Lompat ke konten utama

Kata Papua

Sambut Peresmian PYCH, PMI Ajak Pemuda Papua Lakukan Hal Positif dan Produktif - Kata Papua

Sambut Peresmian PYCH, PMI Ajak Pemuda Papua Lakukan Hal Positif dan Produktif

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Timotius Gobay

Menyambut adanya peresmian Gedung PYCH, PMI mengajak seluruh generasi pemuda di Papua untuk melakukan berbagai macam hal yang positif dan juga produktif. Tentunya itu untuk bisa semakin meningkatkan kualitas dan saya saing SDM muda Papua sehingga mereka bisa berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) dibangun dengan megah, serta memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang minat, bakat dan kreativitas anak-anak muda di Tanah Papua.

Gedung ini nantinya akan digunakan dan dimanfaatkan oleh Papua Muda Inspiratif (PMI) dalam menjalankan program kerjanya untuk kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. PMI nantinya akan berkolaborasi, mengembangkan diri dan terus menjadi motor pengembangan SDM muda di Bumi Cendrawasih tersebut.

Papua Muda Inspiratif menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, atas dukungan pembangunan Gedung PYCH tersebut.

Dengan kehadiran Gedung PYCH, maka menurut Sekretaris PMI Provinsi Papua, Vitha Faidiban jelas akan sangat membantu seluruh generasi muda di Papua dalam membuat banyak karya dan melakukan segala jenis hal yang bisa mereka lakukan untuk kebaikan masyarakat di Bumi Cenderawasih.
Gedung PYCH menurutnya dibangun dengan megah, serta memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang minat, bakat dan kreativitas anak-anak muda di tanah Papua. Gedung itu nantinya akan digunakan dan dimanfaatkan oleh PMI dalam menjalankan program kerjanya untuk kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. PMI nantinya kata dia akan berkolaborasi, mengembangkan diri dan terus menjadi motor pengembangan SDM muda di Bumi Cendrawasih tersebut.
Menjelang peresmian, Papua Muda Inspiratif melakukan segala persiapan. Di antaranya menghiasi gedung dengan ornamen khas Papua, melakukan sejumlah kegiatan sebelum peresmian, hingga berencana akan memperkenalkan sejumlah aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat, khususnya anak muda.
Mengenai banyaknya persiapan menjelang peresmian gedung PYCH, Project Manager Bidang Industri Kreatif PMI, Aksamina Woisiri menyebutkan bahwa Gedung tersebut akan dihiasi dengan sejumlah ornamen khas dari Papua, termasuk diantaranya adalah patung kayu. Bukan hanya itu, namun gedung tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lainnya seperti adanya lapangan futsal dengan rumput sintetis dan lapangan basket.
Beberapa bentuk persiapan lain tentunya terus dilakukan oleh PMI, selaku organisasi di bawah binaan BIN yang juga akan mengisi seluruh kegiatan dan akan mengelola bagaimana Gedung PYCH dimanfaatkan. Mereka juga menggelar pelatihan di gedung tersebut dengan menggandeng beberapa pelatih profesional asal Bali untuk bisa membimbing para anak muda di Papua dalam membuat aksesoris yang menarik dan mampu menghasilkan nilai ekonomis.
Salah seorang pelatih, Ode Krisna Bhuana menjelaskan bahwa adanya tujuan pelatihan tersebut digunakan untuk bisa menciptakan aksesoris yang bukan hanya sekedar menarik saja, namun juga memiliki kebergunaan tertentu. Tentunya dengan adanya pelatihan untuk membuat aksesoris, maka akan mampu meningkatkan berjalannya UMKM yang langsung dilakukan oleh masyarakat Papua.
Hal tersebut jelas sekali dalam rangka untuk mendukung UMKM di Papua agar bisa lebih berguna, bangkit dan juga bisa memiliki harga jual yang layak namun kualitasnya terjamin dengan baik.
Berbagai macam kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut dilakukan dalam rangka menyambut adanya peresmian Gedung PYCH yang akan segera dilakukan oleh Presiden Jokowi secara langsung. Menuru Pj Bupati Jayapura, Triwarno, dirinya mengajak para anak muda Papua untuk bisa ikut bersama dengan PMI dan melakukan banyak hal yang positif serta produktif dan mampu memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Koordinator PMI Jayapura, Daud Edison Yarisetouw kemudian mewakili PMI untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo dan kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jend Pol (Purn) Budi Gunawan lantaran mereka telah memberikan dukungan yang sangat tinggi dan juga berarti termasuk juga membina para anak muda di Papua sehingga mereka bisa berkontribusi untuk turut serta dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih.
Dengan banyaknya serangkaian kegiatan melalui program kerja yang dilaksanakan oleh PMI untuk mengajak kepada seluruh generasi muda Papua agar terus melakukan banyak hal yang positif dan produktif, tentunya akan melatih para anak muda di Papua sehingga mereka juga secara kualitas SDM akan turut meningkat dan mampu bersumbangsih dalam pembangunan Papua. Inisiasi yang selalu dilakukan oleh PMI tersebut juga sangat sejalan dengan upaya Pemerintah dan BIN dalam menciptakan pemerataan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di Tanah Papua, termasuk dalam membangun Gedung PYCH yang dalam waktu dekat akan segera diresmikan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Most Popular

Categories

Related Post

Uncategorized
Mengecam Kelicikan KST Papua Jadikan Masyarakat Papua Tameng Hidup Oleh : Clara Anastasya Wompere Kelompok separatis dan teroris (KST) di Papua merupakan gerombolan kriminal dan pengacau yang sangat licik. Bagaimana tidak, pasalnya mereka dengan sangat tegas menggunakan warga yang merupakan masyarakat orang asli Papua (OAP) untuk menjadi tameng hidup pada saat terjadinya baku tembak dengan pihak aparat keamanan dari personel gabungan ketika mereka sedang terpojok. Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti terlibat baku tembak dengan gerombolan separatis tersebut, yang mana juga termasuk ke dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat. Dalam baku tembak itu, sebanyak ratusan warga setempat berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan untuk bisa menghindarkan mereka dari adanya upaya ataupun potensi akan intimidasi dari kelompok separatis. Seluruh warga telah dievakuasi ke tempat yang aman agar bisa menghindarkan mereka dari KST Papua. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Andika Ganesha Sakti yang memimpin langsung Satgas tersebut berhasil menggagalkan upaya pengibaran bendera Bintang Kejora yang hendak dilakukan oleh kelompok separatis dan teroris dari Organisasi Papua Merdeka itu di Dusun Aimasa Lama, Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah. Diketahui bahwa aksi pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut dilakukan dalam rangka untuk memperingati Hari Manifesto Politik Papua Merdeka pada tanggal 1 Desember. Sempat terjadi baku tembak antara gerombolan separatis itu dengan pihak aparat keamanan dari Satgas TNI. Baku tembak tersebut terjadi saat aparat keamanan hendak berupaya untuk menggagalkan rencana pengibaran Bendera Bintang Kejora yang dilakukan oleh kelompok penentang ideologi negara itu. Mereka semua bahkan sempat sangat terdesak karena adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat keamanan. Akan tetapi, tatkala sedang terdesak, alih-alih menyerahkan diri, justru KST Papua melakukan cara licik lainnya, yakni melakukan intimidasi kepada warga setempat untuk menjadikan mereka sebagai tameng hidup pada saat baku tembak tersebut terjadi. Sontak, mengetahui adanya kelicikan yang dilakukan oleh gerombolan teroris dari Bumi Cenderawasih itu, aparat keamanan pun langsung bergerak dengan cepat dan dengan sangat hati-hati untuk melakukan penyelamatan kepada para penduduk kampung demi bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil. Pergerakan tempur yang dilakukan oleh pihak Satgas TNI sendiri kemudian membuahkan hasil yang sangat optimal, yakni aparat keamanan pada akhirnya berhasil memukul mundur KST Papua dan membuat mereka semua langsung melarikan diri masuk ke arah hutan dan perbukitan. Tentu saja upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, melainkan pihak Satgas TNI langsung mengerahkan sejumlah drone untuk melakukan pemantauan dari udara mengenai pergerakan yang dilakukan oleh gerombolan separatis tersebut. Dari hasil pantauan yang dilakukan melalui drone di udara, ternyata diketahui bahwa KST Papua yang melakukan penyerangan dan sempat melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan bahkan hingga menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup itu berjumlah sekitar delapan orang yang merupakan pimpinan dari Manfred Fatem. Mereka semua juga terlihat membawa beberapa pucuk senjata api. Terkait hasil pemantauan dan juga penyelidikan yang langsung dilakukan oleh aparat keamanan setelah sempat terjadinya kontak tembak hingga membuat KST Papua terpojok dan melarikan diri itu, Letkol Infanteri Andika Ganesha Sakti kemudian menuturkan bahwa ditemukan rencana dari pihak gerombolan teroris tersebut selain melakukan pengibaran akan bendera Bintang Kejora, namun mereka juga hendak menyusun rencana untuk melakukan penyerangan kepada aparat keamanan serta melakukan aksi teror yang dapat mengganggu kenyamanan serta kedamaian dari masyarakat setempat. Meski begitu, namun untuk saat ini, situasi akan keamanan dan kondusifitas di Kampung Ayata sendiri sudah secara sepenuhnya dikuasai oleh aparat keamanan dari personel gabungan yang terdiri dari TNI dan juga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang mana seluruh aparat keamanan itu jelas akan tetap terus hadir bagi masyarakat untuk bisa memberikan rasa aman kepada warga setempat di Bumi Cenderawasih. Guna bisa memastikan upaya memberikan kenyamanan dan mendatangkan keamanan bagi masyarakat setempat di Papua hingga mereka semua bisa merasa aman, aparat TNI dari Satgas Yonif 133 Yudha Sakti juga memberikan bantuan logistik berupa makanan dan juga dukungan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi sebanyak ratusan penduduk. Lebih lanjut, pihak pasukan aparat keamanan juga sampai saat ini masih terus berupaya untuk melakukan pemburuan kepada para pelaku dari kelompok separatis dan teroris Papua itu serta membuat parameter akan pengamanan di sekitar wilayah perkampungan agar tidak sampai disusupi lagi oleh KST pimpinan Manfred Fatem. Sebenarnya gerombolan teroris dari KST Papua tersebut sama sekali tidak berdaya, pasalnya mereka hanya bisa melancarkan aksi yang sangat licik ketika sedang terpojok dalam baku tembak melawan aparat keamanan Republik Indonesia. Mereka dengan sangat tega bahkan menggunakan warga sipil yang tidak berdosa sebagai tameng hidup. )* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakart
On Key

Related Posts