Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan Terus Diperkuat - Kata Papua

Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan Terus Diperkuat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dengan mengedepankan pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan peran keluarga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi generasi muda dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan separatisme, sekaligus membangun sumber daya manusia yang berdaya saing dan memiliki semangat kebangsaan.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus mengedepankan pendekatan humanis di Papua melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar menjadikan pendidikan sebagai bekal utama bagi masa depan anak-anak. Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkat berkat komunikasi yang dibangun personel Satgas TNI bersama warga.

“Kami melihat semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa pendidikan merupakan bekal terbaik bagi masa depan anak-anak. Para orang tua, terutama mama-mama Papua, kini semakin yakin bahwa perubahan hidup dapat diraih melalui pendidikan, bukan lewat jalan kekerasan maupun penggunaan senjata,” ujar Lucky.

Ia menjelaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menghadirkan berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat dan beasiswa, untuk memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Saat ini semakin banyak orang tua yang terdorong untuk menyekolahkan anak-anaknya. Hal itu didukung oleh berbagai program pendidikan yang disiapkan pemerintah, mulai dari Sekolah Rakyat hingga pemberian beasiswa, termasuk bagi anak-anak di wilayah paling timur Indonesia,” katanya.

Menurut Lucky, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, nasionalisme, dan integritas sehingga generasi muda memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk propaganda. Ia juga menyebut keberhasilan pendidikan di Papua tercermin dari 25 putra-putri asli Papua yang kini sedang menempuh pendidikan sebagai taruna Akademi Militer.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya memperkuat upaya pencegahan radikalisme melalui kerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Program tersebut memberikan edukasi kepada peserta didik dan orang tua mengenai bahaya radikalisme, terutama yang berkembang di ruang digital.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kolaborasi itu akan diperluas melalui kegiatan edukasi di sekolah dan lingkungan keluarga.

“Kami bersama Densus 88 akan terus memperkuat kolaborasi, terlebih memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 sehingga edukasi kepada sekolah, siswa, dan orang tua dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujarnya.

Eri menegaskan bahwa peran orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah anak terpapar paham radikal melalui komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang baik di lingkungan keluarga.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri. Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus memacu masuknya investasi di sektor hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan energi terbarukan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menghasilkan devisa ekspor baru bagi negara. Peningkatan fasilitas perizinan berusaha yang terintegrasi secara digital (Online Single Submission) dan jaminan kepastian hukum memberikan kenyamanan bagi para investor untuk merealisasikan komitmen investasinya, sehingga arus modal masuk tidak hanya bertumpu pada pasar keuangan yang sensitif, melainkan pada sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Selain itu, percepatan fasilitasi investasi hilirisasi di luar Pulau Jawa terus diperluas guna mendorong pemerataan struktur pertumbuhan ekonomi antardaerah. Penguatan rantai pasok lokal yang menghubungkan industri skala besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah menjamin bahwa dampak ekonomi dari masuknya modal asing dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan Rupiah merupakan manifestasi nyata dari