Kata Papua

SEA Games 2023 Kamboja, Atlet Binaan BIN Sukses Raih Medali - Kata Papua

SEA Games 2023 Kamboja, Atlet Binaan BIN Sukses Raih Medali

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

SEA Games 2023 Kamboja, Atlet Binaan BIN Sukses Raih Medali

Kabar menggembirakan datang dari perhelatan Sea Games 2023 Kamboja. Kali ini, dua atlet Indonesia binaan Badan Intelijen Negara (BIN), yaitu Lalu Muhammad Zohri dan Odekta Elvina Naibaho sukses meraih perunggu di cabang atletik

Bertanding di Modorok Techo Stadium, Phnom Penh, Senin (8/5/2023) sore WIB, Zohri turun di nomor 200 meter putra dan berhasil finish di posisi ketiga dengan catatan waktu 21.02 detik.

Sementara Odekta Elvina Naibaho berhasil finish diurutan ketiga pada nomor 5.000-meter putri.

Terkait jalannya pertandingan, Zohri yang sempat memimpin lomba, pada akhirnya finish di posisi ketiga.

Tak lupa, Zohri pun mengucapkan terima kasih kepada dukungan Bapak Kepala BIN dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya persembahkan Medali perunggu ini kepada bangsa Indonesia, orang tua, pelatih, Kepala BIN, Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si, Deputi Dalam Negeri BIN Mayjen TNI Edmil Nurjamil, serta seluruh masyarakat Indonesia yang selalu dan diharapkan terus mendukung kemajuan prestasi atlit Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers.

Sementara atlet lainnya yaitu, Odekta Elvina Naibaho mampu tampil impresif meskipun sempat bertanding di tengah guyuran hujan.

Di putaran terakhir Odekta mencapai finish dalam posisi ketiga dan mendapatkan medali perunggu.

Prestasi ini cukup membanggakan lantaran Odekta telah terkuras tenaganya pada ajang lari marathon putri yang berlangsung dua hari sebelumnya di nomor marathon putri.

Kedepan, masih pada ajang atletik Sea Games 2023, Zohri dan Odekta masing-masing masih memiliki peluang untuk mendapatkan lagi medali emas Sea Games 2023.

Sebab Zohri akan turun pada nomor 100 meter putra 12 Mei 2023. Adapun pada nomor 100 meter putra adalah bidang keahlian Zohri.

Kemudian Odekta akan turun di nomor 10.000 meter putri yang akan berlangsung pada 12 Mei 2023.*

***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.