Lompat ke konten utama

Kata Papua

Upaya Tingkatkan SDM Muda Aceh di Berbagai Bidang, BIN Inisiasi Pembangunan Gedung AMANAH - Kata Papua

Upaya Tingkatkan SDM Muda Aceh di Berbagai Bidang, BIN Inisiasi Pembangunan Gedung AMANAH

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh: Agam Hamzah

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) menginisiasi pembangunan gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda Negeri Rencong tersebut di berbagai bidang.

Sejatinya segenap elemen muda dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Aceh memiliki potensi yang sangat luar biasa namun terpendam dalam diri mereka. Sehingga sudah sepatutnya mereka mendapatkan dukungan dan dorongan demi semakin meningkatkan kualitas dan daya saing dari SDM muda itu di berbagai bidang.

Dengan sangat pentingnya peranan para generasi muda dalam pembangunan bangsa, maka menjadikan BIN menginisiasi pembangunan Gedung AMANAH, lantaran dalam program tersebut mampu mewujudkan peningkatan kualitas SDM muda Serambi Mekkah.

Para pemuda Aceh akan banyak mendapatkan pelatihan sangat bermanfaat supaya mereka bisa meningkatkan kemandirian, kompetensi dan profesionalismenya menjadi pelaku wirausaha (entrepreneur) muda, terlebih di era gempuran digitalisasi seperti sekarang ini.

Melalui Program AMANAH inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu, seluruh generasi muda dari Negeri Rencong akan mendapatkan banyak kiat untuk bisa menjadi pelaku wirausaha muda sukses dala memulai usaha mikro dan kecil (UMK) dengan beragam pelatihan dasar mengenai bagaimana cara mengelola dan memasarkan produk secara digital, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pengembangan usaha mereka.

Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setdakab Aceh Tengah, Ir. Khaidir menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah sangat mengapresiasi dan mendukung penuh terselenggaranya program AMANAH sebagai salah satu bentuk kegiatan sangat positif yang dapat membangkitkan semangat berwirausaha, utamanya dari kalangan pemuda.

Ketika minat bewirausaha dari para anak muda itu tumbuh, maka mereka akan tertarik memulai usaha dan mengembangkannya dengan berbasis pemanfaatan teknologi digital. Sehingga dengan hal itu, akan berdampak pula pada kemajuan serta peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat di Aceh juga.

Membahas salah satu ciri dari suatu daerah atau wilayah yang maju, yakni ketika masyarakatnya sejahtera dan juga jika jumlah dari wirausaha di sana bisa mencapai di atas 2 persen dari jumlah penduduknya.

Sebagai informasi, bahwa sebenarnya Aceh berada pada wilayah yang sangat beruntung karena mereka memiliki dukungan atas sumber daya alam (SDA) begitu melimpah sehingga bisa mendatangkan peluang untuk wirausaha.

Terjadinya realisasi Program AMANAH merupakan bentuk wujud konkret dari komitmen kuat BIN untuk terus memberdayakan para wirausaha muda di Aceh, bahkan lembaga tersebut juga menyediakan pelatihan dengan pembekalan keterampilan generasi muda yang memadai.

Bagaimana berjalannya Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat itu dengan banyaknya materi variatif di dalamnya melalui kegiatan pelatihan jelas mampu melahirkan SDM muda berkualitas yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi di era ekonomi digital.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPPW Aceh Agung Jadi Prakoso mengungkapkan bahwa Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat berfungsi sebagai sebuah wadag pengembangan dan sekaligus peningkatan kapasitas SDM muda Negeri Rencong itu dalam berbagai bidang.

Beberapa bidang yang akan terus mendapatkan peningkatan pengembangan seperti halnya bidang kreatif, riset dan teknologi, kewirausahaan, industri kreatif, pendidikan, literasi, budaya dan juga bahasa.

Seluruh fasilitas dalam pembangunan Gedung AMANAH benar-benar terpantau dengan sangat baik, bahkan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa pihak kontraktor perlu menambahkan lagi jumlah pekerja mereka hingga sekitar 200 orang lagi.

Penambahan jumlah pekerja itu bertujuan untuk mengejar target waktu penyelesaian proyek serta tetap memperhatikan bagaimana spek dan teknik pembangunannya, sehingga kekokohan dan kehandalan bangunan bisa teruji serta berdungsi sesuai dengan kebutuhannya dengan optimal.

Di sisi lain, Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus pakar Nilam Aceh Dr. Syaifullah Muhammad menjelaskan bahwa Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat beserta Atsiri Research Ceter (ARC) terus mengadakan kolaborasi secara langsung untuk memberdayakan para pemuda wilayah itu.

Fokus utama dalam pemberdayaan para pemuda tersebut yakni pada produk yang bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas, sehingga nantinya bisa terjual ke pasar atau market dan mendatangkan dampak secara langsung pada perekoomian Serambi Mekkah.

Dalam hal itu, Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil melakukan proses inovasi dari hulu hingga ke hilir pada Nilam Aceh melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nilam USK yakni Atsiri Research Center (ARC) yang terus melakukan inovasi tersebut berdasarkan dengan bagaimana kebutuhan seluruh masyarakat, khususnya dari petani nilam di wilayah itu.

Berupaya kuat untuk bisa meningkatkan kualitas SDM muda Aceh pada berbagai bidang, BIN kemudian menginisiasi pembangunan Gedung AMANAH sebagai wadah pendidikan dan pelatihan generasi muda untuk semakin berkembang.

*) Mahasiswa Aceh tinggal di Surabaya

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri. Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus memacu masuknya investasi di sektor hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan energi terbarukan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menghasilkan devisa ekspor baru bagi negara. Peningkatan fasilitas perizinan berusaha yang terintegrasi secara digital (Online Single Submission) dan jaminan kepastian hukum memberikan kenyamanan bagi para investor untuk merealisasikan komitmen investasinya, sehingga arus modal masuk tidak hanya bertumpu pada pasar keuangan yang sensitif, melainkan pada sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Selain itu, percepatan fasilitasi investasi hilirisasi di luar Pulau Jawa terus diperluas guna mendorong pemerataan struktur pertumbuhan ekonomi antardaerah. Penguatan rantai pasok lokal yang menghubungkan industri skala besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah menjamin bahwa dampak ekonomi dari masuknya modal asing dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan Rupiah merupakan manifestasi nyata dari