Jakarta – Sebanyak 2.241 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi menjadi Komponen Cadangan (Komcad) setelah menyelesaikan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung kesiapsiagaan pertahanan sekaligus membentuk aparatur yang disiplin dan profesional.
Latsarmil berlangsung selama 37 hari sejak 24 Agustus hingga 29 September 2026. Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan peserta berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Dengan jumlah peserta 2.241 orang, terdiri dari pria 1.480 orang dan wanita 761 orang,” kata Gabriel.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa keberadaan Komcad tidak menggantikan peran Komponen Utama dalam sistem pertahanan negara. Para peserta juga tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN di instansi masing-masing.
“Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama, komponen cadangan hanya dilaksanakan sebuah mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing,” kata Tito.
Menurutnya, penguatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada modernisasi alat utama sistem persenjataan. Kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan negara mengelola seluruh potensi nasional juga menjadi bagian penting dari pembangunan pertahanan.
“Pesan tersebut menegaskan bahwa modernisasi pertahanan tidak hanya menyangkut aspek perangkat keras. Tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas nasional, dan kemampuan negara untuk mengelola potensi kekuatan yang dimilikinya secara terintegrasi,” jelasnya.
Latsarmil juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, integritas, ketangguhan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan para peserta setelah kembali menjalankan tugas pelayanan dan pemerintahan di instansi masing-masing.
Tito juga menegaskan bahwa Latsarmil Komcad bukan bentuk militerisasi terhadap ASN. Pelatihan tersebut tidak mengubah kedudukan maupun fungsi peserta sebagai aparatur sipil. Nilai positif dari lingkungan militer seperti disiplin, loyalitas kepada negara, ketepatan waktu, ketangguhan, dan kerja sama tim diharapkan memperkuat profesionalisme ASN.
Melalui Latsarmil, pemerintah mendorong terbentuknya aparatur yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas dengan tetap menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing. (*)



