Lompat ke konten utama

Kata Papua

Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila - Kata Papua

Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

MIMIKA — Upaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat terus diperkuat menyusul dugaan penyanderaan sejumlah warga di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan masyarakat melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut. TNI saat ini melakukan pengumpulan data dan informasi sebelum menentukan langkah pencarian yang tepat.

“Kita sudah menerima informasi itu, tetapi masih dilakukan pengumpulan data untuk mengambil langkah pencarian terhadap warga yang dibawa kelompok bersenjata,” ujar Febriel kepada wartawan di Jayapura.

Menurut Febriel, Komandan Korem 173/PVB telah berada di Mimika untuk berkoordinasi dengan keluarga warga serta Pemerintah Kabupaten Mimika. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan berlangsung terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kemarin Danrem sudah bertemu keluarga dan meminta untuk tetap tenang. Kemudian Danrem juga akan bertemu Pemkab Mimika untuk mengambil langkah penanganan,” katanya.

Satgas Damai Cartenz 2026 turut mengirim personel ke Distrik Jila untuk memastikan informasi mengenai dugaan penyanderaan sekaligus melakukan penyelidikan terhadap kelompok yang diduga terlibat. Kapolda Papua Tengah Brigjen Jeremias Rontini menyampaikan bahwa kepolisian telah menyiapkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan.

“Kita hari ini kirim anggota ke Distrik Jila. Untuk kelompoknya kita sedang lidik,” kata Kasatgas Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani.

Kondisi geografis Jila yang berada di wilayah pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam pengerahan personel. Namun, keterbatasan akses tersebut terus diantisipasi melalui koordinasi dan dukungan operasional agar proses penanganan dapat berjalan optimal.

Anggota Komisi XIII DPR Mafirion mendorong pemerintah bersama TNI dan Polri memastikan keselamatan warga. Ia menilai penanganan perlu dilakukan secara cepat, presisi, dan terukur.

Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPN PERMAHI Moh Sahrul Lakoro juga menegaskan pentingnya perlindungan masyarakat. “Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Negara terus hadir melalui perlindungan yang cepat, terukur, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat pasti terus diperkuat sehingga situasi Jila segera kondusif dan warga dapat menjalankan aktivitas dengan aman, tenang, serta memiliki kepercayaan diri untuk membangun masa depan Papua.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerataan SDM Koperasi Merah Putih Menjaga Operasional yang Lebih Kuat

Oleh : Antonius Utomo Pemerataan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi, keberadaan SDM yang kompeten, merata, dan memiliki kapasitas manajerial yang baik menjadi fondasi penting agar setiap koperasi mampu menjalankan fungsi pelayanan, distribusi, hingga pengembangan usaha secara optimal. Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga menempatkan penguatan kualitas pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi penting karena koperasi yang tumbuh secara cepat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerataan SDM yang berkualitas akan memastikan tidak ada kesenjangan kapasitas antarwilayah sehingga seluruh koperasi dapat berkembang dengan standar yang relatif setara. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh modal usaha maupun infrastruktur pendukung, tetapi juga oleh kualitas individu yang menjalankan operasional koperasi setiap hari. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kompetensi terus dilakukan guna memperkuat kemampuan pengurus dalam bidang manajemen usaha, tata kelola keuangan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan jejaring bisnis. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerataan SDM juga memiliki peran strategis dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat. Dengan kapasitas yang merata, setiap koperasi dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional, cepat, dan akuntabel. Masyarakat sebagai anggota koperasi akan memperoleh manfaat yang lebih besar karena pengelolaan usaha berjalan secara efektif serta mampu merespons kebutuhan ekonomi lokal dengan lebih tepat. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata. Langkah pemerintah mendorong pelatihan dan pengembangan SDM sejalan dengan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai penopang keberlanjutan organisasi. Berbagai lembaga dan institusi juga menempatkan program pengembangan SDM sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelolanya. Keberadaan SDM yang merata juga akan memperkuat koordinasi antar-Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Dengan standar kompetensi yang relatif sama, proses berbagi pengalaman, transfer pengetahuan, dan kolaborasi usaha dapat berjalan lebih efektif. Setiap koperasi memiliki peluang untuk belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di daerah lain, sehingga tercipta ekosistem koperasi yang saling mendukung dan tumbuh bersama. Sinergi semacam ini sangat penting untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat lokal hingga nasional. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan  para manajer KDKMP yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) penempatan di luar domisili agar menerimanya. Penempatan lintas daerah untuk mengisi kebutuhan SDM di wilayah yang pembangunan KDKMP-nya telah selesai. KDKMP yang telah selesai pembangunanya membutuhkan manajer untuk segera beroperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan manajer akan mendapatkan gaji antara Rp6,3 juta-8,3 juta yang terdiri dari komponen gaji dan tunjangan sesuai dengan UMK setempat. Gaji tersebut diberikan karena manajer mempunyai tanggung jawab yang berat untuk mengembangkan ekosistem desa. Para manajer ini akan mengelola koperasi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menangani subsidi bantuan pemerintah dan mengembangkan ekonomi desa. Selain itu, pemerataan SDM dapat mendorong lahirnya kepemimpinan koperasi yang adaptif dan visioner. Pengurus yang memiliki pemahaman kuat mengenai tata kelola organisasi akan lebih mampu menyusun strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Mereka juga dapat mengidentifikasi peluang ekonomi baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggota koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, penguatan SDM Koperasi Merah Putih perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Pelatihan yang terstruktur, sistem sertifikasi kompetensi, pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, serta pendampingan langsung di lapangan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga kualitas pengelolaan koperasi. Langkah tersebut akan memastikan bahwa setiap koperasi memiliki kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia. Pemerataan SDM pada akhirnya bukan sekadar upaya meningkatkan kemampuan individu, melainkan