Kata Papua

Sekolah Rakyat di Wilayah Pedalaman Strategi Negara Dalam Pemerataan Akses Pendidikan - Kata Papua

Sekolah Rakyat di Wilayah Pedalaman Strategi Negara Dalam Pemerataan Akses Pendidikan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sekolah Rakyat di Wilayah Pedalaman Strategi Negara Dalam Pemerataan Akses Pendidikan

Jakarta – Pemerintah pusat mempercepat pendirian Sekolah Rakyat di wilayah pedalaman sebagai bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin, terutama di wilayah pedalaman. Program ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga dirancang sebagai strategi pengentasan kemiskinan jangka panjang yang menyasar akar persoalan ketimpangan akses layanan dasar.

 

 

 

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, di Kantor Kementerian Sosial. Pertemuan itu secara khusus membahas usulan pendirian Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur, termasuk rencana rintisan di Mahakam Ulu yang dikenal sebagai wilayah dengan tantangan geografis berat.

 

 

 

 

Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah agar proses pembangunan bisa segera dimulai. “Sekarang bukan zamannya omon-omon. Silakan Pemkab ajukan agar segera diurus tahun ini, supaya rintisannya bisa dibangun dan menerima siswa baru,” kata Agus Jabo. Ia menekankan bahwa kelengkapan dokumen dan kesiapan lahan menjadi kunci agar program tidak berhenti di tataran wacana.

 

 

 

 

Sekolah Rakyat, menurut Agus Jabo, dirancang sebagai program pendidikan terintegrasi yang sekaligus berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Inisiatif ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan pendekatan berasrama yang memungkinkan anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, hingga jaminan kebutuhan dasar. “Sekolah Rakyat ini miniatur pengentasan kemiskinan. Pendidikan adalah pintu masuk utama untuk memutus kemiskinan antargenerasi,” ujarnya.

 

 

 

 

Secara nasional, program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan beroperasi di berbagai daerah dan menampung lebih dari 15 ribu siswa. Selain itu, pemerintah juga mulai membangun 104 Sekolah Rakyat permanen. Target jangka menengahnya, sebanyak 500 Sekolah Rakyat akan berdiri di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, masing-masing dengan daya tampung hingga 1.000 siswa.

 

 

 

 

Bagi Mahakam Ulu, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai sangat krusial. Wilayah perbatasan ini masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat jarak tempuh yang jauh, kondisi geografis sungai dan hutan, serta minimnya fasilitas. Angela Idang Belawan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti arahan pusat. “Kami akan segera mengurus administrasi untuk lahan dan memproses rintisan Sekolah Rakyat di Mahakam Ulu,” ujarnya.

 

 

 

 

Dorongan percepatan pendirian Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur menjadi secercah harapan baru bagi keluarga miskin di pedalaman. Jika terealisasi tepat waktu, program ini tidak hanya membuka ruang belajar bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan, tetapi juga menjadi langkah strategis negara untuk memutus kemiskinan struktural dan membangun masa depan yang lebih setara.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Most Popular

Categories

Related Post

Uncategorized
Mengecam Kelicikan KST Papua Jadikan Masyarakat Papua Tameng Hidup Oleh : Clara Anastasya Wompere Kelompok separatis dan teroris (KST) di Papua merupakan gerombolan kriminal dan pengacau yang sangat licik. Bagaimana tidak, pasalnya mereka dengan sangat tegas menggunakan warga yang merupakan masyarakat orang asli Papua (OAP) untuk menjadi tameng hidup pada saat terjadinya baku tembak dengan pihak aparat keamanan dari personel gabungan ketika mereka sedang terpojok. Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti terlibat baku tembak dengan gerombolan separatis tersebut, yang mana juga termasuk ke dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat. Dalam baku tembak itu, sebanyak ratusan warga setempat berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan untuk bisa menghindarkan mereka dari adanya upaya ataupun potensi akan intimidasi dari kelompok separatis. Seluruh warga telah dievakuasi ke tempat yang aman agar bisa menghindarkan mereka dari KST Papua. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Andika Ganesha Sakti yang memimpin langsung Satgas tersebut berhasil menggagalkan upaya pengibaran bendera Bintang Kejora yang hendak dilakukan oleh kelompok separatis dan teroris dari Organisasi Papua Merdeka itu di Dusun Aimasa Lama, Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah. Diketahui bahwa aksi pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut dilakukan dalam rangka untuk memperingati Hari Manifesto Politik Papua Merdeka pada tanggal 1 Desember. Sempat terjadi baku tembak antara gerombolan separatis itu dengan pihak aparat keamanan dari Satgas TNI. Baku tembak tersebut terjadi saat aparat keamanan hendak berupaya untuk menggagalkan rencana pengibaran Bendera Bintang Kejora yang dilakukan oleh kelompok penentang ideologi negara itu. Mereka semua bahkan sempat sangat terdesak karena adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat keamanan. Akan tetapi, tatkala sedang terdesak, alih-alih menyerahkan diri, justru KST Papua melakukan cara licik lainnya, yakni melakukan intimidasi kepada warga setempat untuk menjadikan mereka sebagai tameng hidup pada saat baku tembak tersebut terjadi. Sontak, mengetahui adanya kelicikan yang dilakukan oleh gerombolan teroris dari Bumi Cenderawasih itu, aparat keamanan pun langsung bergerak dengan cepat dan dengan sangat hati-hati untuk melakukan penyelamatan kepada para penduduk kampung demi bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil. Pergerakan tempur yang dilakukan oleh pihak Satgas TNI sendiri kemudian membuahkan hasil yang sangat optimal, yakni aparat keamanan pada akhirnya berhasil memukul mundur KST Papua dan membuat mereka semua langsung melarikan diri masuk ke arah hutan dan perbukitan. Tentu saja upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, melainkan pihak Satgas TNI langsung mengerahkan sejumlah drone untuk melakukan pemantauan dari udara mengenai pergerakan yang dilakukan oleh gerombolan separatis tersebut. Dari hasil pantauan yang dilakukan melalui drone di udara, ternyata diketahui bahwa KST Papua yang melakukan penyerangan dan sempat melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan bahkan hingga menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup itu berjumlah sekitar delapan orang yang merupakan pimpinan dari Manfred Fatem. Mereka semua juga terlihat membawa beberapa pucuk senjata api. Terkait hasil pemantauan dan juga penyelidikan yang langsung dilakukan oleh aparat keamanan setelah sempat terjadinya kontak tembak hingga membuat KST Papua terpojok dan melarikan diri itu, Letkol Infanteri Andika Ganesha Sakti kemudian menuturkan bahwa ditemukan rencana dari pihak gerombolan teroris tersebut selain melakukan pengibaran akan bendera Bintang Kejora, namun mereka juga hendak menyusun rencana untuk melakukan penyerangan kepada aparat keamanan serta melakukan aksi teror yang dapat mengganggu kenyamanan serta kedamaian dari masyarakat setempat. Meski begitu, namun untuk saat ini, situasi akan keamanan dan kondusifitas di Kampung Ayata sendiri sudah secara sepenuhnya dikuasai oleh aparat keamanan dari personel gabungan yang terdiri dari TNI dan juga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang mana seluruh aparat keamanan itu jelas akan tetap terus hadir bagi masyarakat untuk bisa memberikan rasa aman kepada warga setempat di Bumi Cenderawasih. Guna bisa memastikan upaya memberikan kenyamanan dan mendatangkan keamanan bagi masyarakat setempat di Papua hingga mereka semua bisa merasa aman, aparat TNI dari Satgas Yonif 133 Yudha Sakti juga memberikan bantuan logistik berupa makanan dan juga dukungan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi sebanyak ratusan penduduk. Lebih lanjut, pihak pasukan aparat keamanan juga sampai saat ini masih terus berupaya untuk melakukan pemburuan kepada para pelaku dari kelompok separatis dan teroris Papua itu serta membuat parameter akan pengamanan di sekitar wilayah perkampungan agar tidak sampai disusupi lagi oleh KST pimpinan Manfred Fatem. Sebenarnya gerombolan teroris dari KST Papua tersebut sama sekali tidak berdaya, pasalnya mereka hanya bisa melancarkan aksi yang sangat licik ketika sedang terpojok dalam baku tembak melawan aparat keamanan Republik Indonesia. Mereka dengan sangat tega bahkan menggunakan warga sipil yang tidak berdosa sebagai tameng hidup. )* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakart
On Key

Related Posts

Pemerintah Pastikan THR Cair Tepat Waktu

Pemerintah Pastikan THR Cair Tepat Waktu Jakarta – Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara, pekerja, maupun pensiunan akan dilakukan secara tepat