Kata Papua

Road To Opening Ceremony oleh Presiden Jokowi, Gedung AMANAH Jadi Creative Space Anak Muda - Kata Papua

Road To Opening Ceremony oleh Presiden Jokowi, Gedung AMANAH Jadi Creative Space Anak Muda

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Road To Opening Ceremony oleh Presiden Jokowi, Gedung AMANAH Jadi Creative Space Anak Muda


ACEH – Peresmian Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) oleh Presiden Joko Widodo semakin mendekat. Menjelang opening ceremony tersebut, suasana di sekitar Gedung AMANAH yang terletak di Ladong, Kabupaten Aceh Besar, semakin hidup dengan berbagai kegiatan kreatif.

Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian jelang peresmian adalah seni mural art yang menghiasi area outdoor Gedung AMANAH. Pemuda-pemuda anggota AMANAH mengekspresikan kreativitas dengan membuat mural di titik di sekitar gedung.

Tema mural ini mencerminkan kekayaan budaya Aceh, menampilkan ikon-ikon seperti Masjid Baiturrahman, Rumah Adat Aceh, hingga motif bunga dan daun khas Aceh. Paduan warna cerah seperti oranye, kuning, biru muda, dan merah memberikan kesan meriah dan penuh semangat.

Idrus bin Harun dari komunitas Kanot Bu mengapresiasi langkah AMANAH yang memberikan ruang bagi anak muda untuk berkarya.

“AMANAH membawa angin segar bagi anak muda Aceh. Kita berharap semangat ini terus berlanjut hingga generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, seni mural ini tidak hanya memperindah tampilan gedung tetapi juga menciptakan ruang yang mampu merepresentasikan identitas budaya Aceh dengan cara yang modern.

Selain mural art, area outdoor Gedung AMANAH juga dilengkapi dengan berbagai spot instagramable yang menarik perhatian para pengunjung.

Anggota AMANAH memperkenalkan beberapa spot kekinian seperti gazebo, tembok mural, sangkar burung dengan desain unik (model jari tangan, sangkar gantung, dan sangkar pohon), serta area bertema _rustic._ Spot-spot tersebut dirancang sebagai tempat berkumpul dan berfoto yang nyaman, khususnya bagi anak muda Aceh yang ingin menikmati suasana kreatif di sekitar gedung.

Dengan suasana yang modern namun tetap mempertahankan unsur lokal, area ini diharapkan menjadi destinasi baru bagi pemuda Aceh.

Tak hanya berfokus pada kegiatan seni, Gedung AMANAH juga dilengkapi dengan fasilitas pertanian modern melalui area Green House.

Di sini, tim AMANAH bersama empat petani muda binaan melakukan perawatan tanaman seperti cabai, selada hidroponik, melon, dan semangka. Program pertanian ini merupakan bagian dari upaya AMANAH untuk memberdayakan anak muda Aceh di sektor pertanian, sehingga dapat mengenal teknologi pertanian terbaru dan mengaplikasikannya secara langsung.

Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan pentingnya peran Gedung AMANAH sebagai pusat pertanian modern yang juga berfungsi sebagai ruang kreatif.

“Untuk mencapai visi Indonesia Emas, kualitas sumber daya manusia (SDM) anak muda sangatlah penting. Investasi dalam pengembangan SDM akan memberikan dampak jangka panjang yang positif untuk masa depan bangsa. Dengan memfasilitasi pemuda melalui program-program inovatif, generasi muda akan siap menghadapi tantangan di masa mendatang,” ungkap Rahmad Pribadi.

Gedung AMANAH diharapkan menjadi creative space baru bagi anak-anak muda Aceh untuk berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi di berbagai bidang.

*

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.