Lompat ke konten utama

Kata Papua

Peran P20 Dalam Memperkuat Multilateralisme - Kata Papua

Peran P20 Dalam Memperkuat Multilateralisme

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) diadakan pada hari ini hingga Jumat (5-7/10/2022) di gedung DPR RI. Dalam parlemen forum P20 yang diadakan di hari Rabu (5/10) mengangkat tema mengenai peran parlemen P20 dalam memperkuat multilateralisme dan mitigasi perubahan iklim yang akan dibagi kedalam dua sesi. Pada sesi pertama, tema yang diangkat adalah peran parlemen P20 dalam memperkuat multilateralisme.

Pada diskusi sesi pertama ini akan dimoderatori oleh Philip J. Vermonte, dan beberapa pembicara diantaranya Sahiba Gafarova Speaker of The National Assembly (Azerbaijan), Anggota DPR Ri Irine Yusiana Roba Putri, staff ahli kemenlu Muhsin Syihab, dan Adhy Aman selaku Senior Programme Manager International IDEA.

Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri beranggapan bahwa multilateralisme merupakan bentuk kerangka kerjasama yang dilakukan antarnegara dalam mengatsai berbagai tantangan global yang ada.

“Kerja sama international dapat dikatakan sebagai kunci utama dalam mangatasi berbagai tantangan global saat ini.” Kata Irine dalam diskusi P20 (5/10/2022)

Ia juga menambahkan bahwa multilateralisme sangat berperan dalam mengatasi berbagai masalah di masa lalu. Sejarah mencatat bahwa sejak berakhirnya perang dunia ke dua multilateralisme telah berhasil menjadi kerangka kerja bersama bagi negara-negara di dunia untuk mencegah konflik semacam itu terjadi lagi.

“Dalam perkemabangannya multilateralisme berperan penting dalam menjaga perdamaian global, menciptakan keamanan serta memberikan dukungan bagi globalisasi dan distribusi bahan-bahan kebutuhan publik.” Lanjutnya.

Muhsin Syihab dalam keterangannya mengatakan bahwa kerajasama antar negara-negara G20 memeberikan solusi bagi setiap krisis global. Maka, G20 harus bisa bekerja sama dan bersinergi dalam mengatasi berbagai krisis global yang ada.

“G20 sifatnya harus mampu merespon setiap krisis. jika G20 tidak dapat merespon krisis yang berarti relevansinya, maka kontekstualitas G20 semakin menurun. dan kita disini baik parlemen maupun pemerintah harus bisa bersinergi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa G20 relevan” Kata Muhsin Syihab

Speaker of The National Assembly (Azerbaijan) Sahiba Gafarova menjelaskan dalam upaya menerapkan multilateralisme, penguatan lembaga international dan menghapuskan standar ganda bagi negara-negara tertentu menjadi syarat bagi terbentuknya upaya kerjasama multilateralisme antarnegara.

“jika kita ingin mencapai hasil nyata dari upaya kolektif yang ditujukan untuk memecahkan masalah yang menjadi perhatian internasional. Maka kita harus memperkuat lembaga internasional menerapkan dokumen yang diadopsi dan mengabaikan standar ganda serta pendekatan yang selektif.” Ucap Sahiba.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata