Kata Papua

Pesan Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw pada Peringatan HUT-76 RI - Kata Papua

Pesan Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw pada Peringatan HUT-76 RI

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kabaintelkam Polri Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw memberikan pesan kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia pada momen peringatan HUT-76 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Komjen Paulus Waterpauw saat kegiatan refleksi Pegawai Kristiani Bank Indonesia dalam rangka memperingati HU-76 RI dengan tema Bank Indonesia Berdoa untuk Negara: Bersyukur, Sehat, Optimis, secara online lewat zoom meeting, Kamis (18/08/2021).

Acara tersebut dihadiri antara lain, Adrianus Mooy (Gubernur Bank Indonesia periode 1988-1993), Miranda S. Goeltom (Deputi Gubernur Senior BI periode 2004-2008), Bun Bunan EJ Hutapea (Deputi Gubernur BI periode 2002-2007), Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Romo A. Susilo Wijoyo Pr, Pdt. Wim Wairata dan Pdt. Tommy Dixon dan para pimpinan satker Bank Indonesia.

Komjen Paulus Waterpauw mengutip ayat Alkibat dari  Perjanjian Baru Kolose 3:23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

‘’Menurut saya inilah esensi dari kehadiran kita sebagai orang percaya di tengah-tengah bangsa dan negara Indonesia yang besar ini yang mana upaya untuk mencapai tujuan negara itu sesungguhnya adalah panggilan yang luhur dan suci bagi setiap insan Kristiani Indonesia di mana pun ia berkarya dan melayani. Kita menjaga konsepsi panggilan yg suci dan luhur sebagai umat Kristiani,’’ ujarnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.