Kata Papua

Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Langkah Menuju Swasembada Beras - Kata Papua

Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Langkah Menuju Swasembada Beras

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Langkah Menuju Swasembada Beras

*JAKARTA* – Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai memiliki strategi kuat dalam mencapai swasembada beras dan ketahanan pangan nasional. Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, optimistis bahwa dengan alokasi anggaran yang tepat dan pengelolaan sumber daya yang baik, target ini dapat terealisasi secara berkelanjutan.
“Fokus pemerintah pada peningkatan produktivitas padi, dukungan Kementerian Pertanian, serta optimalisasi subsidi pupuk dan benih akan menjadi kunci keberhasilan swasembada beras. Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten, Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Khudori juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan pertanian yang sudah ada dibandingkan membuka lahan baru yang belum tentu produktif. Menurutnya, optimalisasi food estate yang telah dikembangkan akan memberikan hasil yang lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan, salah satunya melalui pembangunan bendungan.
“Pembangunan bendungan menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan air untuk irigasi 1,27 juta hektare sawah. Selain itu, bendungan juga mendukung swasembada energi dengan tambahan listrik hingga 15.627 MW serta meningkatkan ketahanan air nasional,” jelasnya.
Pemerintah telah membangun 234 bendungan, dengan tambahan 47 bendungan pada periode 2015-2024. Selain itu, terdapat 14 bendungan yang ditargetkan rampung pada 2026 serta 11 bendungan baru yang mulai dibangun sejak 2021. Dengan total 259 bendungan, infrastruktur ini akan menjadi fondasi penting dalam mendukung ketahanan pangan dan energi di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PT. Adhi Karya Tbk (Persero), Rozi Sparta, turut menegaskan bahwa pembangunan bendungan tidak hanya berperan sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang luas.
“Bendungan tidak hanya mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga melindungi dari bencana banjir serta menjadi sumber energi terbarukan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kebijakan yang terarah dan dukungan infrastruktur yang semakin kuat, optimisme terhadap keberhasilan swasembada beras di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto semakin besar. Pemerintah diharapkan terus memperkuat strategi dan sinergi antar kementerian untuk mencapai target ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.