Kata Papua

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen untuk Bongkar Pagar Laut Demi Keberlanjutan Lingkungan - Kata Papua

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen untuk Bongkar Pagar Laut Demi Keberlanjutan Lingkungan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen untuk Bongkar Pagar Laut Demi Keberlanjutan Lingkungan

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan akses laut tetap terbuka bagi masyarakat, khususnya nelayan, guna meningkatkan kesejahteraan serta menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembongkaran pagar laut di perairan Tangerang, Banten, yang telah menghambat aktivitas nelayan. Upaya ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam menata kembali tata kelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa proses pembongkaran pagar laut telah mencapai tahap akhir, dengan sisa delapan kilometer dari total panjang 30,16 kilometer yang telah dibongkar. Sejak 18 Januari 2025, TNI AL bersama kementerian dan lembaga terkait telah bekerja sama dalam menyelesaikan proses ini.

“Pembongkaran pagar laut sudah hampir selesai. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses yang lebih baik bagi nelayan,” ujar Laksamana Ali.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari arahan pemerintah agar seluruh jajaran, termasuk TNI, berperan aktif dalam membantu masyarakat.

“Pemerintah selalu menekankan bahwa TNI harus hadir untuk membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan. Ini adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut,” tambahnya.

Dalam operasi ini, TNI AL mengerahkan 219 personel dari Pasmar 1, Lantamal III, dan Koarmada I, didukung dengan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) seperti kapal patroli, perahu karet, serta rigid-hull inflatable boat (RHIB). Selain itu, sekitar 40 nelayan turut berpartisipasi dengan delapan kapal untuk mempercepat proses pembongkaran.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama I Made Wira Hady menjelaskan bahwa tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan teknis, termasuk kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta ombak tinggi. Selain itu, keberadaan keramba apung di sekitar pagar bambu juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembongkaran.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menilai langkah pemerintah sebagai bentuk ketegasan dalam menertibkan aset kelautan demi kepentingan nasional. Firman juga mendorong aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa aturan terkait pemanfaatan wilayah perairan ditegakkan secara adil dan transparan.

“TNI sudah bertindak sesuai arahan pemerintah untuk menata kembali akses laut bagi masyarakat. Ke depan, penting bagi semua pihak untuk memastikan pemanfaatan sumber daya laut dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Firman dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan ekosistem laut yang sehat serta memastikan akses yang lebih luas bagi nelayan dalam mengembangkan mata pencahariannya. Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.