Kata Papua

Pemerintah Perkuat Efisiensi MBG agar Manfaat Program Makin Optimal - Kata Papua

Pemerintah Perkuat Efisiensi MBG agar Manfaat Program Makin Optimal

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Perkuat Efisiensi MBG agar Manfaat Program Makin Optimal

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui langkah-langkah efisiensi yang diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah agar manfaat program semakin optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa efisiensi menjadi langkah awal dalam pembenahan tata kelola MBG. Menurutnya, penghematan anggaran dilakukan tanpa mengurangi kualitas makanan maupun target pemenuhan gizi bagi penerima manfaat.

 

“Kami concern hal pertama adalah untuk efisiensi, sehingga meski kini sudah tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, tetapi tidak menurunkan kualitas,” ujar Nanik di Jakarta.

 

Ia menjelaskan, BGN memfokuskan pembenahan pada tiga aspek utama, yakni melakukan penataan ulang (refocusing) penerima manfaat agar lebih tepat sasaran, menerapkan moratorium pembangunan dapur baru, serta membenahi dapur-dapur yang telah beroperasi agar memenuhi standar operasional dalam menghasilkan makanan bergizi. Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi prioritas guna menjaga kualitas layanan.

 

Dukungan terhadap penguatan tata kelola MBG juga datang dari DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa lembaganya akan menjalankan fungsi pengawasan dan pendampingan agar program strategis nasional tersebut berjalan sesuai tujuan.

 

“Pada dasarnya DPR RI sesuai tugas dan fungsinya akan terus mengawasi dan melakukan pendampingan agar program yang pro rakyat ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan rakyat Indonesia,” kata Dasco usai rapat koordinasi bersama pimpinan Badan Gizi Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan.

 

Menurut Dasco, Program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui pencegahan malnutrisi dan stunting, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan karena membantu peserta didik belajar dalam kondisi yang lebih baik. Di sisi lain, program ini turut menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan UMKM, petani, peternak, dan nelayan sebagai pemasok bahan pangan.

 

Sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memperkuat pengawasan, meningkatkan efisiensi, serta menyempurnakan tata kelola diharapkan mampu menjadikan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan pengelolaan yang lebih akuntabel dan tepat sasaran, pemerintah optimistis manfaat MBG akan semakin luas dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.