Kata Papua

Sekolah Rakyat Diperkuat dengan Langkah Tegas demi Transparansi - Kata Papua

Sekolah Rakyat Diperkuat dengan Langkah Tegas demi Transparansi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sekolah Rakyat Diperkuat dengan Langkah Tegas demi Transparansi

Jakarta – Pemerintah memperketat sistem pengawasan Program Sekolah Rakyat sepanjang tahun 2026 demi menjamin tata kelola yang bersih dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan program yang telah berjalan, sekaligus memastikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan bebas dari penyelewengan.

 

Pemerintah menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, tata kelola program terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap praktik korupsi, titipan, maupun manipulasi data dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.

 

“Kami sudah berkomitmen dari awal agar program-program strategis ini tidak ternodai dengan praktik-praktik korupsi,” ujarnya.

 

Pemerintah juga memastikan bahwa proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan pendidikan benar-benar diterima kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Mekanisme pengawasan diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai bahwa pengawasan menyeluruh menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas program dan memastikan anggaran negara digunakan secara tepat.

 

“Tujuan program ini sangat baik. Namun, pengadaan dalam bentuk apapun harus dilandaskan pada pengawasan, ketelitian, dan prinsip antisipatif,” katanya.

 

Penguatan pengawasan juga dilakukan terhadap proses pengadaan perlengkapan sekolah yang sempat menjadi perhatian publik. Pemerintah menegaskan bahwa setiap tahapan pengadaan akan diawasi secara transparan dan akuntabel agar kualitas barang sesuai dengan kebutuhan siswa serta tidak merugikan negara.

 

Sementara, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga menyampaikan bahwa investigasi dan audit internal dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai proses pengadaan dalam program Sekolah Rakyat.

 

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Agus Jabo Priyono.

 

Selain aspek pengawasan, pemerintah juga terus memperkuat kualitas pendidikan dalam program Sekolah Rakyat melalui penyediaan tenaga pengajar berkualitas dan sistem pembelajaran yang inklusif. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari kualitas pendidikan yang diterima siswa.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.