagai proyek strategis pengembangan gas nasional yang tersebar dari Sumatera hingga Papua, termasuk pembangunan FSRU, LNG carrier, ORU, dan fasilitas gasifikasi. Menurut Anggoro, langkah ini penting mengingat Indonesia memiliki banyak sistem kelistrikan terisolasi.
“Kita ini negara kepulauan, banyak sistem isolated di pulau-pulau kecil maupun besar. Ini merupakan tantangan tersendiri,” katanya.
Meski dinamika geopolitik global terus berkembang, PLN EPI memastikan pasokan energi primer tetap aman. Untuk menjamin keberlanjutan pasokan gas, perusahaan mengombinasikan produksi domestik dan kemitraan internasional.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan partner global sangat diperlukan,” pungkas Anggoro.



