Lompat ke konten utama

Kata Papua

Sinergi Kunci Efektivitas Pemberantasan Judi Daring - Kata Papua

Sinergi Kunci Efektivitas Pemberantasan Judi Daring

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Maraknya praktik judi daring (judol) di masyarakat menjadi ancaman serius bagi tatanan sosial dan kesejahteraan ekonomi warga. Anggota DPR RI, Rio Dondokambey, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi fenomena ini, yang semakin merugikan masyarakat luas.

Menurutnya, dampak negatif judi daring tidak hanya menguras keuangan individu, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melakukan peminjaman, baik melalui jalur konvensional maupun online. Lebih jauh, banyak pelaku judi daring rela menggadaikan atau menjual aset berharga demi terus bermain.

“Mau sehebat apa pun bermain judi online, tetap akhirnya kalah. Lama-lama habis dan terlilit utang,” ujar Rio.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme judi daring dirancang sedemikian rupa untuk membuat pemain merasa diuntungkan pada awalnya.

“Akun yang baru bermain biasanya akan diberi kemenangan agar merasa mendapat uang cepat. Namun, semakin lama bermain, mereka justru akan mengalami kekalahan,” tambahnya.

Rio menyatakan Komisi XI DPR RI terus mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam jebakan judi daring. Sebagai langkah konkret, pihaknya telah mendorong perbankan untuk lebih selektif dalam memantau transaksi yang terindikasi terkait dengan aktivitas ini.

“Hasilnya, 10 ribu rekening bank yang terindikasi terkait dengan judi online telah berhasil diblokir,” ungkapnya.

Selain itu, Rio menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam memberantas praktik judi daring melalui langkah-langkah pemantauan dan pemblokiran platform ilegal.

“Solusi jangka panjang ada di Kemkomdigi, sebagai mitra kerja Komisi I DPR RI,” tegasnya.

Upaya pemberantasan judi daring juga dilakukan melalui kerja sama internasional. Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, berhasil memulangkan 29 warga negara Indonesia (WNI) dari Filipina yang diduga terlibat dalam kejahatan judi daring dan penipuan online. Mereka ditangkap oleh otoritas keamanan Filipina karena bekerja di perusahaan judi online ilegal.

SES National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko, mengatakan setibanya di Indonesia, 29 WNI tersebut menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri guna menentukan apakah mereka korban atau pelaku.

“Kami lakukan pendalaman dan memisahkan antara terduga korban dan pelaku,” ujarnya.

Upaya pemberantasan judi daring membutuhkan sinergi dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang terkoordinasi dan kesadaran kolektif, diharapkan fenomena judi daring dapat diminimalisir demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas sosial ekonomi negara.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Investasi Besar di Era Presiden Prabowo Menunjukkan Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia

Oleh : Jonathan Janoel Peta investasi Indonesia memasuki fase penting. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa investasi dalam jumlah besar akan masuk dalam beberapa pekan mendatang menjadi sinyal bahwa Indonesia masih dipandang memiliki ruang pertumbuhan oleh pemodal. Pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri. Realisasi investasi semester I 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target nasional Rp2.041,3 triliun dan menyerap hampir 1,45 juta tenaga kerja. Dalam keterangannya, Prabowo menyebut sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Presiden juga menilai gelombang investasi yang akan masuk perlu diarahkan untuk memperkuat perekonomian nasional. Pesan ini penting karena investasi bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah, melainkan sumber pembiayaan bagi ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan rantai industri di dalam negeri. Arah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi dan investasi bernilai tambah. Dalam forum Eastern Economic Forum di Vladivostok awal September, Prabowo menekankan bahwa pembangunan harus menghasilkan manfaat yang luas, sementara investasi diharapkan menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, serta penguasaan teknologi. Dengan demikian, arus modal yang masuk tidak berhenti pada pembangunan aset, tetapi diarahkan untuk memperbesar kapasitas ekonomi Indonesia. Keyakinan tersebut memperoleh contoh konkret dari sektor teknologi finansial. Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menilai masuknya investasi sebesar US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings Jepang menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia masih tinggi. Investasi itu disebut sebagai salah satu pendanaan terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lima tahun terakhir. Andi juga menjelaskan bahwa sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Aliran modal itu diarahkan antara lain untuk pengembangan sumber daya manusia, produk, dan edukasi finansial. Artinya, investasi asing dapat memberikan manfaat lebih luas ketika modal yang masuk ikut memperkuat kapasitas perusahaan dan talenta domestik. Sinyal tersebut semakin menarik karena datang ketika pasar global masih menghadapi ketidakpastian. Investor tentu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menempatkan dana, mulai dari prospek pertumbuhan, regulasi, stabilitas kebijakan, hingga kemampuan pasar menyerap produk. Masuknya investasi SBI Holdings menunjukkan bahwa terdapat pelaku global yang tetap melihat peluang bisnis di Indonesia. Dari sisi industri, CEO Ajaib Group Anderson Sumarli menilai pendanaan tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan penciptaan pekerjaan berkualitas. Ia juga melihat peluang investasi pada sektor kecerdasan buatan, pusat data, dan blockchain. Menurut Anderson, kepercayaan investor global dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak modal ke sektor teknologi Indonesia. Pada saat yang sama, perkembangan pasar modal domestik menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan tidak hanya berasal dari investor asing. Data KSEI yang dikutip dalam pemberitaan menunjukkan jumlah investor pasar modal telah mencapai 30,30 juta, dengan jumlah investor saham menembus lebih dari 10 juta. Sebagian besar merupakan investor ritel domestik. Perkembangan ini memperlihatkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam perekonomian berbasis investasi. Pemerintah juga terus memperkuat iklim investasi melalui percepatan perizinan dan kebijakan hilirisasi. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi semester I tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Komposisi PMA dan PMDN juga relatif berimbang, masing-masing sekitar Rp507,6 triliun dan Rp502,9 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi menjadi aktivitas ekonomi yang melibatkan modal internasional sekaligus kekuatan pelaku usaha domestik. Namun, besarnya investasi tetap perlu diikuti kualitas pelaksanaan. Pemerintah perlu memastikan proyek yang masuk memberikan nilai tambah, menyerap tenaga kerja Indonesia, memperkuat industri lokal, dan mendorong transfer teknologi. Kepastian regulasi serta pelayanan investasi yang cepat juga menjadi faktor penting agar komitmen investasi benar-benar berubah menjadi proyek yang terealisasi. Kinerja tersebut juga perlu dilihat dalam konteks persaingan memperebutkan modal global. Indonesia harus terus menawarkan kepastian, efisiensi, dan nilai tambah agar investor memiliki alasan ekonomi yang kuat untuk memperluas kegiatan usahanya di tanah air. Dalam konteks tersebut, pernyataan Prabowo mengenai masuknya investasi besar dapat dibaca bersama dengan perkembangan investasi yang sudah tercatat. Optimisme pemerintah memperoleh dukungan dari realisasi konkret, sementara investasi baru akan menjadi penting apabila mampu memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Pada akhirnya, kepercayaan investor bukan sesuatu yang terbentuk hanya