Lompat ke konten utama

Kata Papua

Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program - Kata Papua

Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sekolah Rakyat Masuk Kajian Evidence-Based Policy untuk Penyempurnaan Program

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat dengan menghadirkan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat tidak hanya menjawab kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono mengatakan pihaknya siap mendukung Kemensos melalui jejaring riset yang dimiliki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindak lanjuti bersama,” ujar Prof. Nunung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BRIN akan memberikan dukungan berupa kajian berbasis bukti (evidence-based policy) untuk mengevaluasi dampak penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus memberikan rekomendasi penyempurnaan kebijakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan “Kajian tersebut tidak hanya menilai perkembangan peserta didik, tetapi juga mencakup ekosistem penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga berbagai aspek pendukung lainnya,” kata Prof. Nunung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain riset, BRIN juga menawarkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat. Di antaranya teknologi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi air, daur ulang air, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo mengatakan Sekolah Rakyat menjadi prioritas karena mengemban misi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Keterlibatan BRIN dinilai akan memperkuat pencapaian tujuan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kalau sejak awal BRIN terlibat melalui riset dan kajian, tentu akan memperkuat Sekolah Rakyat. Hasil riset itu nantinya juga bisa menjelaskan kepada publik bagaimana perubahan yang terjadi pada para siswa serta penyempurnaan kebijakan yang perlu dilakukan ke depan,” jelas Agus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain mendukung Sekolah Rakyat, Kemensos dan BRIN juga membahas peluang kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi tepat guna bagi kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset BRIN untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kolaborasi antara Kemensos dan BRIN juga diharapkan menghasilkan berbagai inovasi yang dapat mendukung kualitas lingkungan belajar di Sekolah Rakyat, baik melalui penerapan teknologi maupun penyempurnaan tata kelola. Dengan demikian, Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts