Kata Papua

Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Bermutu Lewat Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran - Kata Papua

Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Bermutu Lewat Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Bermutu Lewat Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

JAKARTA — Pemerintah memastikan Program Sekolah Rakyat berjalan dengan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran guna menghadirkan pendidikan bermutu bagi masyarakat paling membutuhkan. Sistem seleksi siswa dilakukan berbasis data resmi tanpa membuka pendaftaran umum, sehingga menjamin program tepat sasaran.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses seleksi siswa tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun. Seluruh mekanisme dilakukan melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

 

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Penjangkauan dilakukan berbasis DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” ujar Saifullah Yusuf.

 

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas proses seleksi agar program benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

 

“Tidak boleh ada titipan atau intervensi. Semua pihak harus menjaga integritas proses seleksi,” katanya.

 

Menurutnya, prioritas utama program adalah masyarakat pada kelompok desil satu dan dua, sehingga prinsip kehati-hatian dan ketepatan sasaran harus dijaga.

 

“Yang paling membutuhkan harus diprioritaskan dalam seleksi. Ini prinsip utama program,” tegasnya.

 

Saifullah juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi manipulasi data serta memastikan proses seleksi berjalan bersih dan transparan.

 

“Waspadai manipulasi data dan intervensi pihak luar. Semua harus menjaga proses ini,” ucapnya.

 

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

 

“Pelaku kekerasan akan ditindak tegas, bisa langsung diberhentikan tanpa peringatan. Pendidikan harus damai dan inklusif, tidak boleh ada intoleransi di sekolah,” jelasnya.

 

Dalam proses pembinaan, peran wali asuh dinilai sangat penting untuk mendampingi siswa secara intensif serta melakukan deteksi dini terhadap potensi perilaku menyimpang.

 

“Jika ditemukan perilaku menyimpang, akan dilakukan rehabilitasi. Pendampingan menjadi kunci utama,” imbuhnya.

 

Di sisi lain, kedisiplinan juga menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Sekolah Rakyat, termasuk dalam penerapan aturan pembelajaran sehari-hari.

 

“Aturan ini wajib dipatuhi oleh seluruh siswa. Kedisiplinan menjadi bagian penting pendidikan,” kata Saifullah.

 

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menambahkan bahwa program ini tetap membuka ruang usulan berbasis temuan lapangan untuk melengkapi data yang ada.

 

“Jika ditemukan layak, usulan bisa diajukan melalui tim. Ini melengkapi data yang ada,” pungkasnya.

 

Dengan sistem seleksi yang transparan, berbasis data, serta penguatan pembinaan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.