Kata Papua

Survei Ungkap MBG Berkontribusi pada Tingginya Kepuasan Kinerja Pemerintah - Kata Papua

Survei Ungkap MBG Berkontribusi pada Tingginya Kepuasan Kinerja Pemerintah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Survei Ungkap MBG Berkontribusi pada Tingginya Kepuasan Kinerja Pemerintah

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti menjadi salah satu pendorong utama tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, berdasarkan hasil survei terbaru terkait evaluasi kinerja pemerintah dan pelaksanaan program prioritas nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masduri mengungkapkan bahwa kontribusi program MBG terhadap kepuasan publik sangat signifikan, bahkan menjadi salah satu faktor dominan yang membentuk persepsi positif masyarakat. “Jika kita perhatikan, alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sebesar 23 persen disokong oleh kepuasan terhadap program makan bergizi gratis,” ujarnya di Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Respons positif tidak hanya datang dari kelompok pendukung, tetapi juga dari masyarakat secara luas yang merasakan manfaat konkret dari program tersebut. “Program ini mendapatkan perhatian dan apresiasi yang baik dari publik karena manfaatnya dirasakan secara langsung,” tambahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut, survei tersebut mengungkap bahwa MBG menjadi program prioritas dengan tingkat pengakuan manfaat tertinggi dibandingkan program lainnya. Sebanyak 36,5 persen responden menyatakan telah merasakan manfaat program ini, melampaui sejumlah program strategis seperti bantuan subsidi upah (BSU), layanan kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian ini mempertegas bahwa kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Program MBG dinilai tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih sehat dan produktif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Survei Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 2–8 Maret 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia yang berusia minimal 17 tahun atau telah menikah. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih, serta didukung sistem pengendalian kualitas yang ketat, termasuk verifikasi lapangan, spot check, dan penggunaan teknologi berbasis aplikasi dengan dukungan foto serta geolokasi. Validasi data juga mengacu pada sensus Badan Pusat Statistik 2020 untuk memastikan representativitas hasil survei.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil survei ini menjadi indikator kuat bahwa program MBG berjalan efektif dan memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pemerintah pun optimistis dapat terus meningkatkan kualitas implementasi program ini agar manfaatnya semakin merata, sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.